Tahap Kedua Depok Terima 20.000 Blanko E-KTP
Selasa, 26 September 2017 - 03:54 WIB
Tahap Kedua Depok Terima 20.000 Blanko E-KTP
A
A
A
DEPOK - Pemerintah Kota Depok menerima sebanyak 20.000 blanko e-KTP tahap kedua. Seluruh blanko tersebut harus disebar ke 63 kelurahan di Depok.
Kepala Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil Kota Depok Misbahul Munir mengatakan, jumlah itu sebenarnya tidak cukup. Namun pihaknya berupaya membagikan merata sesuai keperluan. "Pada tahap kedua, Senin hari ini ada 20.000 keping blangko yang akan disalurkan ke 63 kelurahan," kata Munir, Senin (25/9/2017).
Dia mengakui harus dilakukan upaya agar pemohon dapat terlayani. Pihaknya mengaku sudah terbantu dengan penyaluran tahap pertama, sehingga sekarang yang dicetak tidak sebanyak sebelumnya. "Kota Depok pada tahap pertama kemarin sudah mendapat blangko 68.000 keping. Seluruhnya sudah habis disalurkan ke 63 kelurahan dan digunakan di dinas," tukasnya.
Sampai saat ini masih banyak warga yang belum terlayani pencetakan e-KTP. Pasalnya, Pemkot Depok terkendala pasokan dari pusat. "Semoga tahap kedua ini sudah banyak yang terlayani. Kita pun tergantung dari pusat," akunya.
Sebelumnya, Depok telah menerima 60.000 blanko e-KTP dari Kementerian Dalam Negeri. Keperluan seluruhnya mencapai 120.000 blanko. "Target kami tahun ini harus sudah selesai," ucapnya.
Menurut dia jatah blanko e-KTP yang didapat adalah yang terbanyak se-Indonesia. Ini disebabkan karena ada beberapa kota yang intensitas penerimaan blankonya sedikit, kemudian dialihkan ke Depok. "Alhamdulillah kami berhasil melakukan lobi, dan kuotanya malah lebih banyak dari yang diajukan yakni 40.000, ada tambahan sekitar 20.000 untuk tahap pertama," terangnya.
Munir memaparkan blanko e-KTP yang didapat saat ini adalah yang print, ready record artinya yang sudah siap cetak. "Sisanya yang 60.000 lagi itu yang akan kami selesaikan seperti KTP yang hilang, yang rusak, yang pindah ke Depok dan yang ada perubahan elemen data," papar Munir.
Kepala Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil Kota Depok Misbahul Munir mengatakan, jumlah itu sebenarnya tidak cukup. Namun pihaknya berupaya membagikan merata sesuai keperluan. "Pada tahap kedua, Senin hari ini ada 20.000 keping blangko yang akan disalurkan ke 63 kelurahan," kata Munir, Senin (25/9/2017).
Dia mengakui harus dilakukan upaya agar pemohon dapat terlayani. Pihaknya mengaku sudah terbantu dengan penyaluran tahap pertama, sehingga sekarang yang dicetak tidak sebanyak sebelumnya. "Kota Depok pada tahap pertama kemarin sudah mendapat blangko 68.000 keping. Seluruhnya sudah habis disalurkan ke 63 kelurahan dan digunakan di dinas," tukasnya.
Sampai saat ini masih banyak warga yang belum terlayani pencetakan e-KTP. Pasalnya, Pemkot Depok terkendala pasokan dari pusat. "Semoga tahap kedua ini sudah banyak yang terlayani. Kita pun tergantung dari pusat," akunya.
Sebelumnya, Depok telah menerima 60.000 blanko e-KTP dari Kementerian Dalam Negeri. Keperluan seluruhnya mencapai 120.000 blanko. "Target kami tahun ini harus sudah selesai," ucapnya.
Menurut dia jatah blanko e-KTP yang didapat adalah yang terbanyak se-Indonesia. Ini disebabkan karena ada beberapa kota yang intensitas penerimaan blankonya sedikit, kemudian dialihkan ke Depok. "Alhamdulillah kami berhasil melakukan lobi, dan kuotanya malah lebih banyak dari yang diajukan yakni 40.000, ada tambahan sekitar 20.000 untuk tahap pertama," terangnya.
Munir memaparkan blanko e-KTP yang didapat saat ini adalah yang print, ready record artinya yang sudah siap cetak. "Sisanya yang 60.000 lagi itu yang akan kami selesaikan seperti KTP yang hilang, yang rusak, yang pindah ke Depok dan yang ada perubahan elemen data," papar Munir.
(wib)