Psikolog Forensik Yakin Vionina Nekat Aksi Bugil karena Halusinasi

Kamis, 08 Juni 2017 - 01:35 WIB
Psikolog Forensik Yakin...
Psikolog Forensik Yakin Vionina Nekat Aksi Bugil karena Halusinasi
A A A
JAKARTA - Vionina Magdalena (26) nekat berbelanja tanpa mengenakan pakaian karena adanya halusinasi. Diduga kuat halusinasi dikarenakan obat penenang yang dikonsumsi Vionina.

Ketua Asosiasi Psikologi Forensik Reni Kusumowardhani megatakan, halusinasi menjadi penyebab Vionina melakukan aksi bugil. Terlebih hasil penyelidikan dan keterangan yang diberikan kepada polisi, Vionina mengaku terpengaruh obat penenang hingga mengalami gangguan jiwa.

"Dia mengalami gangguan jiwa dan halusinasi karena mengonsumsi obat penenang, atau dia hanya berhalusinasi karena terlalu banyak mengonsumsi obat penenang," kata Reni kepada wartawan Rabu (7/6/2017).

Melihat apa yang dialami Vionina, Reni menyarankan agar wanita itu harus direhabilitasi bila terpengaruh karena halusinasi. Namun bila disertai gangguan jiwa, maka Vionina wajib menjalani rawat inap di Rumah Sakit (RS) jiwa. ‎

Meski demikian, untuk penanganan berkelanjutan penelitaan yang cermat harus dilakukan tim medis. Karena itu, Reni menyebut wajar bila penangan psikis Vionina dilakukan oleh psikiater, psikolog, dan dokter spesialis penyakit dalam.

"Langkah RS Polri sudah tepat sebelum tim medis memutuskan kelanjutan proses penyembuhan bagi pasien," tutur Reni. Dia mengungkapkan, mengonsumsi obat penenang terlalu sering atau mengonsumsi obat penenang berlebihan akan menimbulkan halusinasi, yaitu kesalahan persepsi menyangkut suara dan penglihatan.

"Kalau yang bersangkutan dibiarkan mengonsumsi obat penenang secara sembrono, apalagi jika dia juga mengidap gangguan jiwa, maka kondisi mentalnya akan kian memburuk," ucapnya.

Karena itu, Reni mengimbau, menghadapi masalah kejiwaan, datanglah ke psikolog atau ke psikiater. Jangan buru-buru mengonsumsi obat penenang secara serampangan untuk segera mendapatkan perasaan tenang.

"Obat penenang bukan sarana buat seseorang lari dari persoalan hidupnya. Perlu syarat dan takaran tertentu bagi yang hendak mengonsumsi obat penenang," tegasnya. Jika dalam konsultasi psikologis seorang pasien akhirnya mampu menyelesaikan kesulitan hidupnya, maka tak membutuhkan lagi obat penenang.

"Jadi memang sebaiknya pasien ke psikolog atau psikiater dulu untuk berkonseling, dan mendapat arahan mengonsumsi obat penenang melengkapi proses penyembuhan jiwa," tutup Reni.
(whb)
Berita Terkait
Heboh, Anak Ikan Hiu...
Heboh, Anak Ikan Hiu Berwajah Manusia Ditangkap Nelayan Rote
Ajaib! Wanita dengan...
Ajaib! Wanita dengan 2 Vagina, Uteri dan Serviks Lahirkan Bayi Lucu
Pria India Dua Tahun...
Pria India Dua Tahun Sakit Perut, Hasil Rontgen Kejutkan Para Dokter
Aneh! 220 Kali Kencan...
Aneh! 220 Kali Kencan Berujung Kegagalan, Model Ini Nikahi Anjingnya
Kowloon Walled City,...
Kowloon Walled City, Kota Tanpa Hukum yang Jadi Surga Para Kriminal
Mobil dari Batu Bata...
Mobil dari Batu Bata Muncul di Jalan, Netizen Sebut Bugatti Zaman Majapahit
Berita Terkini
Kuasa Hukum Roy Suryo...
Kuasa Hukum Roy Suryo Beberkan Konstruksi Laporan Terhadap Lechumanan dan Rismon
24 menit yang lalu
Kader PPP Segera Laporkan...
Kader PPP Segera Laporkan Taj Yasin, Agus Suparmanto, dan Thobahul Aftoni ke Polda Metro
27 menit yang lalu
PTUN Serang Tutup Gugatan...
PTUN Serang Tutup Gugatan Yayasan Syarif Hidayatullah, Pengacara: Kepemilikan UIN Jakarta Kian Tegas
1 jam yang lalu
SDN di NTT Dibongkar...
SDN di NTT Dibongkar untuk KDMP, Andreas PDIP: Jangan Korbankan Program Lainnya
2 jam yang lalu
Program Perempuan Berdaya...
Program Perempuan Berdaya Sandiaga Uno, Peserta Raup Pesanan Jutaan Rupiah
3 jam yang lalu
129 Sampul Paspor Bekas...
129 Sampul Paspor Bekas Jemaah Haji Ditemukan Tercecer di Serpong, Imigrasi: Dokumen Lama
3 jam yang lalu
Infografis
6 Kendaraan Polisi yang...
6 Kendaraan Polisi yang Biasa Diterjunkan dalam Aksi Demo
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved