Atasi Macet dan Kecelakaan, Jalur Puncak Bakal Dibenahi

Selasa, 13 Juni 2017 - 07:31 WIB
Atasi Macet dan Kecelakaan,...
Atasi Macet dan Kecelakaan, Jalur Puncak Bakal Dibenahi
A A A
BOGOR - Setelah sekian puluh tahun jalur Puncak yang menghubungkan tiga kecamatan (Ciawi, Megamendung dan Cisarua) Kabupaten Bogor dengan Cianjur akhirnya bakal dibenahi. Selain mengatasi kemacetan juga untuk meminimalisir angka kecelakaan di kawasan hawa sejuk itu.

Sinyalemen bakal adanya pembenahan jalur Puncak guna mengurangi beban kendaraan yang memadati jalur Puncak setiap akhir pekan dan libur panjang itu disampaikan Bupati Bogor Nurhayanti usai bertemu Presiden Joko Widodo di Istana Bogor, April lalu.

"Pertemuan itu membahas solusi penanganan kemacetan yang kerap terjadi di Puncak, khususnya saat libur akhir pekan dan libur panjang," kata Nurhayanti di Bogor, Senin 12 Juni 2017.

Konkretnya, lanjut dia, pertemuan itu menghasilkan dua pesan dari Presiden, yakni tentang solusi kemacetan Puncak. Pertama ialah dengan pelebaran jalan dan rencana pembangunan jalan poros tengah timur. Kedua, dukungan Pemkab Bogor terhadap pembebasan lahan Waduk Cipayung dan Sukamahi.

"Karena status jalan raya Puncak itu kewenangan pemerintah pusat, kami hanya mengusulkan dan memfasilitasi pelebaran jalan. Kita akan membantu membongkar bangunan di area Jalan Puncak yang bakal disebarkan," katanya.

Nurhayanti mengatakan, secara teknis hingga saat ini program pelebaran jalan tersebut masih dalam kajian Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PU-Pera) untuk pelaksanaannya.

Namun demikian, Pemkab Bogor saat ini tengah mempersiapkan pembongkaran bangunan agar rencana pelebaran jalan yang dilakukan pemerintah pusat untuk mengatasi kemacetan mulai dari, Desa Gadog, Ciawi-Megamendung-hingga jalan perbatasan Cianjur dapat berjalan lancar.

"Jika program pelaksanaan dari Kementerian PU-Pera itu sudah siap, pihaknya akan memerintahkan SKPD terkait untuk membantu perobohan bangunan-bangunan yang berdiri di area pinggir jalan," ungkapnya.

Untuk penanganan masalah kemacetan itu, sambungnya, pemkab juga akan fokus pada pelebaran jalan alternatif wilayah selatan yang melibatkan empat desa, tiga di antaranya yaitu Desa Cipayung, Cipayung Datar, dan Cipayung Girang.

Dia mengatakan, proyek jalan alternatif Puncak poros tengah timur dimulai dari Sentul hingga jalan dekat Taman Bunga Logi dilanjutkan hingga ke Istana Cipanas Cianjur akan direncanakan lebih lanjut.

"Tapi yang prioritas ialah pelebaran jalan dulu sesuai program dari pusat. Mudah-mudahan bisa berbarengan dengan pelebaran jalan desa," katanya.

Sementara itu Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah Penelitian dan Pengembangan (Bappedalitbang) Daerah Kabupaten Bogor Syarifah Sofiah juga meyakini, kemacetan di jalur Puncak bisa diselesaikan dengan mengalihkan arus kendaraan.

Kendaraan dialihkan ke jalur alternatif wilayah utara dan selatan. Dia mengakui status jalan alternatif tersebut merupakan jalan desa. "Semoga setelah disampaikan usulan ini ke Menteri Pekerjaan Umum maka dapat direalisasikan pada tahun 2018," katanya.

Pihaknya menegaskan ketiga usulan tersebut, pelebaran badan jalan di jalur Puncak dianggap lebih praktis. Cara itu juga cukup optimal mencegah kemacetan kendaraan terlebih saat akhir pekan dan hari libur nasional.

Syarifah mengatakan, rencana pelebaran jalan sudah dianggarkan pemerintah pusat tahun ini. Meskipun tidak secara menyeluruh di sepanjang jalur Puncak Kabupaten Bogor hingga Cianjur.

"Pelaksanaan pelebaran tahun 2017 sudah dianggarkan hanya belum menyeluruh masih spot-spot tertentu dengan??< lebar yang belum optimal," katanya.

Menurutnya, pelebaran jalan tersebut tidak akan menimbulkan longsor seperti terjadi beberapa kali sepanjang 2017 di sana. Dia memastikan risiko longsor masih relatif kecil meski pelebaran mencapai masing-masing dua meter di kanan dan kiri jalan yang ada sekarang.

Selain itu, pihaknya juga meyakini pembangunan pelebaran jalan oleh pemerintah pusat nanti akan melibatkan tenaga teknis yang berkompeten sehingga ikut memperhitungkan kondisi tanah di lokasi pelebaran jalan tersebut.

