Amankan Trotoar dari Pelanggar, DKI Sebar Petugas Gabungan
Rabu, 02 Agustus 2017 - 20:15 WIB
Amankan Trotoar dari Pelanggar, DKI Sebar Petugas Gabungan
A
A
A
JAKARTA - Petugas gabungan dari Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) dan Dinas Perhubungan dan Transportasi (Dishubtrans) diterjunkan untuk menjaga trotoar yang ada di Jakarta. Langkah ini dilakukan untuk memastikan trotoar tak lagi disalah gunakan.
Selain melakukan penjagaan, intensifitas penertiban juga bakal rutin dilakukan petugas. Mereka nantinya bakal menyisir sejumlah jalanan, mengawasi PKL dan parkir liar yang kerap mengganggu di kawasan Jakarta.
Hal itu disampaikan Wakadishubtrans DKI Jakarta, Sigit Wijatmoko. Dia mengatakan, bakal menebar petugas di beberapa titik di Jakarta.
"Kita bakal rutin lakukan operasi sampai masyarakat jera, selain itu kami akan menempatkan petugas," kata Sigit kepada Koran SINDO, Rabu (2/8/2017).
Pada hari pertama sterilisasi trotoar kemarin, sejumlah petugas gabungan, mulai dari kepolisian dan TNI melakukan razia di beberapa titik. Operasi serentak dilakukan di lima wilayah administrasi kota Jakarta.
Dalam penertiban itu, 52 kendaraan roda empat berhasil dikandangkan. 49 di antaranya dilakukan penilangan dan 94 kendaraan roda dua dikempiskan dan 45 kendaraan roda empat juga di kempiskan. "Saya sudah minta Kasudin di lima wilayah untuk melakukan penertiban," tutur Sigit.
Sementara itu, di Jakarta Barat dalam rangka menindaklanjuti Instruksi Gubernur No 99 tahun 2017 tentang larangan parkir di atas trotoar dan bahu jalan. 34 kendaraan di Kedoya dilakukan pengempisan. Dua kendaraan pribadi ditilang dan dua kendaraan dilakukan penderekan.
Kasudinhubtrans Jakarta Barat, Anggiat Banjanahor mengatakan, penertiban ini gencar dilakukan selama sebulan terakhir ini. Dia juga bakal menyisir kantong parkir liar seperti di Puri kembangan, Meruya Ilir, serta sekitaran kawasan Glodok, Hayam Wuruk, dan Gajah Mada. "Pokonya dalam sebulan ini, kita akan kerahkan petugas menyisir 56 wilayah kelurahan di Jakarta Barat," tuturnya.
Tak hanya melakukan penertiban terhadap kawasan parkir. Penertiban melibatkan satpol pp juga dilakukan petugas. PKL liar di sejumlah trotoar di tertibkan dalam rangka mensetrilisasi.
Kasatpol PP Jakarta Barat, Tamo Sijabat mengatakan jauh sebelum penertiban terhadap parkir liar. Pihaknya lebih dahulu melakukan penyisiran terhadap pkl pkl liar yang berdagang di trotoar.
Jalanan seperti kawasan arteri panjang, Daan mogot, S. Parman, serta Hayam Wuruk dilakukan penertiban. Dalam kegiatan ini beberapa lapak dan gerobak pedagang kemudian diangkut paksa petugas. "Nah untuk menjaganya, kita serahkan manpol kecamatan untuk menjaga kawasan itu," tuturnya.
Pengamat Tata kota Universitas Trisakti Nirwono Jogo mengatakan, perlu koordinasi antar dinas untuk mensteriliasasi trotoar agar tetap terjaga. Pemasangan besi besi di setiap akses naik turun trotoar dilakukan untuk menjaga agar trotoar tetap bersih.
Dengan demikian kendaraan dan beberapa lapak pedagang tidak akan bisa naik keatas trotoar. Cara ini juga dianggap cukup efektif untuk menjaga trotoar tetap dilintasi pejalan kaki.
Banyak trotoar yang kemudian menjadi lapak parkir kata Nirwono tak lepas dari kurangnya kantong pkantong parkir di jakarta Barat. Karena kurang tersedia, akhirnya banyak warga sekitar memilih untuk memarkirkan kendaraan di trotoar.
