Atasi Macet, Pemkab Bogor Akan Lebarkan Jalur Puncak 4 Meter
Selasa, 08 Agustus 2017 - 23:58 WIB
Atasi Macet, Pemkab Bogor Akan Lebarkan Jalur Puncak 4 Meter
A
A
A
BOGOR - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor akan melebarkan jalur puncak guna mengatasi kemacetan yang semakin parah menuju kawasan wisata itu.
Kepala Bidang Sarana dan Prasarana, Bappedalitbang Kabupaten Bogor, Ajat Rohmat Jatnika, mengatakan, jalur puncak rencananya dibuat menjadi empat lajur agar dapat menampung kendaraan wisatawan saat menuju ke kawasan wisata puncak.
Untuk pelebaran jalan, rencananya masing-masing akan diambil dua meter pada sisi kiri dan kanan jalan. “Kalau kami inginnya pelebaran masing-masing 3,5 meter agar ada pembatas jalan,” ujar Ajat, Selasa (8/8/2017).
Pemerintah pusat, kata dia, akan menganggarkan dana sekitar Rp36 miliar untuk membenahi jalur wisata puncak, mulai dari sekitaran Gadog hingga Cianjur. Pihaknya juga sedang membahas mengenai perubahan geometri di titik yang rawan terjadinya kecelakaan, seperti di Tanjakan Selarong.
Ajat melanjutkan, ada beberapa program yang telah dibahas oleh pemerintah daerah, mulai dari pelebaran jalan hingga mengembalikan kawasan puncak sebagai destinasi wisata. Terlebih belakangan jalur puncak ini menjadi sorotan setelah terjadi kasus kecelakaan yang banyak menelan korban jiwa. “Hasilnya kajian kami akan diusulkan kepada pemerintah pusat," tukasnya.
Kepala Bidang Sarana dan Prasarana, Bappedalitbang Kabupaten Bogor, Ajat Rohmat Jatnika, mengatakan, jalur puncak rencananya dibuat menjadi empat lajur agar dapat menampung kendaraan wisatawan saat menuju ke kawasan wisata puncak.
Untuk pelebaran jalan, rencananya masing-masing akan diambil dua meter pada sisi kiri dan kanan jalan. “Kalau kami inginnya pelebaran masing-masing 3,5 meter agar ada pembatas jalan,” ujar Ajat, Selasa (8/8/2017).
Pemerintah pusat, kata dia, akan menganggarkan dana sekitar Rp36 miliar untuk membenahi jalur wisata puncak, mulai dari sekitaran Gadog hingga Cianjur. Pihaknya juga sedang membahas mengenai perubahan geometri di titik yang rawan terjadinya kecelakaan, seperti di Tanjakan Selarong.
Ajat melanjutkan, ada beberapa program yang telah dibahas oleh pemerintah daerah, mulai dari pelebaran jalan hingga mengembalikan kawasan puncak sebagai destinasi wisata. Terlebih belakangan jalur puncak ini menjadi sorotan setelah terjadi kasus kecelakaan yang banyak menelan korban jiwa. “Hasilnya kajian kami akan diusulkan kepada pemerintah pusat," tukasnya.
(thm)