Proyek Asal-asalan, Sudin Tata Air Jakbar Nyaris Rugi Rp18 Miliar

Kamis, 24 Agustus 2017 - 15:31 WIB
Proyek Asal-asalan,...
Proyek Asal-asalan, Sudin Tata Air Jakbar Nyaris Rugi Rp18 Miliar
A A A
JAKARTA - Akibat pengerjaan proyek normalisasi di 3 sungai yang asal-asalan, Suku Dinas (Sudin) Sumber Air Jakarta Barat nyaris merugi Rp18 miliar. Bahkan, proyek ini pun kemudian tak dibiarkan lantaran terindikasi korupsi.

"Belum kami bayarkan sepeserpun. Kalau dibayar, saya bisa dijerat korupsi," tutur Kasudin Tata Air Jakarta Barat, Imron usai melakukan kegiatan Tim Pengawal dan Pengaman Pemerintahan, dan Pembangunan Daerah (TP4D) di Kantor Wali Kota Jakarta Barat, Kamis (24/8/2017).

Terungkapnya proyek asal-asalan ini, kata Imron, setelah pihaknya melakukan pengecekan bersama tim Kejaksaan termasuk Kajari Jakarta Barat Reda Mantovani ke sejumlah lokasi di normalisasi sungai.

Dalam kegiatan itu, terungkap beberapa proyek dinilai asal jadi seperti seatpel dan tanggul yang tidak sesuai spek, serta beberapa titik kali yang tidak dikerjakan. Melihat kondisi demikian, kata Imron, Kajari Jakbar Reda menyarankan untuk tidak melakukan pembayaran.

"Saya setuju dengan Kajari. Kenapa? Karena kita tahu, kasus semacam ini pernah membuat beberapa pejabat terkena korupsi," tuturnya.

Sekadar diketahui, kasus dugaan korupsi normalisasi Jakarta Barat 2013 menjerat sejumlah pejabat Jakarta Barat, termasuk mantan Wali Kota Jakarta Barat, Fatahilla dan Sekretaris Kota, Asril Marzuki keduanya diduga kuat terlibat dalam kasus korupsi senilai Rp4,8 miliar dari yang diajukan Rp12 miliar.

Kini agar kejadian serupa tak terjadi. Sudin Sumber Daya Air bekerja sama dengan Kejaksaan Jakarta Barat mengantisipasi pengawasan lelang dan proyek normalisasi.

Untuk mengatasi banjir, kata Imron, pihaknya telah menganggarkan Rp135 miliar. Mulai dari menyediakan pompa mobile, pembangunan seatpel, dan normalisasi lingkungan dan kali.

Kasi Intel Kejaksaan Jakarta Barat sekaligus Ketua TP4D, Teguh Ananto mengatakan, selain Sudin Sumber Daya Air, kasus serupa juga pernah terjadi di Sudin Bina Marga Jakarta Barat. Karena spek yang tidak sesuai dalam perbaikan jalan, Sudin inipun nyaris merugi sebesar Rp4 miliar.

Teguh juga berkomitmen untuk melakukan pendampingan bila proses hukum dan gugatan terjadi. Bahkan bila nantinya terjadi somasi dari pihak kontraktor yang merasa dirugikan, TP4D memastikan akan menghadapinya. "Tak usah takut, nanti saya yang akan lakukan pendampingan. Yang penting ada keterbukaan," ucap Teguh.

Karena itu, dia menyarankan, setiap proses pembangunan, agar sudin selalu menyerahkan ke Badan Pengawas Keuangan dan Pembangunan (BPKP). "Nanti darisana menghitung berapa yang harus kita bayar," ucap Teguh.

Wakil Wali Kota Jakarta Barat, Muhammad Zen mengatakan pendampingan diharapkan bisa meminimalisir kerugian negara karena masalah administrasi atau kesalahan lainnya.

"Agar TP4D hidup dan enggak mubajir dalam rangka mengawal agar program berjalan dengan baik. Agar tidak tergelincir," kata katanya.

Melihat begitu pentingnya TP4D, Zen meminta Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD), camat dan lurah yang hadir, memanfaatkan TP4D dalam melaksanakan pembangunan. Tim yang dibentuk pada tahun 2015 itu hanya diminati oleh empat SKPD.

"Sudin yang selalu mendapat pendampingan dua, Sudin Tata Air dan Bina Marga. Tahun ini ada tambahan, satu pertamanan dan kehutanan, kemudian Sudin Pemuda dan Olahraga," tutup Zen.
(mhd)
Berita Terkait
Cegah Banjir, Gerebek...
Cegah Banjir, Gerebek Lumpur Dilakukan Pemkot Jakbar
Pemkot Jakut Jamin Normalisasi...
Pemkot Jakut Jamin Normalisasi Kali Adem Rampung Desember
Cegah Banjir, Pemkot...
Cegah Banjir, Pemkot Depok Keruk Kali Krukut Pancoran Mas
Pemkot Jakbar Susun...
Pemkot Jakbar Susun Rencana Atasi Banjir di Tiga Lokasi Rawan Ini
Pemkot Jaksel Keruk...
Pemkot Jaksel Keruk 10 Titik Kali dan Saluran Penghubung
Pandemi Covid 19, SDA...
Pandemi Covid 19, SDA Jakbar Tetap Normalisai Kali
Berita Terkini
BNPB Petakan Karhutla...
BNPB Petakan Karhutla di Sejumlah Wilayah, Sumatera dan Kalimantan Mendominasi
47 menit yang lalu
Gempa M5,2 Guncang Pulau...
Gempa M5,2 Guncang Pulau Karatung Sulut
59 menit yang lalu
Sekjen PPP Taj Yasin...
Sekjen PPP Taj Yasin dan Agus Suparmanto Dilaporkan ke Polda Metro Jaya
2 jam yang lalu
MNC Peduli dan Park...
MNC Peduli dan Park Hyatt Jakarta Gelar Aksi Food Rescue untuk Warga Duri Kepa
2 jam yang lalu
KAI Jadi Benchmark Layanan...
KAI Jadi Benchmark Layanan Publik Indonesia, Dinilai Mampu Bersaing secara Global
3 jam yang lalu
Begal dan Curanmor,...
Begal dan Curanmor, Kasus Besar yang Diungkap Polda Riau dalam Semalam
5 jam yang lalu
Infografis
Tisu Bekas Usap Air...
Tisu Bekas Usap Air Mata Lionel Messi Dijual Rp14 Miliar
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved