Jatim Targetkan 8,4 Juta Anak Imunisasi Campak-Rubella

Jum'at, 21 Juli 2017 - 17:24 WIB
Jatim Targetkan 8,4...
Jatim Targetkan 8,4 Juta Anak Imunisasi Campak-Rubella
A A A
SURABAYA - Sebagai provinsi yang padat penduduk, Pemprov Jawa Timur (Jatim) menargetkan imunisasi campak dan rubella sebanyak 8,4 juta anak di 38 kabupaten/kota.

Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Jatim Kohar Hari Santoso menuturkan, imunisasi gratis untuk mengantisipasi dampak negatif dari penyakit campak-rubella. Pihaknya sudah mendata kantong-kantong campak dan rubella yang harus segara di atasi. Pemberian imunisasi dimulai 1 Agustus nanti sampai September.

“Kami membidik 8.468.640 anak dengan usia 9 bulan sampai 15 tahun sebagai peserta imunisasi. Mereka bisa mendapatkan layanan gratis di puskesmas, puskesmas pembantu, posyandu, poskesdes serta rumah sakit di tiap kabupaten/kota,” ujar Kohar, Jumat (21/7/2017).

Ia menjelaskan, imunisasi menjadi langkah utama dalam meningkatkan kekebalan tubuh dan melindungi terhadap serangan penyakit. Apalagi Jatim masih menjadi daerah yang rentan terhadap serangan campak dan rubella.

Pemberian vaksin sendiri harus teratur dan bertahap. Mulai dari bayi usia 9 bulan, usia 24 dan 36 bulan. “Jadi tidak boleh berlebihan atau kurang. Tidak boleh hanya diberikan sekali harus dua kali saja,” ucapnya.

Kepala Seksi Pencegahan Pengamatan Penyakit dan Penanggulangan Masalah Kesehatan (P3PMK) Dinkes Jatim Gito Hartono menuturkan, penyakit campak disebabkan virus campak. Gejala campak dapat dilihat dari tanda adanya demam, menggigil, hidung dan mata berair.

Gejala lain yang tampak yaitu timbul ruam-ruam pada kulit berupa bercak dan bintil merah pada kulit muka, leher, dan selaput lendir mulut. Saat penyakit campak memuncak, suhu tubuh bisa mencapai 40 derajat celcius.

“Bahaya rubella dapat mengakibatkan ruam pada kulit menyerupai campak, radang selaput lendir, dan radang selaput tekak,” ungkapnya.

Gito menambahkan ruam rubella biasanya hilang dalam waktu 2-3 hari. Gejala rubella berupa sakit kepala, kaku pada persendian, dan rasa lemas.

“Bila bayi baru lahir atau anak balita terinfeksi rubella bisa mengakibatkan kebutaan. Bila wanita hamil terinfeksi rubella, dapat mempengaruhi pertumbuhan janin,” jelasnya.
(rhs)
Berita Terkait
PERMINESIA Dorong Edukasi...
PERMINESIA Dorong Edukasi Kesehatan Tubuh dan Hormonal bagi Perempuan Menopause
Generali Health Cities...
Generali Health Cities di 17 Kota Demi Kesehatan Masyarakat
Mutu Fasilitas Kesehatan...
Mutu Fasilitas Kesehatan Menentukan Kesehatan Masyarakat
Optimalisasi Kesehatan...
Optimalisasi Kesehatan Pencernaan Anak untuk Kesehatan Holistik
Vaksinasi Tenaga Kesehatan...
Vaksinasi Tenaga Kesehatan Lansia
Idap Gangguan Kesehatan...
Idap Gangguan Kesehatan akibat Banjir, Para Lansia Serbu Layanan Kesehatan Gratis
Berita Terkini
Puluhan Siswa SMA Belajar...
Puluhan Siswa SMA Belajar Riset, AI, dan Keberlanjutan secara Langsung
9 jam yang lalu
92 WN China Pelaku Penipuan...
92 WN China Pelaku Penipuan Investasi di Batam Dideportasi, Seumur Hidup Dilarang ke Indonesia
10 jam yang lalu
UP2B Jabar Siaga 24...
UP2B Jabar Siaga 24 Jam Jaga Pasokan Listrik, Libur Sekolah Nyaman Berkat Kinerja PLN
10 jam yang lalu
Bang Jago yang Pukul...
Bang Jago yang Pukul Pengendara Motor di Jagakarsa Positif Sabu
11 jam yang lalu
3 Pelaku Penyerangan...
3 Pelaku Penyerangan yang Tewaskan 3 Polisi di Katingan Dibekuk
12 jam yang lalu
YLC-8 IKA ITS Siapkan...
YLC-8 IKA ITS Siapkan Generasi Pemimpin Adaptif Menuju Indonesia Emas 2045
12 jam yang lalu
Infografis
Indonesia-AS Teken Perjanjian...
Indonesia-AS Teken Perjanjian Dagang Resiprokal: Kabar Baik buat 4 Juta Buruh Tekstil
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved