Usai Operasi Bariatrik, Berat Badan Arya Bocah Obesitas Turun 17 Kg
Rabu, 03 Mei 2017 - 04:30 WIB
Usai Operasi Bariatrik, Berat Badan Arya Bocah Obesitas Turun 17 Kg
A
A
A
TANGERANG - Masih ingat dengan bocah penderita obesitas Arya Permana warga Karawang, Jawa Barat. Bocah berusia 11 tahun dengan bobot 186 kilogram ini baru saja menjalani operasi bariatrik atau sleeve gastrectomy.
Operasi ini untuk mengecilkan ukuran lambung hingga hanya tinggal JB ukuran aslinya. Ukuran lambung yang kecil ini akan membatasi porsi makan Arya dan memiliki dampak cepat kenyang. Selain itu, Aria juga akan mengalami penurunan rasa lapar akibat menurunnya hormon ghrelin, dan sisa lambung yang ada tetap bisa digunakan untuk mempertahankan fungsi pencernaan.
Dokter spesialis anak RS OMNI Alam Sutera Marlyn C Melange mengatakan, operasi bariatrik merupakan solusi bagi Arya dengan efek bonus tambahan mengontrol penyakit diabetes. "Bedah bariatrik merupakan teknik operasi pengecilan dan bypass lambung yang bertujuan untuk menurunkan berat badan dan mengatasi obesitas," kata Marlyn kepada Koran SINDO di BSD, Selasa, 2 Mei 2017 kemarin.
Di negara maju, operasi ini sudah umum dilakukan, karena telah tebukti efektif menurunkan berat badan yang dapat bertahan dalam waktu lama.
Operasi ini, penting artinya bagi Arya. Sebab obesitas yang dialami Arya dapat menyebabkan penyakit jantung, diabetes melitus, dislipidemia, gangguan pernapasan saat sedang tidur, dan kanker.
"Apabila tidak segera mendapatkan penanganan medis yang tepat, Arya dapat terkena risiko terkena penyakit komplikasi di atas. Lebih buruk, bahkan bisa menyebabkan kematian," sambungnya.
Marlyn menjelaskan, dalam melakukan operasi bariatrik pihaknya menggunakan teknik laparoskopi atau invasif, yaitu operasi melalui lubang sayatan kecil berukuran 1 cm sebanyak 3-4 buah. Keuntungannya bedah dengan metode ini adalah mengurangi rasa nyeri dan bekas luka sayatan sangat kecil, sehingga secara kosmetik bekas operasi tidak terlihat.
”Operasi ini membuat perubahan bentuk lambung atau usus, dan mengakibatkan berkurangnya asupan, serta penyerapan makanan, dan peningkatan hormon inkretin yang berdampak pada gula darah menjadi lebih terkontrol," ujarnya.
Pada tubuh Arya, operasi ini digadang-gadang akan memberikan respons positif dan efisien dalam mengatur pola keseimbangan kadar gula darahnya. "Operasi ini juga memiliki efek utama mengatasi obesitas dan diabetes, serta efek ikutan mengatasi penyakit jantung, kolesterol, gangguan napas, risiko stroke, asam urat dan masalah nyeri sendi, serta pinggang dan lutut," ungkapnya.
Sementara itu, Direktur RS OMNI Alam Sutera Dr Agus Wahyudi mengatakan, dalam operasi ini Arya tidak dipungut biaya oleh rumah sakit."Operasi bariatrik pada Arya adalah salah satu bentuk tanggung jawab sosial RS OMNI Alam Sutera beserta tim dokter. Operasi ini dilakukan tanpa memungut biaya kepada keluarga Arya," katanya.
Saat ini Arya telah pulang ke rumah dan berkumpul bersama keluarga tercinta. Selanjutnya, Arya akan menjalani kontrol secara periodik dari rumah sakit untuk memantau kondisinya.
"Kami berharap Arya dan orangtuanya mengikuti arahan tim dokter dan secara berangsur angsur Arya dapat menikmati pertumbuhan dan perkembangan dengan kondisi normal," ungkapnya.
Arya dioperasi pada 17 April 2017, di RS OMNI Alam Sutera. Operasi ini berhasil dengan sukses dan diharapkan bisa menjadi solusi bocah berbadan besar itu dari obesitas yang dialaminya.
Terpisah, Asep Somantri mengaku sangat senang melihat perkembangan Arya setelah dioperasi. Berat Arya sejak dioperasi turun sebanyak 17 kilogram. "Terima kasih banyak RS OMNI. Semenjak dioperasi, berat badan Arya turun 17 kg. Pola makannya juga sekarang sudah mulai berubah dari sebelumnya," terang Asep, kepada Koran SINDO.
Menurut Asep, sejak dioperasi Arya tidak boleh makan yang enak-enak, seperti daging rendang dan lainnya yang selama ini menjadi favorit saat makan.( Baca: Dilarang Makan Banyak, Arya si Bocah Obesitas Menangis sampai Berguling )
Operasi ini untuk mengecilkan ukuran lambung hingga hanya tinggal JB ukuran aslinya. Ukuran lambung yang kecil ini akan membatasi porsi makan Arya dan memiliki dampak cepat kenyang. Selain itu, Aria juga akan mengalami penurunan rasa lapar akibat menurunnya hormon ghrelin, dan sisa lambung yang ada tetap bisa digunakan untuk mempertahankan fungsi pencernaan.
Dokter spesialis anak RS OMNI Alam Sutera Marlyn C Melange mengatakan, operasi bariatrik merupakan solusi bagi Arya dengan efek bonus tambahan mengontrol penyakit diabetes. "Bedah bariatrik merupakan teknik operasi pengecilan dan bypass lambung yang bertujuan untuk menurunkan berat badan dan mengatasi obesitas," kata Marlyn kepada Koran SINDO di BSD, Selasa, 2 Mei 2017 kemarin.
Di negara maju, operasi ini sudah umum dilakukan, karena telah tebukti efektif menurunkan berat badan yang dapat bertahan dalam waktu lama.
Operasi ini, penting artinya bagi Arya. Sebab obesitas yang dialami Arya dapat menyebabkan penyakit jantung, diabetes melitus, dislipidemia, gangguan pernapasan saat sedang tidur, dan kanker.
"Apabila tidak segera mendapatkan penanganan medis yang tepat, Arya dapat terkena risiko terkena penyakit komplikasi di atas. Lebih buruk, bahkan bisa menyebabkan kematian," sambungnya.
Marlyn menjelaskan, dalam melakukan operasi bariatrik pihaknya menggunakan teknik laparoskopi atau invasif, yaitu operasi melalui lubang sayatan kecil berukuran 1 cm sebanyak 3-4 buah. Keuntungannya bedah dengan metode ini adalah mengurangi rasa nyeri dan bekas luka sayatan sangat kecil, sehingga secara kosmetik bekas operasi tidak terlihat.
”Operasi ini membuat perubahan bentuk lambung atau usus, dan mengakibatkan berkurangnya asupan, serta penyerapan makanan, dan peningkatan hormon inkretin yang berdampak pada gula darah menjadi lebih terkontrol," ujarnya.
Pada tubuh Arya, operasi ini digadang-gadang akan memberikan respons positif dan efisien dalam mengatur pola keseimbangan kadar gula darahnya. "Operasi ini juga memiliki efek utama mengatasi obesitas dan diabetes, serta efek ikutan mengatasi penyakit jantung, kolesterol, gangguan napas, risiko stroke, asam urat dan masalah nyeri sendi, serta pinggang dan lutut," ungkapnya.
Sementara itu, Direktur RS OMNI Alam Sutera Dr Agus Wahyudi mengatakan, dalam operasi ini Arya tidak dipungut biaya oleh rumah sakit."Operasi bariatrik pada Arya adalah salah satu bentuk tanggung jawab sosial RS OMNI Alam Sutera beserta tim dokter. Operasi ini dilakukan tanpa memungut biaya kepada keluarga Arya," katanya.
Saat ini Arya telah pulang ke rumah dan berkumpul bersama keluarga tercinta. Selanjutnya, Arya akan menjalani kontrol secara periodik dari rumah sakit untuk memantau kondisinya.
"Kami berharap Arya dan orangtuanya mengikuti arahan tim dokter dan secara berangsur angsur Arya dapat menikmati pertumbuhan dan perkembangan dengan kondisi normal," ungkapnya.
Arya dioperasi pada 17 April 2017, di RS OMNI Alam Sutera. Operasi ini berhasil dengan sukses dan diharapkan bisa menjadi solusi bocah berbadan besar itu dari obesitas yang dialaminya.
Terpisah, Asep Somantri mengaku sangat senang melihat perkembangan Arya setelah dioperasi. Berat Arya sejak dioperasi turun sebanyak 17 kilogram. "Terima kasih banyak RS OMNI. Semenjak dioperasi, berat badan Arya turun 17 kg. Pola makannya juga sekarang sudah mulai berubah dari sebelumnya," terang Asep, kepada Koran SINDO.
Menurut Asep, sejak dioperasi Arya tidak boleh makan yang enak-enak, seperti daging rendang dan lainnya yang selama ini menjadi favorit saat makan.( Baca: Dilarang Makan Banyak, Arya si Bocah Obesitas Menangis sampai Berguling )
(whb)