Sentot Ali Basya, Panglima Perang Diponegoro yang Dijuluki Napoleon Jawa

Sabtu, 22 Juli 2017 - 05:00 WIB
A A A
Kemudian Napoleon Jawa itu dipaksa Belanda untuk bertempur menghadapi Imam Bonjol. Belanda menjalankan siasat "divide et impera" politik adu domba.

Di Sumatera Barat ia gunakan kesempatan itu untuk mengadakan kontak dengan anak buah Imam Bonjol.Ia menggabungkan diri ke dalam pasukan Paderi untuk melanjutkan perang Sabil.

Namun, pada akhirnya Belanda mencium rencana itu, Sentot Ali Basya ditangkap dan dikirim ke Batavia. Di Batavia ini Gubernur Jenderal Belanda mengeluarkan beslit (surat keputusan) sebagai tawanan perang dan diasingkan ke Bengkulu.

Sumber:
wikipedia
an-najah
diolah dari berbagai sumber
(nag)
Halaman :
Komentar
Copyright © 2023 SINDOnews.com
berita/ rendering in 0.1455 seconds (11.210#12.26)