alexametrics

BPJS Ketenagakerjaan Bantu Ratusan Pekerja Disabilitas

loading...
BPJS Ketenagakerjaan Bantu Ratusan Pekerja Disabilitas
BPJS Ketenagakerjaan Bantu Ratusan Pekerja Disabilitas
A+ A-
BANDUNG - Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Ketenagakerjaan didukung Pemprov Jawa Barat dan Kementerian Ketenagakerjaan menyerahkan alat bantu kepada ratusan penyandang disabilitas yang bernaung dalam Aliansi Perempuan Disabilitas dan Lansia (APDL).

Kegiatan ini merupakan wujud kepedulian serta tanggung jawab sosial BPJS Ketenagakerjaan untuk memberikan manfaat seluas-luasnya kepada masyarakat, khususnya kepada para penyandang disabilitas di Provinsi Jabar.

Direktur Utama BPJS Ketenagakerjaan Agus Susanto mengatakan, sudah selayaknya keberadaan BPJS Ketenagakerjaan dirasakan seluruh lapisan masyarakat, termasuk para penyandang disabilitas di Indonesia sebagai wujud komitmen BPJS Ketenagakerjaan untuk menciptakan kesejahteraan pada setiap lapisan masyarakat.

"Program ini diharapkan dapat mendukung terciptanya kesetaraan bagi para penyandang difabel," ujar Direktur Utama BPJS Ketenagakerjaan Agus Susanto dalam penyerahan alat bantu kepada penyandang disabilitas di Aula Pusat Dakwah Islam (Pusdai) Jabar, Jalan Diponegoro, Kota Bandung, Selasa (8/8/2017).

Agus berharap, bantuan program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) ini dapat meningkatkan kesejahteraan dan kesetaraan hidup para penyandang disabilitas di Indonesia.

"Semoga program TJSL ini juga bisa menginspirasi masyarakat lain untuk meningkatkan kepedulian kepada pekerja difabel, sehingga peningkatan kesejahteraan mereka dapat terakselerasi melalui sinergi semua pihak," katanya.

Agus menambahkan, para pekerja difabel kini telah tergabung dalam program perlindungan jaminan sosial dari BPJS Ketenagakerjaan, yang mendorong mereka untuk bekerja lebih produktif.

Tahun ini, pihaknya menargetkan 1.000 pekerja disabilitas di Jabar sudah terdaftar sebagai peserta BPJS Ketenagakerjaan. "Saat ini, yang terdaftar baru sekitar 300-400 orang," katanya.

Kegiatan ini pun mendapat apresiasi dari Menteri Ketenagakerjaan M Hanif Dhakiri yang turut hadir dalam acara tersebut. Menurut Hanif, penyerahan alat bantu bagi penyandang disabilitas merupakan wujud komitmen BPJS Ketenagakerjaan untuk hadir di tengah-tengah masyarakat.

Melalui kegiatan ini, lanjut Hanif, BPJS Ketenagakerjaan telah memperlihatkan wujud nyata dimana setiap pekerja difabel bisa terus aktif bekerja di tengah keterbatasan fisik yang dideritanya.

"Pembangunan di Indonesia harus inklusi, pelatihan kerjanya harus inklusi, penempatannya pun harus inklusi, sehingga bisa untuk semua orang karena pada dasarnya kita sama. Sama-sama warga negara, sama-sama membutuhkan pekerjaan," tuturnya.

Hanif pun mengapresiasi kerja keras para penyandang disabilitas di Indonesia yang dinilainya mau berkarya, meski dengan segala keterbatasannya. Dia menyebutkan, dari total penyandang disabilitas di Indonesia sekitar 21 juta orang, sekitar 96%-nya aktif bekerja.

"Di Jabar sendiri, angkatan kerja penyandang disabilitas sebanyak 2 juta orang. Sebanyak 1,8 juta orang atau sekitar 93%-nya bekerja dan yang menganggur hanya sekitar 133.000 orang atau sekitar 7%. Para penyandang disabilitas ini menjalani hidupnya sepenuh hati untuk memperbaiki rizki dan kehidupannya," pungkas Hanif.

Dalam kegiatan ini, berbagai jenis alat bantu disabilitas, meliputi sepeda motor modifikasi, kaki palsu, tangan palsu, kursi roda, penyangga kaki, alat bantu dengar, tongkat netra, hingga alat bantu penunjang usaha, seperti etalase, gerobak, mesin jahit diserahkan kepada sekitar 160 orang penyandang disabilitas yang tersebar di Provinsi Jabar.
(sms)
preload video
TULIS KOMENTAR ANDA!
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak