Begini Modus Komplotan Bandit ATM yang Beraksi di Kota Depok
Senin, 31 Juli 2017 - 20:38 WIB
Begini Modus Komplotan Bandit ATM yang Beraksi di Kota Depok
A
A
A
DEPOK - Polresta Depok telah mengamankan tiga anggota komplotan pembobol mesin anjungan tunai mandiri (ATM) di Komplek Pelni, Sukmajaya, Depok. Dari pemeriksaaan komplotan ini telah menjalankan aksinya lebih dari dua kali. Modus mereka ternyata cukup sederhana untuk memangsa korban.
Wakil Kapolresta Depok, Ajun Komisaris Besar Polisi (AKBP) Faisal Ramadhan, menjelaskan, trik yang dilakukan pelaku adalah dengan mengganjal mulut mesin ATM menggunakan tusuk gigi. Tujuannya agar kartu ATM milik korban terganjal dan tidak bisa keluar. Pelaku juga memasang stiker yang bertuliskan nomor call center palsu. (Baca: Sembunyi di Gunung Putri, Polresta Depok Cokok 3 Buronan Pembobol ATM)
Ketika korban panik, pelaku mengarahkan agar menelpon ke nomor yang tertera. "Nomor itu ternyata adalah teman pelaku. Kemudian dipandu untuk memberikan pin korban," ungkap AKBP Faisal kepada wartawan, Senin (31/7/2017).
AKBP Faisal melanjutkan, korban yang dalam kondisi panik kemudian memberikan nomor PIN pada pelaku yang berpura-pura menjadi petugas call center. Setelah PIN didapat, pelaku menghubungi kawannya yang berada di dekat mesin ATM.
Selanjutnya, pelaku mengambil kartu ATM yang terganjal di mesin. Caranya dengan menggunakan pisau kecil yang sudah ditempel perekat. "Setelah PIN didapat dan kartu diambil, pelaku mengambil uang dari rekening korban," pungkasnya.
Wakil Kapolresta Depok, Ajun Komisaris Besar Polisi (AKBP) Faisal Ramadhan, menjelaskan, trik yang dilakukan pelaku adalah dengan mengganjal mulut mesin ATM menggunakan tusuk gigi. Tujuannya agar kartu ATM milik korban terganjal dan tidak bisa keluar. Pelaku juga memasang stiker yang bertuliskan nomor call center palsu. (Baca: Sembunyi di Gunung Putri, Polresta Depok Cokok 3 Buronan Pembobol ATM)
Ketika korban panik, pelaku mengarahkan agar menelpon ke nomor yang tertera. "Nomor itu ternyata adalah teman pelaku. Kemudian dipandu untuk memberikan pin korban," ungkap AKBP Faisal kepada wartawan, Senin (31/7/2017).
AKBP Faisal melanjutkan, korban yang dalam kondisi panik kemudian memberikan nomor PIN pada pelaku yang berpura-pura menjadi petugas call center. Setelah PIN didapat, pelaku menghubungi kawannya yang berada di dekat mesin ATM.
Selanjutnya, pelaku mengambil kartu ATM yang terganjal di mesin. Caranya dengan menggunakan pisau kecil yang sudah ditempel perekat. "Setelah PIN didapat dan kartu diambil, pelaku mengambil uang dari rekening korban," pungkasnya.
(thm)