Lebih lanjut, dia menambahkan selain melakukan pelebaran jalan, pihaknya juga mengaku ingin menetapkan kebijakan pembatasan kendaraan roda empat pribadi melintas ke jalur puncak.

"Jika sepanjang jalan nasional puncak itu sudah dilebarkan, rencana ke depan adalah secara bertahap akan dioperasionalkan bus wisata. Itu untuk mengurangi penggunaan mobil pribadi," tuturnya.

Kepala Bidang Sarana Prasarana Bappedalitbang Kabupaten Bogor Ajat Rochmat dalam jangka panjang, permasalahan kemacetan di jalur Puncak menurutnya bisa dikurangi dengan mengoptimalkan jalur alternatif utara-selatan atau jalur Sentul hingga Istana Cipanas.

Menurut hasil kajian pembangunan jalur Sentul-Istana Cipanas dapat mengurangi hingga 51% jumlah kendaraan yang mengarah ke kawasan Puncak. Untuk mengatasi kemacetan di jalur Puncak, Kabupaten Bogor yang terjadi hampir setiap hari, pemerintah pusat berencana akan melakukan pelebaran jalan.

"Pelebaran jalan juga dilakukan untuk mengantisipasi banyaknya kasus kecelakaan di sepanjang jalur wisata tersebut," katanya.

Menurutnya, pelebaran jalan masing-masing diambil dua meter pada sisi kiri dan kanan jalan. "Kalau kami inginnya pelebaran masing-masing 3,5 meter, agar ada pembatas jalan," katanya.

Pemerintah pusat, kata dia, akan menganggarkan sekitar Rp36 miliar untuk membenahi jalur wisata Puncak dari mulai sekitaran Gadog hingga Cianjur.

Tak hanya itu, kata dia, pihaknya juga sedang membahas mengenai perubahan geometri di titik yang rawan terjadinya kecelakaan seperti di Tanjakan Selarong. "Tapi harus ada koordinasi dengan pemerintah pusat, karena bagaimanapun puncak itu masuknya jalan nasional," ujarnya.

Ketua DPRD Kabupaten Bogor, Ade Ruhendi mengatakan, pihaknya berulangkali dalam berbagai kesempatan meminta Pemkab segera melakukan kajian serta langkah kongkret terkait permasalahan (Kemacetan dan Kecelakaan) di jalur Puncak.

"Agar cepat terealisasi solusi permasalahan di jalur Puncak butuh kerjasama semua pihak dan peran pemerintah pusat itu penting agar jalur puncak bisa diperlebar," katanya.

Tak hanya itu, ia menambahkan jalur alternatif pun saat ini kondisinya tidak memungkinkan lantaran selain rawan longsor juga kondisi jalan yang masih pas-pasan.

"Kalau infrastrukturnya memadai masyarakat juga menyadi nyaman dan otomatis pemasukan PAD dari sektor wisata di kawasan puncak pun akan bertambah," tandasnya.
(mhd)
Berita Terkait
Deretan Kota-Kota di...
Deretan Kota-Kota di Indonesia dengan Tingkat Kemacetan Tertinggi
Makin Parah, Jakarta...
Makin Parah, Jakarta Tempati Peringkat Ketujuh Kota Termacet di Dunia
Kurangi Macet di Jakarta,...
Kurangi Macet di Jakarta, Heru Budi Akan Bahas Pembagian Jam Kerja Usai Lebaran
Potret Kemacetan Imbas...
Potret Kemacetan Imbas Penutupan Jalan Protokol
Kerugian Rp71,4 Triliun...
Kerugian Rp71,4 Triliun Akibat Macet Parah di 6 Kota
Jelang Jumatan, Mampang...
Jelang Jumatan, Mampang Prapatan Macet Parah
Berita Terkini
Peringati Hari Lingkungan...
Peringati Hari Lingkungan Hidup Sedunia, Sentul City Tanam 3.850 Pohon
5 jam yang lalu
Gelar Pernas XIII di...
Gelar Pernas XIII di Klaten, FMKI Keluarkan Seruan Moral
5 jam yang lalu
Pemerintah Serahkan...
Pemerintah Serahkan SK Hutan Adat Jambi hingga Bali Seluas 1.175 Hektare
6 jam yang lalu
Fasilitas Pengemasan...
Fasilitas Pengemasan Minyak Goreng di Surabaya Percepat Pasokan ke Indonesia Timur
6 jam yang lalu
Taruna Nusantara Cimahi-Redea...
Taruna Nusantara Cimahi-Redea Institute Kerja Sama Peningkatan Kualitas Akademik
8 jam yang lalu
Bukan Sekadar Digital,...
Bukan Sekadar Digital, Teras Kapal BRI Buktikan CX100 Danantara Hadir Nyata di Pulau Terpencil
9 jam yang lalu
Infografis
7 Alasan Dunia Tak Menghukum...
7 Alasan Dunia Tak Menghukum Trump dan Netanyahu meski AS-Israel Bom Iran
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved