Jalur Puncak Macet Parah, Polisi Terapkan Sistem Satu Arah
Kamis, 13 April 2017 - 21:55 WIB
Jalur Puncak Macet Parah, Polisi Terapkan Sistem Satu Arah
A
A
A
BOGOR - Kemacetan di kawasan Puncak (Ciawi-Megamendung-Cisarua) Kabupaten Bogor menjelang libur panjang akhir pekan tak bisa terhindarkan. Selain karena tak seimbangnya kapasitas jalan dengan volume kendaraan yang masuk kawasan berhawa sejuk itu, banyaknya kendaraan yang keluar masuk jalur alternatif dan penginapan juga memperparah kemacetan.
Kepala Satlantas Polres Bogor AKP Hasby Ristama menyebutkan, kendaraan tersendat di beberapa titik keramaian dan persimpangan, seperti di simpang Gadog, Pasir Muncang, Pasir Angin, Cipayung, Megamendung, Cimory, Pasar Cisarua, Taman Safari Indonesia (TSI) dan kawasan Masjid Atta'awun.
"Tapi di lokasi rawan terjadinya kemacetan itu sudah kita sebar personil untuk mengatur lalu lintas," ungkap AKP Hasby Ristama, Kamis (13/4/2017). Menurutnya, sistem satu arah diberlakukan mulai kawasan Gadog, khususnya selepas hingga Puncak Pass, dan diberlakukan secara berkala.
Jalan bakal kembali ditutup pada pukul 13.00 WIB hingga pukul 17.00 WIB. Jadwal tersebut akan terus dilakukan hingga libur berakhir pada Minggu (15/04). "Sementara itu yang kita lakukan. Karena itu sudah menjadi yang terbaik selama 30 tahun kita lakukan. Jadi enggak ada yang harus di bagaimanakan lagi," katanya.
Kepala Satlantas Polres Bogor AKP Hasby Ristama menyebutkan, kendaraan tersendat di beberapa titik keramaian dan persimpangan, seperti di simpang Gadog, Pasir Muncang, Pasir Angin, Cipayung, Megamendung, Cimory, Pasar Cisarua, Taman Safari Indonesia (TSI) dan kawasan Masjid Atta'awun.
"Tapi di lokasi rawan terjadinya kemacetan itu sudah kita sebar personil untuk mengatur lalu lintas," ungkap AKP Hasby Ristama, Kamis (13/4/2017). Menurutnya, sistem satu arah diberlakukan mulai kawasan Gadog, khususnya selepas hingga Puncak Pass, dan diberlakukan secara berkala.
Jalan bakal kembali ditutup pada pukul 13.00 WIB hingga pukul 17.00 WIB. Jadwal tersebut akan terus dilakukan hingga libur berakhir pada Minggu (15/04). "Sementara itu yang kita lakukan. Karena itu sudah menjadi yang terbaik selama 30 tahun kita lakukan. Jadi enggak ada yang harus di bagaimanakan lagi," katanya.
(pur)