"Nah kalau begini perlu adanya ketegasan dari petugas lapangan. Dan harus rutin demi memberi efek jera," katanya.
Selain melakukan penjagaan, intensifitas penertiban juga bakal rutin dilakukan petugas. Mereka nantinya bakal menyisir sejumlah jalanan, mengawasi PKL dan parkir liar yang kerap mengganggu di kawasan Jakarta.
Hal itu disampaikan Wakadishubtrans DKI Jakarta, Sigit Wijatmoko. Dia mengatakan, bakal menebar petugas di beberapa titik di Jakarta.
"Kita bakal rutin lakukan operasi sampai masyarakat jera, selain itu kami akan menempatkan petugas," kata Sigit kepada Koran SINDO, Rabu (2/8/2017).
Pada hari pertama sterilisasi trotoar kemarin, sejumlah petugas gabungan, mulai dari kepolisian dan TNI melakukan razia di beberapa titik. Operasi serentak dilakukan di lima wilayah administrasi kota Jakarta.
Dalam penertiban itu, 52 kendaraan roda empat berhasil dikandangkan. 49 di antaranya dilakukan penilangan dan 94 kendaraan roda dua dikempiskan dan 45 kendaraan roda empat juga di kempiskan. "Saya sudah minta Kasudin di lima wilayah untuk melakukan penertiban," tutur Sigit.
Sementara itu, di Jakarta Barat dalam rangka menindaklanjuti Instruksi Gubernur No 99 tahun 2017 tentang larangan parkir di atas trotoar dan bahu jalan. 34 kendaraan di Kedoya dilakukan pengempisan. Dua kendaraan pribadi ditilang dan dua kendaraan dilakukan penderekan.
Kasudinhubtrans Jakarta Barat, Anggiat Banjanahor mengatakan, penertiban ini gencar dilakukan selama sebulan terakhir ini. Dia juga bakal menyisir kantong parkir liar seperti di Puri kembangan, Meruya Ilir, serta sekitaran kawasan Glodok, Hayam Wuruk, dan Gajah Mada. "Pokonya dalam sebulan ini, kita akan kerahkan petugas menyisir 56 wilayah kelurahan di Jakarta Barat," tuturnya.
Tak hanya melakukan penertiban terhadap kawasan parkir. Penertiban melibatkan satpol pp juga dilakukan petugas. PKL liar di sejumlah trotoar di tertibkan dalam rangka mensetrilisasi.
Kasatpol PP Jakarta Barat, Tamo Sijabat mengatakan jauh sebelum penertiban terhadap parkir liar. Pihaknya lebih dahulu melakukan penyisiran terhadap pkl pkl liar yang berdagang di trotoar.
Jalanan seperti kawasan arteri panjang, Daan mogot, S. Parman, serta Hayam Wuruk dilakukan penertiban. Dalam kegiatan ini beberapa lapak dan gerobak pedagang kemudian diangkut paksa petugas. "Nah untuk menjaganya, kita serahkan manpol kecamatan untuk menjaga kawasan itu," tuturnya.
Pengamat Tata kota Universitas Trisakti Nirwono Jogo mengatakan, perlu koordinasi antar dinas untuk mensteriliasasi trotoar agar tetap terjaga. Pemasangan besi besi di setiap akses naik turun trotoar dilakukan untuk menjaga agar trotoar tetap bersih.
Dengan demikian kendaraan dan beberapa lapak pedagang tidak akan bisa naik keatas trotoar. Cara ini juga dianggap cukup efektif untuk menjaga trotoar tetap dilintasi pejalan kaki.
Banyak trotoar yang kemudian menjadi lapak parkir kata Nirwono tak lepas dari kurangnya kantong pkantong parkir di jakarta Barat. Karena kurang tersedia, akhirnya banyak warga sekitar memilih untuk memarkirkan kendaraan di trotoar.
"Nah kalau begini perlu adanya ketegasan dari petugas lapangan. Dan harus rutin demi memberi efek jera," katanya.
(mhd)