Kisah Petualangan Burhan Kapak Menumpas Gerombolan PKI

Sabtu, 30 September 2017 - 13:08 WIB
Kisah Petualangan Burhan...
Kisah Petualangan Burhan Kapak Menumpas Gerombolan PKI
A A A
YOGYAKARTA - Tragedi 30 September 1965 tidak akan pernah dilupakan oleh bangsa Indonesia. Begitu juga bagi Burhanudin Zainudin Kadarisman. Tokoh yang dikenal dengan nama Burhan Kapak inipun kembali menerawang ketika dirinya terlibat dalam operasi penumpasan PKI di tahun 1966 hingga awal 1968. (Baca juga: Kisah Kebiadaban PKI di Kanigoro, Ribuan Massa Bercelurit Serbu Masjid)

Burhan Kapak saat itu adalah tokoh muda dari Kesatuan Aksi Mahasiswa Indonesia (KAMI) yang seringkali bentrok dengan pemuda rakyat di tahun 1965-an benar benar menumpahkan cerita dengan semangatnya.

Tokoh yang sudah masuk usia senja inipun dengan dingin mengaku beberapa kali membunuh tokoh-tokoh pemuda dan tokoh politik yang berafiliasi dengan PKI.

"Kapak memang senjata saya saat bentrok sipil. Beberapa orang pemuda rakyat tewas dengan kapak saya," ungkapnya saat bercerita dengan tenang mengenang kisah bentrok sipil kala itu.

Dalam suasana yang mencekam, PKI merajalela dan melakukan berbagai aksi teror dan pembunuhan, diapun kemudian membuat senjata Kapak. Kapak yang diberikan pegangan panjang menjadi alat sehingga tokoh asal Kauman ini dikenal dengan Burhan Kapak.

"Waktu itu situasi selalu bentrok. Tekad saya dibunuh atau membunuh. Karena memang situasi memaksa saya membunuh," ucapnya sambil menerawang di ruang tamu rumahnya di kawasan Brontokusuman, Mergangsan Yogyakarta.

Sambil mengajak minum teh, Burhan pun mengaku memiliki cerita bahagia disaat malam. "Habis Isya adalah malam- malam gembira bagi saya dan beberapa teman yang pernah dilatih militer," timpalnya.

Pentholan Komando Siaga Islam (Kogalam) kala itu ini mengaku hampir dua bulan didik militer. Diapun diberikan senjata oleh militer kala itu.

Begitu mendengar adzan Isya, sang algojopun mengaku gembira. Malam malah sunyi menjadi saksi tangan dingin Burhan untuk ikut operasi penumpasan G 30 S/PKI.

Diapun tidak segan-segan menembak tokoh PKI yang berusaha melawan saat dilakukan sweeping bersama TNI kala itu. "Saya memang paling banyak meminta peluru. Karena senjata harus saya gunakan," imbuhnya.

Begitulah setiap malam Burhan selalu berpedoman adzan Isya untuk bersiap siap melakukan operasi hingga adzan Subuh. Mereka yang menurut di data dan dilihat sejauhmana keterlibatannya.

Sedang mereka yang membangkang tak segan segan tangan dingin Burhan terpaksa harus melepaskan pelatuk pistol yang berisi 9 peluru di dalamnya. "Operasi kita lakukan sampai Klaten hingga Solo, dan dilakukan malam hari," lanjutnya.

Dan kemenangan-kemenangan kecil menjadi algojo bagi PKI menjadi malam malam bahagia. Setelah penumpasan usai, Burhan Kampak kembali ke kampusnya guna merampungkan sarjana hukumnya.

Diapin tidak mudah menerima iming iming. Meski berjasa, Burhan tetap berusah mandiri. Diapun menggarap media massa Eksponen serta mendirikan sebuah radio swasta untuk kehidupan sehari harinya. Meski sempat bekerja di Jakarta, namun Burhan mengaku tidak betah dan memilih kembali ke Yogya.
(sms)
Berita Terkait
6 Fakta Untung Syamsuri,...
6 Fakta Untung Syamsuri, Sosok Komando Operasional G30S yang Terlibat Pemberontakan PKI Madiun
Letkol Untung, Sosok...
Letkol Untung, Sosok Komandan Cakrabirawa yang Jadi Aktor G30S PKI
Riwayat Pendidikan DN...
Riwayat Pendidikan DN Aidit, Khatam Alquran Sejak Kecil, Gandrung Marxisme Ketika Dewasa
Riwayat Pendidikan DN...
Riwayat Pendidikan DN Aidit, Sejak Kecil Khatam Alquran, Dewasa Keranjingan Marxisme
Mengungkap 7 Sub Kesatuan...
Mengungkap 7 Sub Kesatuan Pasopati yang Bertugas Menculik Para Jenderal Hidup atau Mati
Siasat Pangkostrad Mayjen...
Siasat Pangkostrad Mayjen TNI Soeharto Habisi Gerakan 30 September 1965
Berita Terkini
Calon Ketum PBNU Gus...
Calon Ketum PBNU Gus Salam Sowan ke Rais Syuriyah dan Ketua PWNU Sulsel
11 menit yang lalu
Hari Lingkungan Hidup,...
Hari Lingkungan Hidup, Masyarakat Tangerang Pelajari Kelola Minyak Jelantah
2 jam yang lalu
Ada Konser hingga Lomba,...
Ada Konser hingga Lomba, Masyarakat Diimbau Hindari Kawasan GBK
4 jam yang lalu
Kaesang Nobar Timnas...
Kaesang Nobar Timnas Indonesia Bareng Gubernur Sumsel
4 jam yang lalu
Menekraf Dukung Festival...
Menekraf Dukung Festival Burger Dunia, Perkuat Ekosistem Kuliner Nasional
6 jam yang lalu
Gunung Lewotobi Laki-laki...
Gunung Lewotobi Laki-laki Erupsi Pagi Ini, Semburkan Abu Vulkanik Setinggi 1.500 Meter
8 jam yang lalu
Infografis
Kisah Jenderal Hoegeng...
Kisah Jenderal Hoegeng Menyamar Jadi Hippies, Turun Langsung Bongkar Narkoba
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved