Bullying di Kampus Gunadarma, Tim Investigasi Terus Bekerja

Selasa, 18 Juli 2017 - 14:24 WIB
Bullying di Kampus Gunadarma,...
Bullying di Kampus Gunadarma, Tim Investigasi Terus Bekerja
A A A
DEPOK - Universitas Gunadarma Depok telah membentuk tim investigasi internal untuk mengusut aksi perundungan atau bullying oleh sejumlah mahasiswa kepada seorang rekannya yang berkebutuhan khusus, Muhammad Farhan. Tim investigasi langsung dibentuk oleh pihak universitas begitu video aksi bullying tersebut viral di sosial media dua hari terakhir.

Sejak Senin (17/7/2017) pihak Universitas Gunadarma terus melakukan pendalaman atas kasus ini. Bahkan sejumlah mahasiswa yang terlihat dalam tayangan video itu sudah dipanggil dan dimintai keterangan. Hanya saja sampai siang ini belum ada keputusan yang diambil pihak kampus kepada pelaku bully.

Pihak kampus Universitas Gunadarma masih belum bisa memutuskan sanksi karena masih dilakukan investigasi. Tapi yang pasti ada aturan main di internal kampus. "Dikampus ini ada tata tertib yang harus dipatuhi sejak mahasiswa baru masuk. Mereka harus tandatangan surat pernyataan yang diketahui orang tua, dan itu harus dipatuhi," ujar Wakil Rektor Tiga Universitas Gunadarma, Irwan Bastian, di Kampus Gunadarma, Kelapa Dua, Depok, Selasa (18/7/2017).

Pihaknya mengaku masih menunggu hasil investigasi sampai saat ini. Siang ini pun tim masih melanjutkan investigasi. "Kami menunggu hasilnya. Hasilnya berdasarkan sanksi ringan sampai berat. Sanksi ringan berupa peringatan lisan, yang berat sampai DO (dikeluarkan)," tukasnya. (Baca: Universitas Gunadarma Pastikan Sanksi untuk Mahasiswa Pelaku Bully)

Irwan menjamin pihak universitas akan memproses kasus bullying ini hingga tuntas. Kika memang ditemukan unsur pidana pelaku bisa dipolisikan. "Kalau memang ada unsur pidana kami akan terbuka pada kepolisian. Sampai saat ini masih dalam proses (investigasi internal)," paparnya.
(thm)
Berita Terkait
Letusan Kasus Pelecehan...
Letusan Kasus Pelecehan Seksual di Dunia Pendidikan Menggemparkan
Kasus Rudapaksa Dokter...
Kasus Rudapaksa Dokter PPDS, Menkes: Pendidikan Kedokteran Perlu Dibenahi
Tingkatkan Kualitas...
Tingkatkan Kualitas Pendidikan, Pemkab Langkat Hadirkan Smartboard untuk Siswa
KPK Sebut Pendidikan...
KPK Sebut Pendidikan di Indonesia Masih Berorientasi Uang
Pendidikan Mahal, Orang...
Pendidikan Mahal, Orang Miskin Dilarang Sekolah
Momogi Berbagi Hadirkan...
Momogi Berbagi Hadirkan Edukasi dan Keceriaan bagi Siswa Sekolah Kami
Berita Terkini
11 Orang Tewas, Truk...
11 Orang Tewas, Truk Tronton Hantam Pikap Rombongan Pengantar Pengantin di Pantura Indramayu
9 jam yang lalu
Gerak Cepat! Pemkab...
Gerak Cepat! Pemkab Bogor Terjunkan Alat Berat Bersihkan Tumpukan Sampah di Kali Baru
10 jam yang lalu
BNPB Sebut 3 Daerah...
BNPB Sebut 3 Daerah di Pulau Jawa Dilanda Karhutla, Ini Lokasinya
10 jam yang lalu
Usai Jadi Tersangka,...
Usai Jadi Tersangka, Rumah Dinas Eks Jampidsus Febrie Adriansyah Sepi Tanpa Aktivitas
16 jam yang lalu
Pekan Dekranasda Tangsel...
Pekan Dekranasda Tangsel 2026, Momentum Perkenalkan Produk Lokal UMKM
17 jam yang lalu
Komitmen Berkelanjutan,...
Komitmen Berkelanjutan, Tracon Industri Kolaborasi Tanam 500 Mangrove di Karawang
18 jam yang lalu
Infografis
10 Negara dengan Harga...
10 Negara dengan Harga Bensin Termurah di Dunia, Libya Cuma Rp427 per Liter
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved