Polda Metro Klaim Kasus Kecelakaan Menurun di Semester Awal 2017
Rabu, 06 September 2017 - 02:07 WIB
Polda Metro Klaim Kasus Kecelakaan Menurun di Semester Awal 2017
A
A
A
JAKARTA - Ditlantas Polda Metro Jaya mengklaim kecelakaan pada semester awal ditahun 2017 mengalami penurunan dibandingkan tahun 2016 lalu.
Kasubdit BinGakum Ditlantas Polda Metro Jaya AKBP Budiyanto mengatakan, penurunan angka kecelakaan pada semester awal periode Januari-Juli ini juga cukup signifikan yaitu mencapai 13%. Jumlah kejadian kecelakaan lalu lintas tahun ini sebanyak 3.132 kasus. Sedangkan pada tahun sebelumnya, sebanyak 3.605 kejadian pada semester awal.
Jumlah korban meninggal dunia, pada tahun ini sebanyak 331 jiwa. Untuk semester awal tahun sebelumnya berjumlah 375 jiwa.
Adapun korban luka berat pada semester awal tahun ini berjumlah 687 orang, yang artinya 57 persen lebih sedikit dari semester awal tahun sebelumnya, sebanyak 1.495 orang. Namun jumlah luka ringan pada semester awal tahun ini lebih banyak, yakni 2.645 orang, dimana pada semester awal tahun sebelumnya 2.523 orang.
Budiyanto menuturkan, jumlah kerugian tahun ini sebesar Rp10,1 miliar. Sedangkan, pada tahun sebelumnya, sebesar Rp13,2 miliar. "Sehingga penurunan yang terjadi 23 persen dalam hal kerugian materil," lanjut dia.
Kasubdit BinGakum Ditlantas Polda Metro Jaya AKBP Budiyanto mengatakan, penurunan angka kecelakaan pada semester awal periode Januari-Juli ini juga cukup signifikan yaitu mencapai 13%. Jumlah kejadian kecelakaan lalu lintas tahun ini sebanyak 3.132 kasus. Sedangkan pada tahun sebelumnya, sebanyak 3.605 kejadian pada semester awal.
Jumlah korban meninggal dunia, pada tahun ini sebanyak 331 jiwa. Untuk semester awal tahun sebelumnya berjumlah 375 jiwa.
Adapun korban luka berat pada semester awal tahun ini berjumlah 687 orang, yang artinya 57 persen lebih sedikit dari semester awal tahun sebelumnya, sebanyak 1.495 orang. Namun jumlah luka ringan pada semester awal tahun ini lebih banyak, yakni 2.645 orang, dimana pada semester awal tahun sebelumnya 2.523 orang.
Budiyanto menuturkan, jumlah kerugian tahun ini sebesar Rp10,1 miliar. Sedangkan, pada tahun sebelumnya, sebesar Rp13,2 miliar. "Sehingga penurunan yang terjadi 23 persen dalam hal kerugian materil," lanjut dia.
(ysw)