Roadshow ke Aceh, Rombongan IIPG Kunjungi Pesantren dan Meunasah
Kamis, 18 Mei 2017 - 16:07 WIB
Roadshow ke Aceh, Rombongan IIPG Kunjungi Pesantren dan Meunasah
A
A
A
PIDIE JAYA - Ikatan Istri Partai Golkar (IIPG) melanjutkan roadshow yang dikemas dalam bentuk bakti sosial ke Nanggroe Aceh Darussalam. Sebelumnya IIPG mengunjungi sejumlah kota di Jawa Barat, Jawa Timur, dan Jawa Tengah. Bakti sosial yang dipimpin Ketua Umum IIPG Deisti Setya Novanto tersebut dipusatkan di Kabupaten Pidie Jaya.
Kunjungan di Pidie Jaya ini dilakukan di Pondok Pesantren Al-Munawaroh. Di situ Deisti Novanto menyerahkan bantuan 300 paket sembako, Alquran, sarung dan mukena. Bakti sosial diakhiri dengan peresmian dan penandatanganan prasasti pembangunan fasilitas pesantren berupa 10 MCK. Pembangunan MCK ini sangat bermanfaat karena sebelumnya para santri harus mengantri panjang untuk keperluan mandi dan lainnya.
Deisti mengucapkan rasa syukur dapat kembali menginjakkan kakinya di tanah leluhurnya serta mengucapkan terima kasih atas sambutan hangat masyarakat Pidie Jaya.
”Rasa syukur saya dapat kembali berada di Nanggroe Aceh Darussalam. Nenek saya juga orang Aceh. Jadi ini merupakan tanah leluhur saya. Terima kasih juga atas sambutan dari masyarakat Pidie yang sangat meriah,” katanya dalam rilis yang diterima SINDOnews, Kamis (18/5/2017).
Deisti kemudian menjelaskan maksud dan tujuan kehadirannya ini sebagai komitmen IIPG menjaga silaturahmi dengan masyarakat. Menurutnya, ini menjadi komitmen IIPG dalam membantu para suami yang telah berjuang di Partai Golkar dengan slogan Suara Golkar Suara Rakat.
Terkait alasan pesantren dan meunasah yang menjadi target kunjungan, Deisti menjelaskan, kedua tempat ini tidak bisa dilepaskan dari masyarakat Aceh yang terkenal dengan julukan Serambi Mekah ini.
“Julukan Serambi Mekkah membuktikan bahwa Islam dan Aceh tidak bisa dipisahkan. Sedangkan meunasah, khususnya di Aceh telah lama dikenal sebagai pusat pendidikan dan pengajaran agama Islam. Untuk itulah kami menjadikan menasah dan pesantren sebagai prioritas kunjungan IIPG di Aceh,” jelasnya.
Menurut Deisti, di pesantren terdapat nilai-nilai, etos dan budaya yang menjadi modal utama dalam membangunan peradaban luhur. Nilai-nilai yang dikembangkan, seperti tauhid, kemanusian, keadilan dan kejujuran, kepedulian terhadap makhluk lain, kemandirian, dan kebersahajaan adalah ruh dari pembangunan manusia Indonesia seutuhnya.
Pimpinan pondok pesantren Buya Abu Usman Kuta Krueng mengucapkan banyak terima kasih atas perhatian dan bantuan yang diberikan IIPG. Pihaknya sangat terbantu dengan pembangunan 10 MCK dari IIPG tersebut. Pembangunan MCK tersebut melancarkan kegiatan. "Alhamdulillah tidak ada antrean lagi," katanya.
Geusyik, tokoh masyarakat juga berterima kasih kepada IIPG dan Partai Golkar atas bantuan yang diberikan. ”Alhamdulillah, saya mewakili masyarakat berterima kasih kepada Ibu-ibu dari Partai Golkar, jauh-jauh dari Jakarta sudah menemui kami di Pidie. Semoga Allah SWT membalasnya dengan kebaikan yang lebih banyak,” ujarnya.
Kunjungan di Pidie Jaya ini dilakukan di Pondok Pesantren Al-Munawaroh. Di situ Deisti Novanto menyerahkan bantuan 300 paket sembako, Alquran, sarung dan mukena. Bakti sosial diakhiri dengan peresmian dan penandatanganan prasasti pembangunan fasilitas pesantren berupa 10 MCK. Pembangunan MCK ini sangat bermanfaat karena sebelumnya para santri harus mengantri panjang untuk keperluan mandi dan lainnya.
Deisti mengucapkan rasa syukur dapat kembali menginjakkan kakinya di tanah leluhurnya serta mengucapkan terima kasih atas sambutan hangat masyarakat Pidie Jaya.
”Rasa syukur saya dapat kembali berada di Nanggroe Aceh Darussalam. Nenek saya juga orang Aceh. Jadi ini merupakan tanah leluhur saya. Terima kasih juga atas sambutan dari masyarakat Pidie yang sangat meriah,” katanya dalam rilis yang diterima SINDOnews, Kamis (18/5/2017).
Deisti kemudian menjelaskan maksud dan tujuan kehadirannya ini sebagai komitmen IIPG menjaga silaturahmi dengan masyarakat. Menurutnya, ini menjadi komitmen IIPG dalam membantu para suami yang telah berjuang di Partai Golkar dengan slogan Suara Golkar Suara Rakat.
Terkait alasan pesantren dan meunasah yang menjadi target kunjungan, Deisti menjelaskan, kedua tempat ini tidak bisa dilepaskan dari masyarakat Aceh yang terkenal dengan julukan Serambi Mekah ini.
“Julukan Serambi Mekkah membuktikan bahwa Islam dan Aceh tidak bisa dipisahkan. Sedangkan meunasah, khususnya di Aceh telah lama dikenal sebagai pusat pendidikan dan pengajaran agama Islam. Untuk itulah kami menjadikan menasah dan pesantren sebagai prioritas kunjungan IIPG di Aceh,” jelasnya.
Menurut Deisti, di pesantren terdapat nilai-nilai, etos dan budaya yang menjadi modal utama dalam membangunan peradaban luhur. Nilai-nilai yang dikembangkan, seperti tauhid, kemanusian, keadilan dan kejujuran, kepedulian terhadap makhluk lain, kemandirian, dan kebersahajaan adalah ruh dari pembangunan manusia Indonesia seutuhnya.
Pimpinan pondok pesantren Buya Abu Usman Kuta Krueng mengucapkan banyak terima kasih atas perhatian dan bantuan yang diberikan IIPG. Pihaknya sangat terbantu dengan pembangunan 10 MCK dari IIPG tersebut. Pembangunan MCK tersebut melancarkan kegiatan. "Alhamdulillah tidak ada antrean lagi," katanya.
Geusyik, tokoh masyarakat juga berterima kasih kepada IIPG dan Partai Golkar atas bantuan yang diberikan. ”Alhamdulillah, saya mewakili masyarakat berterima kasih kepada Ibu-ibu dari Partai Golkar, jauh-jauh dari Jakarta sudah menemui kami di Pidie. Semoga Allah SWT membalasnya dengan kebaikan yang lebih banyak,” ujarnya.
(poe)