PNS Kominfo Dicopet di Commuter Line, Uang Rp1,5 Juta Raib
Rabu, 09 Agustus 2017 - 06:03 WIB
PNS Kominfo Dicopet di Commuter Line, Uang Rp1,5 Juta Raib
A
A
A
DEPOK - Penumpang kereta api Commuter Line Jabodetabek kembali jadi korban pencopetan. Kali ini korbannya adalah Qomarudin (57), pegawai negeri sipil (PNS) di Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo).
Qomarudin mengaku kehilangan dompet yang ditaruh di dalam tas ranselnya. Ia menduga dompetnya dicopet saat dalam perjalanan dari Stasiun Tanah Abang menuju Stasiun Pondok Cina, Depok. Ia baru sadar kehilangan dompet ketika turun di Stasiun Pondok Cina sekitar pukul 17.00 WIB.
"Saya biasa kalau pulang kerja naik kereta dari Tanah Abang menuju Pondol Cina. Ketika itu memang penuh sekali. Tas ransel saya taruh di depan. Tapi pas turun di Stasiun Pondok Cina, kantong tas kecil yang paling depan sudah terbuka," ujarnya, Selasa (8/8/2017) malam.
Qomarudin kehilangan dompet berisi uang tunai sekitar Rp1,5 juta, KTP, dan kartu peserta Taspen. "Tadi saya baru dapat uang, ada sekitar Rp 1,5 juta. Semuanya hilang. Saya langsung urus surat kehilangan ke Polres Depok," ucap orang tua dari wartawati koran lokal di Depok itu.
Dia berharap agar kasus serupa tidak terjadi lagi. Ia pun mengimbau agar penumpang kereta api Commuter Line lebih berhati-hati dari aksi pencopet. Apalagi kasus semacan ini bukan kali saja terjadi. Sehari sebelumnya, seorang wartawan KORAN SINDO juga menjadi korban pencopetan di Commuter Line. (Baca:Wartawan KORAN SINDO Jadi Korban Kejahatan di Dalam Commuter Line)
Qomarudin mengaku kehilangan dompet yang ditaruh di dalam tas ranselnya. Ia menduga dompetnya dicopet saat dalam perjalanan dari Stasiun Tanah Abang menuju Stasiun Pondok Cina, Depok. Ia baru sadar kehilangan dompet ketika turun di Stasiun Pondok Cina sekitar pukul 17.00 WIB.
"Saya biasa kalau pulang kerja naik kereta dari Tanah Abang menuju Pondol Cina. Ketika itu memang penuh sekali. Tas ransel saya taruh di depan. Tapi pas turun di Stasiun Pondok Cina, kantong tas kecil yang paling depan sudah terbuka," ujarnya, Selasa (8/8/2017) malam.
Qomarudin kehilangan dompet berisi uang tunai sekitar Rp1,5 juta, KTP, dan kartu peserta Taspen. "Tadi saya baru dapat uang, ada sekitar Rp 1,5 juta. Semuanya hilang. Saya langsung urus surat kehilangan ke Polres Depok," ucap orang tua dari wartawati koran lokal di Depok itu.
Dia berharap agar kasus serupa tidak terjadi lagi. Ia pun mengimbau agar penumpang kereta api Commuter Line lebih berhati-hati dari aksi pencopet. Apalagi kasus semacan ini bukan kali saja terjadi. Sehari sebelumnya, seorang wartawan KORAN SINDO juga menjadi korban pencopetan di Commuter Line. (Baca:Wartawan KORAN SINDO Jadi Korban Kejahatan di Dalam Commuter Line)
(thm)