HUT Ke-67 Jateng, Ribuan PNS Berpakaian Tradisional Jawa

Selasa, 15 Agustus 2017 - 17:34 WIB
HUT Ke-67 Jateng, Ribuan...
HUT Ke-67 Jateng, Ribuan PNS Berpakaian Tradisional Jawa
A A A
SEMARANG - Ribuan pegawai negeri sipil (PNS) dengan berpakaian beskap atau busana tradisional Jawa bersama santri, pelajar, TNI-Polri, dan organisasi masyarakat mengikuti upacara peringatan Hari Jadi ke-67 Provinsi Jawa Tengah (Jateng) di Lapangan Pancasila Simpang Lima, Semarang, Jateng, Selasa (15/8/2017).

Gubernur Jateng Ganjar Pranowo bertindak sebagai inspektur upacara peringatan 67 tahun Jateng yang mengusung tema Kerja Bersama Wujudkan Jateng Responsif, Kolaboratif, Inovatif, dan Kreatif. Dalam upacara tersebut juga dilangsungkan pembacaan dan penandatanganan Deklarasi Anti Radikalisme dan Terorisme. Tampak dalam deklarasi tersebut Kapolda Irjen Pol Condro Kirono, Kasdam IV/Diponegoro Brigjen TNI Muhamad Sabrar Fadhilah, dan sejumlah pejabat Muspida Jateng dan tokoh lintas agama.

Menurut Gubernur, deklarasi tersebut merupakan bukti bahwa Jateng berada pada garda terdepan perlawanan terhadap radikalisme dan terorisme. “Kita tunjukkan nasionalisme Jawa Tengah sejati untuk Ibu Pertiwi. Jangan hanya lantang bersuara dan jangan hanya membubuhkan tanda tangan semata. Ada tanggung jawab sejarah di pundak kita bersama untuk melawan radilkalisme dan terorisme lewat karya dan aksi nyata,” tegas Ganjar.

Di sisi lain, mantan anggota DPR itu juga mengajak seluruh jajarannya melakukan introspeksi apakah pelayanan masing-masing kepada masyarakat sudah baik atau belum dan apakah komplain masyarakat sudah bisa ditangani dengan baik atau tidak. “Kalau itu tidak atau belum baik, maka kita harus segera tobat, segera kita perbaiki, itu yang perlu. Meskipun sisi lain tentu kita bangga reformasi birokrasi berjalan baik, integritas mulai berjalan baik, kemiskinan masih tinggi sehingga (penanganannya) mesti dikeroyok,” paparnya.

Menurutnya, masyarakat Jateng saat ini butuh pemerintahan yang responsif dan cepat dalam merespons apa yang menjadi persoalan di tengah masyarakat. “Di usia 67 tahun ini mari kita tunjukkan kepada masyarakat bahwa Jateng makin dekat, makin mau, dan makin mampu melayani masyarakat,” pungkas Ganjar.

Dia menambahakn, Jateng sebagai rumah besar harus dijaga dengan sebaik-baiknya. “Inilah ladang pengabdian yang harus kita kelola untuk kemakmuran bersama. Sebagai warga Jawa Tengah, siapapun kita dan di mana pun berada harus dapat ikut olah lan obah untuk membangun rumah besar kita ini,” imbuh dia.
(mcm)
Berita Terkait
Sektor Pertanian Butuh...
Sektor Pertanian Butuh Perhatian Khusus
7.000 Paket Sembako...
7.000 Paket Sembako Kiriman Ganjar Mulai Diterima Warga Jateng di Jabodetabek
Sigap Arahan Ganjar,...
Sigap Arahan Ganjar, BPBD Jateng Kerahkan Tim untuk Posko dan Dapur Umum di Daerah Terdampak Banjir Rob Pantura
Tekan COVID-19, Jateng...
Tekan COVID-19, Jateng Gelar Operasi Yustisi Protokol Kesehatan secara Masif
Ganjar Minta Negara...
Ganjar Minta Negara Bertindak Tegas Tanpa Kompromi Terhadap Pengganggu Pancasila
Tak Tepat Sasaran, DPRD...
Tak Tepat Sasaran, DPRD Minta Bantuan Sembako Kendal Ditinjau Ulang
Berita Terkini
Oknum Polisi yang Siksa...
Oknum Polisi yang Siksa Istri Siri Pernah Disidang Etik
41 menit yang lalu
Bocah Perempuan di Bekasi...
Bocah Perempuan di Bekasi Tertembak Peluru Nyasar, Polisi Sita Proyektil
56 menit yang lalu
Aiptu N yang Siksa Istri...
Aiptu N yang Siksa Istri Siri Ternyata Positif Konsumsi Sabu
2 jam yang lalu
Fenomena Super New Moon,...
Fenomena Super New Moon, BMKG: Waspadai Banjir Rob pada Hari Ini hingga 22 Juli 2026
3 jam yang lalu
Mendagri Beri Apresiasi...
Mendagri Beri Apresiasi pada Warga, Jembatan Enang-Enang Akan Diperkuat
11 jam yang lalu
Petugas Bea Cukai Pekanbaru...
Petugas Bea Cukai Pekanbaru Gugur saat Jalankan Tugas Pengawasan di Perairan Siak
14 jam yang lalu
Infografis
Waspada! Ini Gejala...
Waspada! Ini Gejala Super Flu yang Masuk ke Indonesia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved