Semua Pihak Diimbau Bekerja Keras dan Berdoa untuk Kemenangan Anies-Sandi
Rabu, 19 April 2017 - 01:13 WIB
Semua Pihak Diimbau Bekerja Keras dan Berdoa untuk Kemenangan Anies-Sandi
A
A
A
JAKARTA - Sejumlah pimpinan partai politik (parpol) pendukung, tokoh masyarakat, sesepuh, alim ulama dan juga relawan pada Selasa (18/4/2017) malam berkumpul untuk menyamakan persepsi jelang hari H pemungutan suara Pilkada DKI Jakarta putaran kedua.
Semua pihak diimbau untuk bekerja keras dan berdoa untuk memenangkan pasangan calon (paslon) nomor 3, Anies Baswedan dan Sandiaga Uno.
"Intinya konsolidasi ini untuk menyatukan satu perspektif bahwa kita harus berjuang, besok juga hari H pemilihan agar bekerja keras dan berdoa tentunya," ujar Ketua Umum DPP Partai Persatuan Indonesia (Perindo) selaku tuan rumah acara konsolidasi, Hary Tanoesoedibjo (HT) usai acara konsolidasi di Restoran Batik Kuring SCBD, Jakarta, Selasa malam (18/4/2017).
Menurut HT, konsolidasi sekaligus acara silaturahmi ini juga dilakukan untuk memastikan bahwa pada hari H pencoblosan, semuanya berjalan dengan baik dan aman. Biarkan rakyat Jakarta memilih sesuai dengan hati nuraninya masing-masing secara bebas.
"Untuk itu kami tegaskan bagi semua, hindari konflik apalagi kecurangan, karena kita ingin membuat melihat satu penentuan yang jujur dan adil," tegasnya.
Kemudian, Ketua Umum DPP Partai Gerindra Prabowo Subianto mengaku prihatin dengan sejumlah pelanggaran yang dilakukan secara sistemik seperti misalnya, pembagian sembako yang sudah sangat-sangat masif.
Tetapi, pihaknya yakin bahwa rakyat Jakarta dan juga rakyat Indonesia sudah tidak bodoh, dan tidak terpengaruh pilihannya karena sembako itu berasal dari uang rakyat sendiri.
"Jadi kalau ditanya, kami sangat optimistis, hanya kecurangan besar yang bisa menahan Anies-Sandi menjadi gubernur," tegasnya.
Bahkan, lanjut mantan Danjen Kopassus itu, dirinya baru saja mendapatkan rilis survei dari Nurjaman Center for Indonesian Democracy (NCID) bahwa elektabilitas Anies-Sandi sudah menembus angka 58,3%. Jadi bedanya tidak hanya 2%, bahkan jauh di atas 2%.
"Ini terus masuk survei-survei terakhir, last minute survei dari beberapa lembaga, respondennya juga banyak sekali. Kita siapin kalau saudara mau mempelajari," tutupnya.
Ketua Umum DPP PAN Zulkifli Hasan mengakui bahwa pilkada DKI ini menjadi perhatian seluruh rakyat Indonesia, untuk itu pihaknya mengajak seluruh relawan dan masyarakat di daerah untuk datang ke Jakarta guna melihat, menjaga dan mengawasi jalannya pemungutan suara.
"Oleh karena itu kita meminta kepada seluruh rakyat Jakarta, anda lah yang berdaulat, yang berkuasa, jangan mau ditukar kedaulatan dan kekuasaanya dengan sembako apalagi sejumlah uang," imbaunya.
Zulkifli menegaskan, pemilih Jakarta harus mempergunakan haknya untuk memilih paslon yang terbaik untuk Jakarta. Kemudian, Ketua MPR ini juga mengimbau kepada Komisi Pemilihan Umum (KPU) untuk jujur, adil, profesional dan responsif. Sehingga! kalau ada pelanggaran langsung ditindak sesuai undang-undang. Selain itu, TNI, Polri juga harus berpihak kepada rakyat dan adil kepada kedua belah pihak.
"Kalau itu terjadi insya Allah pilkada kita akan legitimate kalau tidak tentu akan menjadi persoalan, dan panjang nanti urusannya," tegasnya.
Semua pihak diimbau untuk bekerja keras dan berdoa untuk memenangkan pasangan calon (paslon) nomor 3, Anies Baswedan dan Sandiaga Uno.
"Intinya konsolidasi ini untuk menyatukan satu perspektif bahwa kita harus berjuang, besok juga hari H pemilihan agar bekerja keras dan berdoa tentunya," ujar Ketua Umum DPP Partai Persatuan Indonesia (Perindo) selaku tuan rumah acara konsolidasi, Hary Tanoesoedibjo (HT) usai acara konsolidasi di Restoran Batik Kuring SCBD, Jakarta, Selasa malam (18/4/2017).
Menurut HT, konsolidasi sekaligus acara silaturahmi ini juga dilakukan untuk memastikan bahwa pada hari H pencoblosan, semuanya berjalan dengan baik dan aman. Biarkan rakyat Jakarta memilih sesuai dengan hati nuraninya masing-masing secara bebas.
"Untuk itu kami tegaskan bagi semua, hindari konflik apalagi kecurangan, karena kita ingin membuat melihat satu penentuan yang jujur dan adil," tegasnya.
Kemudian, Ketua Umum DPP Partai Gerindra Prabowo Subianto mengaku prihatin dengan sejumlah pelanggaran yang dilakukan secara sistemik seperti misalnya, pembagian sembako yang sudah sangat-sangat masif.
Tetapi, pihaknya yakin bahwa rakyat Jakarta dan juga rakyat Indonesia sudah tidak bodoh, dan tidak terpengaruh pilihannya karena sembako itu berasal dari uang rakyat sendiri.
"Jadi kalau ditanya, kami sangat optimistis, hanya kecurangan besar yang bisa menahan Anies-Sandi menjadi gubernur," tegasnya.
Bahkan, lanjut mantan Danjen Kopassus itu, dirinya baru saja mendapatkan rilis survei dari Nurjaman Center for Indonesian Democracy (NCID) bahwa elektabilitas Anies-Sandi sudah menembus angka 58,3%. Jadi bedanya tidak hanya 2%, bahkan jauh di atas 2%.
"Ini terus masuk survei-survei terakhir, last minute survei dari beberapa lembaga, respondennya juga banyak sekali. Kita siapin kalau saudara mau mempelajari," tutupnya.
Ketua Umum DPP PAN Zulkifli Hasan mengakui bahwa pilkada DKI ini menjadi perhatian seluruh rakyat Indonesia, untuk itu pihaknya mengajak seluruh relawan dan masyarakat di daerah untuk datang ke Jakarta guna melihat, menjaga dan mengawasi jalannya pemungutan suara.
"Oleh karena itu kita meminta kepada seluruh rakyat Jakarta, anda lah yang berdaulat, yang berkuasa, jangan mau ditukar kedaulatan dan kekuasaanya dengan sembako apalagi sejumlah uang," imbaunya.
Zulkifli menegaskan, pemilih Jakarta harus mempergunakan haknya untuk memilih paslon yang terbaik untuk Jakarta. Kemudian, Ketua MPR ini juga mengimbau kepada Komisi Pemilihan Umum (KPU) untuk jujur, adil, profesional dan responsif. Sehingga! kalau ada pelanggaran langsung ditindak sesuai undang-undang. Selain itu, TNI, Polri juga harus berpihak kepada rakyat dan adil kepada kedua belah pihak.
"Kalau itu terjadi insya Allah pilkada kita akan legitimate kalau tidak tentu akan menjadi persoalan, dan panjang nanti urusannya," tegasnya.
(sms)