Pemprov DKI Disarankan Tunda Pembatasan Sepeda Motor

Selasa, 22 Agustus 2017 - 07:13 WIB
Pemprov DKI Disarankan...
Pemprov DKI Disarankan Tunda Pembatasan Sepeda Motor
A A A
JAKARTA - Pengamat Tata Kota Universitas Trisakti, Nirwono Yoga menyarankan, agar Pemprov DKI Jakarta menunda rencana perluasan pembatasan kendaraan sepeda motor. Sebab, dalam penerapan itu, DKI belum menyiapkan beberapa fasilitas penunjang.

"Saya sarankan digunakan tahun depan, karena ada beberapa hal yang harus disiapkan," ucap Nirwono ketika dihubungi Koran SINDO, Senin 21 Agustus 2017.

Sebelum sosialisasi terhadap pembatasan kendaraan bermotor mulai diberlakukan oleh Pemprov DKI dan Dirlantas Polda Metro Jaya terhadap dua ruas kendaraan, yakni, Rasuna Said dan Sudirman hingga 11 September 2017 mendatang. Di dua ruas itu, nantinya pengendara sepeda motor dilarang melintas. Barulah setelah sosialisasi, penerapan akan dilakukan pada setelahnya.

Terhadap pembatasan ruas kendaraan ini, Nirwono menyarankan agar Pemprov dki melakukan penambahan jumlah armada bus Transjakarta terutama bagi yang mereka melintas di kawasan Sudirman-Thamrin. Sehingga pengendara sepeda motor dapat beralih ke bus Transjakarta.

Untuk itu, diperlukan Park and Ride kendaraan yang lebih banyak di beberapa pusat transportasi publik, seperti terminal bus, stasiun kereta, dan halte halte terdekat yang akan masuk dalam pembatasan kendaraan bermotor.

"Harus juga disediakan jalur-jalur alternatif pengemudi motor baik pribadi dan ojek. Karena pada jam-jam sibuk pagi dan sore, pengguna motor sangat membantu menembus kemacetan dan memangkas waktu ke tujuan," tuturnya.

Selain itu, Nirwono juga menyindir, agar percepatan ERP segera dilakukan, hal ini untuk mengurangi penggunaan mobil pribadi agar tidak masuk ke pusat kota. Cara ini untuk membatasi penggunaan kendaraan roda empat hingga ke pusat kota.

"Gunakan tarif parikir di pusat kota semakin mahal, di pinggir kota Rp5.000, kawasan kota Rp7.500 dan pusat kota Rp10.000 per jam," tutupnya.
(mhd)
Berita Terkait
Ini Deretan Jenis Sepeda...
Ini Deretan Jenis Sepeda Motor yang Dilarang Beli Pertalite
Tips Memilih dan Merawat...
Tips Memilih dan Merawat Ban Sepeda Motor
Pasar Motor Lesu, Suzuki...
Pasar Motor Lesu, Suzuki Beri Kode ke Pemerintah: Turunkan Bunga, Penjualan Bisa Melesat 10%!
Pasar Sepeda Motor Nasional...
Pasar Sepeda Motor Nasional Kirim Sinyal Bahaya, Penjualan Kumulatif 2025 Terkoreksi di Tengah Tekanan Ekonomi
Penjualan Motor Maret...
Penjualan Motor Maret 2025 Anjlok! Target 6,5 Juta Unit Tidak Tercapai?
Tahta Bergoyang Sang...
Tahta Bergoyang Sang Raja Jalanan: Honda Dominasi Pasar Motor, tapi Penjualan Mulai Kehilangan Tenaga
Berita Terkini
Mimika Darurat Narkoba,...
Mimika Darurat Narkoba, Rampeani Rachman Minta Bandar Diburu hingga ke Akar
14 menit yang lalu
Teladani KH. Wahab Hasbullah,...
Teladani KH. Wahab Hasbullah, Menag Dorong Pesantren Cetak Generasi Unggul
1 jam yang lalu
24 RW di Jakarta Bakal...
24 RW di Jakarta Bakal Alami Gangguan Air Bersih, Ini Penyebabnya
3 jam yang lalu
Tarif Sejumlah Rute...
Tarif Sejumlah Rute Transjabodetabek Bakal Dinaikkan, Termasuk Blok M-Bandara Soetta
3 jam yang lalu
CFD Rasuna Said Tetap...
CFD Rasuna Said Tetap Digelar Minggu 7 Juni, Catat Waktunya!
4 jam yang lalu
Kebakaran Permukiman...
Kebakaran Permukiman Warga di Cideng, 5 Orang Terluka dan 1 Tewas
5 jam yang lalu
Infografis
Keringanan PBB-P2 DKI...
Keringanan PBB-P2 DKI Jakarta 2026 Berlaku Bertahap
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved