Urai Kemacetan, Pemkot Depok Akan Berlakukan Sistem Satu Arah

Minggu, 23 Juli 2017 - 19:42 WIB
Urai Kemacetan, Pemkot...
Urai Kemacetan, Pemkot Depok Akan Berlakukan Sistem Satu Arah
A A A
DEPOK - Pemerintah Kota (Pemkot) Depok bakal memberlakukan ujicoba sistem satu arah (SSA) di ruas Jalan Dewi Sartika pada Sabtu 29 Juli 2017. Sebelum ujicoba itu dilakukan, pemkot akan melakukan sosialisasi selama lima hari mulai Senin 24 hingga Jumat 28 Juli 2017. Jika ujicoba itu dianggap efektif mengurai kemacetan, maka SSA bakal dilakukan secara permanen.

Penerapan SSA ini secara teknis, Jalan Dewi Sartika hanya akan digunakan untuk kendaraan dari arah Jalan Raya Sawangan yang hendak menuju pertigaan Jalan Raya Kartini-Margonda. Sehingga satu arahnya adalah dari barat ke timur. Pengendara dari Jalan Raya Kartini dan yang hendak mengarah ke Jalan Raya Sawangan akan dialihkan memutar di Jalan Arief Rahman Hakim (ARH) terus menuju Jalan Nusantara, Pancoran Mas.

Sistem ini diyakini bisa mengurai kemacetan karena selama ini kendaraan yang hendak menuju Jalan Raya Sawangan sangat tinggi. Jalan Dewi Sartika merupakan akses sentral menuju Jalan Raya Sawangan.

"Tahap awal sosialisasi pada Senin (24 Juli). Ujicoba dimulai Sabtu (29/7). Hal itu dilakukan guna mengatasi kemacetan yang sudah sangat parah terjadi di Jalan Dewi Sartika," kata Kepala Dinas Perhubungan Kota Depok, Gandara Budiana, Minggu (23/7/2017).

Sebagai bentuk sosialisasi, Pemkot Depok telah mengeluarkan Surat Edaran Sekretariat Daerah Pemkot Depok No 6651.1/1421.Pemb tanggal 21 Juli 2017 tentang SSA. Oleh karenanya Pemkot Depok berharap pihak terkait seperti Polres Depok melakukan sosialisasi ini kepada masyarakat.

"Setelah sosialisasi selanjutnya ujicoba. Tidak ada batasan sampai kapan ujicobanya. Tidak ada jeda nanti akhirnya berlanjut," tukasnya.

Pihaknya tentunya akan melakukan evaluasi dari sistem ini. Melihat apa saja dampaknya dan melakukan perbaikan jika masih ada kekurangan. "Tujuannya kan mengurangi kemacetan. Kita akan evaluasi tentunya," katanya.

Dia menegaskan, bahwa penerapan ini sudah melalui kajian terlebih dahulu. Pengkajian bahkan melibatkan konsultan swasta. Alasan dilakukan SSA di ruas ini adalah karena merupakan titik kemacetan parah. Terlebih di sana juga ada perlintasa resmi milik PT KAI.

"Kita lihat evaluasinya sampai seberapa adanya peningkatan kecepatan kendaraan. Disisi lain ini untuk mengurangi macet yang mengekor karena adanya perlintasan," paparnya.

Sekretaris Dishub Kota Depok, Yusmanto menjelaskan, tujuan SSA adalah mengurai kemacetan arah tersebut yang cukup tinggi. Jalur tersebut adalah kinerja dua arah, ditambah adanya perlintasan kareta api yang cukup sering sekitar dua menit sekali. Alhasil, dari arah citayam menuju margonda akan tersendat di belokan arah Sawangan.

"Dari arah timur ke barat padat, ngeri juga kalau dilihat pas kereta lewat macet dari arah Citayam berhenti. Dari arah Margonda mah ke Citayam atau Sawangan pun terhenti juga," kata Yusmantom

Karena itu, akan ada rekayasa satu arah dari barat ke timur. Dari arah barat atau sawangan menuju margonda atau Depok Dua bisa melewati Jalan Dewi Sartika. Sedangkan dari arah timur seperti citayam atau simpangan menuju sawangan bisa melalui flyover Arif Rahman Hakim. "Perputaran di flyover Arif Rahman Hakim, tidak lewat dewi sartika lagi," ujarnya.

Yusmanto melanjutkan, ruas jalan dewi sartika sangat kecil. Lalu lintas dua arah memadatkan kendaraan yang melintas. "Ruas kecil, volume kendaraan banyak. Ya macet," tandasnya.

Sementaa itu, Wakil Wali Kota Depok Pradi Supriatna mengakui adanya rencana ujicoba tersebut. Nanti dalam ujicoba tersebut akan dilihat dampaknya seperti apa. "Kita lihat efektivitasnya seperti apa. Bisa seminggu atau dua minggu. Nanti dilihat hasil uji coba tersebut," katanya.

Dirinya mengungkapkan, jika tujuan diberlakukan sistem satu arah untuk memecah masalah kemacetan yang kerap terjadi. Seperti diketahui di jalur-jalur tersebut bisa dikatakan zona merah kemacetan. Biasanya kepadatan jumlah kendaraan terjadi pada saat jelang akhir pekan.

"Ini untuk kepentingan rakyat kalau bukan sekarang kapan lagi. Bukan karena Transmart atau apa. Rencana ini memang sudah lama sebelum kami diamanahkan memimpin Depok," ungkapnya.

Selain itu, dia mengungkapkan tentang rencana Pemkot Depok membangun flyover. "Untuk kajian flyover juga sudah lama ada.Ini untuk yang Markas Wangi ya. Saat ini sedang dikaji apakah pembangunany nanti underpass atau flyover," terangnya.

Menurutnya rencana pembangunan tersebut juga cara pemerintah Kota Depok untuk menunjang perekonomian daerah. "Dengan adanya jalan baru nanti maka juga bisa meningkatkan perekonomian kita," pungkasnya.

Rencana ini mendapat tanggapan dari masyarakat Depok. Tidak sedikit warga menilai hal tersebut akan membuat kemacetan bertambah. "Jalan Nusantara pasti tambah macet, belum ditambah sama angkot yang ngetem," ucap Lilis warga Pancoran Mas.

Warga lainnya yakni Heri mengatakan dengan adanya sistem satu arah itu tidak menutup kemungkinan jalan tikus atau jalan alternatif akan ramai. "Bisa juga nanti Perumnas jadi rame karena banyak yang lewat situ," terangnya.

Namun ada juga yang mendukung rencana pemerintah tersebut. Salah satunya Rahma. Warga Beji itu berharap dengan diberlakukan nya sistem satu arah akan mengurangi kemacetan. "Semoga ngurangin macet, bete juga kalau harus kena macet terus dijalan," katanya.

Warga lain Ita juga berharap rencana pemerintah kota Depok akan membawa manfaat yang lebih baik. "Semoga lebih baik lagi karena rencananya kan baik, kita lihat saja nanti," tandasnya.
(mhd)
Berita Terkait
Ada Penyempitan Jalan,...
Ada Penyempitan Jalan, Margonda Mengalami Kemacetan
Timbulkan Titik Kemacetan...
Timbulkan Titik Kemacetan Baru, Ganjil Genap di Jalan Margonda Depok Dihentikan
Wali Kota Depok Optimistis...
Wali Kota Depok Optimistis BISKITA Kurangi Masalah Kemacetan
Cari Solusi Atasi Kemacetan,...
Cari Solusi Atasi Kemacetan, Pemkot Depok Minta Pendapat BPTJ
Atasi Kemacetan, Pemkot...
Atasi Kemacetan, Pemkot Depok Lebarkan Simpang Ramanda dan Sengon
Perlintasan Jalan Dewi...
Perlintasan Jalan Dewi Sartika Ditutup, Kota Depok Dikepung Macet
Berita Terkini
11 Orang Tewas, Truk...
11 Orang Tewas, Truk Tronton Hantam Pikap Rombongan Pengantar Pengantin di Pantura Indramayu
9 jam yang lalu
Gerak Cepat! Pemkab...
Gerak Cepat! Pemkab Bogor Terjunkan Alat Berat Bersihkan Tumpukan Sampah di Kali Baru
10 jam yang lalu
BNPB Sebut 3 Daerah...
BNPB Sebut 3 Daerah di Pulau Jawa Dilanda Karhutla, Ini Lokasinya
10 jam yang lalu
Usai Jadi Tersangka,...
Usai Jadi Tersangka, Rumah Dinas Eks Jampidsus Febrie Adriansyah Sepi Tanpa Aktivitas
16 jam yang lalu
Pekan Dekranasda Tangsel...
Pekan Dekranasda Tangsel 2026, Momentum Perkenalkan Produk Lokal UMKM
17 jam yang lalu
Komitmen Berkelanjutan,...
Komitmen Berkelanjutan, Tracon Industri Kolaborasi Tanam 500 Mangrove di Karawang
18 jam yang lalu
Infografis
6 Negara Arab Paling...
6 Negara Arab Paling Terjangkau, Nomor Satu Negara Paling Aman
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved