Pendiri Jakatarub: Krisis Rohingya Jangan Dibawa ke Indonesia

Senin, 04 September 2017 - 21:33 WIB
Pendiri Jakatarub: Krisis...
Pendiri Jakatarub: Krisis Rohingya Jangan Dibawa ke Indonesia
A A A
BANDUNG - Krisis Rohingya mengundang simpati dunia. isu pembersihan etnis muslim Rohingya oleh tentara Myanmar dikecam sejumlah pihak. Isu-isu terkait krisis Rohingya telah melebar dan menyinggung suku agama ras dan antargolongan (SARA).

Pendiri dan koordinator Jaringan Kerja Antar Umat Beragama (Jakatarub) Wawan Gunawan mengatakan, Jakatarub turut prihatin atas kejadian di Rohingya. Peristiwa itu merupakan tragedi kemanusiaan, meskipun yang terlibat memiliki latar belakang agama masing-masing. Tetapi yang lebih besar ini adalah penistaan terhadap martabat kemanusiaan.

"Seandainya kita masih percaya bahwa agama berfungsi untuk mengangkat harkat kemanusiaan agar dia beradab dan berkebudayaan, maka di sini persoalannya bukan lagi pada agama yang dianut, tetapi pada manusia yang tak lagi bisa mengendalikan angkara murka dan kehilangan belas kasih antarsesama makhluk ciptaan Tuhan," kata Wawan, Senin (4/9/2017).

Menurut Wawan, pemberitaan yang masuk ke Indonesia tidak menutup kemungkinan sekian persen sudah tercampuri opini, sehingga objektivitasnya menjadi kabur. Karena itu, penting bagi masyarakat Indonesia mengkonsumsi pemberitaan tentang Rohingya secara kritis. Jangan terpancing untuk turut memetakan relasi Islam dan Budha di Indonesia, sebagaimana hubungan sebagian Islam dan Budha di Myanmar.

"Mari kita letakan persoalan Rohingya pada tempat dan konteksnya. Jangan bawa-bawa permasalahan yang ada di sana ke Indonesia. Setahu saya umat Budha di Indonesia sudah mengeluarkan sikap yang menyatakan keprihatinan tentang Rohingya. Itu artinya, relasi Budha dan Islam yang sudah terbangun baik di Indonesia jangan jadi rusak karena terprovokasi seolah-olah ini masalah agama," tandas Wawan yang merupakan dosen di Universitas Islam Negeri Sunan Gunung Djati (UIN SGD) Bandung ini.
(sms)
Berita Terkait
Pengamat Hukum Ini Berikan...
Pengamat Hukum Ini Berikan Rumus Jitu Menjalankan Bela Negara
Aksi Bela Pelestina...
Aksi Bela Pelestina di Depan Kedubes AS Sempat Memanas, Polisi: Jangan Buat Gaduh
Gelar Munas ke-10, FKPPI...
Gelar Munas ke-10, FKPPI Siap Perkokoh Bela Negara
Ratusan Orang Gelar...
Ratusan Orang Gelar Aksi Solidaritas di Kedutaan Besar Palestina
Hari Solidaritas Internasional...
Hari Solidaritas Internasional untuk Palestina, ARI-BP Serukan Tangkap Netanyahu
Surat Bani Israil Ayat...
Surat Bani Israil Ayat 101-104 Jadi Pembuka Aksi Damai Bela Palestina di Monas
Berita Terkini
Polda Papua: Mortir...
Polda Papua: Mortir Sisa PD II di Biak Meledak saat Digergaji 5 Orang
44 menit yang lalu
KM Nurul Salsa Tenggelam...
KM Nurul Salsa Tenggelam di Perairan Pulau Polassi Sulsel: 1 Meninggal dan 23 Hilang
1 jam yang lalu
Gus Salam, Calon Ketum...
Gus Salam, Calon Ketum PBNU yang Dukung Argentina Sejak 1986
1 jam yang lalu
Dilaporkan ke Polres...
Dilaporkan ke Polres Jaksel, Roy Suryo Langsung Pamerkan IPK 3,86
2 jam yang lalu
Kasus Dugaan Korupsi...
Kasus Dugaan Korupsi Bupati Fadia Arafiq Dilimpahkan ke Pengadilan Tipikor Semarang
2 jam yang lalu
Ledakan Bom Sisa Perang...
Ledakan Bom Sisa Perang Dunia II di Biak Numfor Papua, 9 Tewas, 6 Luka-luka
3 jam yang lalu
Infografis
Trade Misinvoicing dan...
Trade Misinvoicing dan Upaya Penguatan Integritas Perdagangan Indonesia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved