Arus Balik Padat, Waktu Tempuh Palimanan-Cikampek via Cipali Nyaris 8 Jam
Jum'at, 30 Juni 2017 - 20:33 WIB
Arus Balik Padat, Waktu Tempuh Palimanan-Cikampek via Cipali Nyaris 8 Jam
A
A
A
CIREBON - Ketakutan sejumlah masyarakat akan kondisi puncak arus balik pada Sabtu, 1 Juli 2017 besok, membuat sejumlah masyarakat berinsiatif balik hari ini. Akibatnya ruas tol Cikampek Palimanan (Cipali) menjadi penuh sesak, waktu tempuh pun menjadi lebih lama.
Dari Gerbang Tol Palimanan menuju Cikampek membutuhkan waktu 8 jam, nyaris empat kali lipat dibandingkan waktu normal yang hanya membutuhkan waktu 2-3 jam saja. Pantauan SINDOnews di GT Palimanan, kemacetan arus balik telah terlihat di kawasan itu sejak berbatasan dengan jalan Pantura, yang jaraknya nyaris 2 kilometer.
Memasuki kawasan tol, kepadatan telah terlihat. Dua lajur yang ada serta lajur darurat tak mampu menampung kendaraan yang lebih di dominasi oleh mobil berpelat jakarta. "Sejak tadi pagi mas, kepadatan terlihat," ucap Yanto, salah satu pedagang di rest area Km 130, Jumat (30/6/2017).
Kondisi demikian diperburuk dengan minimnya rest area di sepanjang ruas tol tersebut. Akibatnya banyak kendaraan kemudian parkir bebas di bahu jalan tol, arus kendaraan menjadi tersendat lantaran penyempitan.
Hal demikian, jauh berbeda dengan rest area di ruas Tol Jakarta Cikampek, rest area cukup banyak membuat bahu jalan tak dipenuhi kendaraan."Kalau engga parkir di pinggir jalan, kita bisa masuk rest area di Km 102 Subang," tutur salah satu pemudik Kemal (52).
Sekalipun di beberapa titiknya terdapat anggota kepolisian. Namun karena penuh sesaknya. Mereka tak mampu berbuat banyak, sejumlah polisi terlihat pasrah melihat kondisi ini.
Dari Gerbang Tol Palimanan menuju Cikampek membutuhkan waktu 8 jam, nyaris empat kali lipat dibandingkan waktu normal yang hanya membutuhkan waktu 2-3 jam saja. Pantauan SINDOnews di GT Palimanan, kemacetan arus balik telah terlihat di kawasan itu sejak berbatasan dengan jalan Pantura, yang jaraknya nyaris 2 kilometer.
Memasuki kawasan tol, kepadatan telah terlihat. Dua lajur yang ada serta lajur darurat tak mampu menampung kendaraan yang lebih di dominasi oleh mobil berpelat jakarta. "Sejak tadi pagi mas, kepadatan terlihat," ucap Yanto, salah satu pedagang di rest area Km 130, Jumat (30/6/2017).
Kondisi demikian diperburuk dengan minimnya rest area di sepanjang ruas tol tersebut. Akibatnya banyak kendaraan kemudian parkir bebas di bahu jalan tol, arus kendaraan menjadi tersendat lantaran penyempitan.
Hal demikian, jauh berbeda dengan rest area di ruas Tol Jakarta Cikampek, rest area cukup banyak membuat bahu jalan tak dipenuhi kendaraan."Kalau engga parkir di pinggir jalan, kita bisa masuk rest area di Km 102 Subang," tutur salah satu pemudik Kemal (52).
Sekalipun di beberapa titiknya terdapat anggota kepolisian. Namun karena penuh sesaknya. Mereka tak mampu berbuat banyak, sejumlah polisi terlihat pasrah melihat kondisi ini.
(whb)