Jika Dinyatakan Salah, RS Mitra Keluarga Siap Diproses Hukum

Senin, 11 September 2017 - 21:28 WIB
Jika Dinyatakan Salah,...
Jika Dinyatakan Salah, RS Mitra Keluarga Siap Diproses Hukum
A A A
JAKARTA - Rumah Sakit (RS) Mitra Keluarga Kalideres, Jakarta Barat, siap menghadapi proses hukum yang mungkin terjadi buntut dari kasus kematian Tiara Debora Simanjorang. Bayi berusia 4 bulan itu dinyatakan meninggal dunia saat berada di IGD RS Mitra Keluarga Kalideres.

"Di sini, kami atas nama RS Mitra Keluarga mengakui turut berduka cita terhadap keluarga Debora. Kami juga meminta maaf atas kejadian yang terjadi, sejak dari awal penanganan hingga selesai," tutur Humas Mitra Keluarga Group, dr Nendya Libriani di Jakarta, Senin (11/9/2017).

Sekalipun tak memperinci permintaan maaf ini dalam penanganan medis atau masalah administrasi. Namun, menurutnya, hal itu agar kejadian ini tak berlarut.

Terkait permintaan maaf ini, dr Nendya mengakui telah menyampaikannya langsung kepada keluarga Debora dan melakukan kunjungan ke rumah Debora di Tangerang.

Kasus Debora menjadi perhatian serius, ketika Menteri Kesehatan, Menteri PPA, dan Menteri Koordinator Pemberdayaan Manusia dan Kebudayaan telah menyatakan bahwa kasus ini ‎harus dipidanakan.

Pernyataan menteri ini pun disambut baik oleh Direktur Kriminal Khusus Polda Metro Jaya, Kombes Adi Derian yang menyatakan tengah menyelidiki kasus ini sekalipun tanpa delik aduan. Dia pun telah melakukan penelusuran dan pencarian fakta lapangan.

Terkait hal itu, dr Nindya mengakui siap mengikuti prosedur hukum. Pihaknya akan bersikap kooperatif terhadap masalah ini. "Tapi sejauh ini kami belum dapat informasi seperti ini," tutupnya.

Sekadar diketahui, anak pasangan Henny Silalahi dan Rudianto Simanjorang, Tiara Debora meninggal dunia di RS Mitra Keluarga Kalideres lantaran tidak mendapatkan perawatan yang semestinya. Debora meninggal lantaran pihak Rumah Sakit menolak merawatnya di ruang PICU, karena uang orang tua bayi itu kurang.

Pihak rumah sakit menyodorkan harga uang muka perawatan di PICU sebesar Rp19.800.000. Sementara orang tua Debora hanya memiliki uang Rp5 juta.
(mhd)
Berita Terkait
UU Omnibus Kesehatan:...
UU Omnibus Kesehatan: Terdiagnosa Cacat Kongenital
Sisi Buram Pelayanan...
Sisi Buram Pelayanan Kesehatan Masyarakat Tanpa Mandatory Spending
Pertamina Regional Jawa...
Pertamina Regional Jawa Peduli Kesehatan Masyarakat Suku Baduy
Rekonstruksi Sistem...
Rekonstruksi Sistem Kesehatan: Menanti Perdebatan Capres dan Cawapres 2024
Upaya Bumame Dekatkan...
Upaya Bumame Dekatkan Layanan Kesehatan dengan Keseharian Masyarakat
Menghadirkan Gagasan...
Menghadirkan Gagasan Keadilan Kesehatan dalam Perdebatan Pilpres 2024
Berita Terkini
JPO Tendean yang Ditabrak...
JPO Tendean yang Ditabrak Truk Belum Dievakuasi, Polisi Tunggu Pengerahan Alat Berat
54 menit yang lalu
Universitas Yarsi Dorong...
Universitas Yarsi Dorong Budidaya Perikanan melalui Inovasi POC di Desa Mandalamekar
54 menit yang lalu
Rumah di Koja Jakarta...
Rumah di Koja Jakarta Utara Kebakaran, Diawali Suara Ledakan
57 menit yang lalu
Truk Crane Tabrak JPO...
Truk Crane Tabrak JPO di Tendean, Lalu Lintas Menuju Blok M Macet Parah
2 jam yang lalu
Gunung Semeru Kembali...
Gunung Semeru Kembali Erupsi Pagi Ini, PVMBG: Waspadai Awan Panas dan Guguran Lava
2 jam yang lalu
516 Unit Layanan di...
516 Unit Layanan di Wilayah 3T, PNM Perluas Akses Pembiayaan bagi Masyarakat Prasejahtera
13 jam yang lalu
Infografis
8 Helikopter Serang...
8 Helikopter Serang Tercanggih pada 2025, Salah Satunya Apache
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved