256.078 Warga Kota Bogor Belum Ikuti Program JKN

Senin, 10 April 2017 - 14:01 WIB
256.078 Warga Kota Bogor...
256.078 Warga Kota Bogor Belum Ikuti Program JKN
A A A
JAKARTA - Sebanyak 256.078 jiwa penduduk Kota Bogor hingga Maret 2017 lalu masih belum tercover program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) yang diselenggarakan Badan Penyelenggaran Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan.

Sekretaris Daerah Kota Bogor Ade Syarif Hidayat menjelaskan, data tersebut berdasarkan catatan BPJS Kota Bogor yang bekerja sama dengan Pemkot Bogor dalam rangka mensukseskan program pemerintah pusat dalam menyelenggarakan program JKN. Di Kota Bogor sampai dengan pertengahan Maret 2017 jumlah warga yang tercatat sebagai peserta JKN sebanyak 727.982 jiwa atau 74% dari total warga Kota Bogor 984.060 jiwa.

“Jadi ada 26% atau 256.078 jiwa warga kota Bogor yang belum terdaftar sebagai peserta JKN. Ini menjadi kewajiban semua pihak agar berupaya mendorong semua warga Kota Bogor pada akhir 2018 tuntas tercatat semua sebagai peserta JKN,” jelas Ade saat membuka kegiatan Sosialisasi Program JKN dari BPJS Kesehatan Kota Bogor di Balai Kota Bogor, Minggu, 9 April 2017 kemarin.

Dia menambahkan, bagi penduduk kategori tidak mampu pemerintah mengambil alih tanggung jawab dalam hal pembayaran, di mana iurannya diambil dari dana APBN atau APBD. Program JKN yang telah berjalan di Indonesia umumnya, khususnya di Kota Bogor memiliki banyak manfaat bagi pembangunan pelayanan kesehatan, baik bagi kepentingan medis secara langsung maupun tidak langsung.

"Sebab, pelayanan yang diberikan program JKN hampir menyeluruh, mulai dari pencegahan (preventif), peningkatan, pengobatan (kuratif) dan pemulihan (rehabilitasi) termasuk penyaluran obat dan penggunaan bahan medis," jelasnya.

Kepala Cabang BPJS Kesehatan Cabang Bogor Mahat Kusumadi menjelaskkan berdasarkan SK Menteri Sosial RI Nomor 351/HUK/2016 kuota untuk peserta PBI-JK (Penerima Bantuan Iuran-Jaminan Kesehatan) Kota Bogor sebanyak 255.932 Jiwa. "Dari jumlah tersebut yang terdaftar hanya mencapai 255.322 jiwa, di mana 1.254 jiwa peserta baru dan 3.099 Jiwa yang dinonaktifkan," katanya.

Sebanyak 3.099 jiwa yang dinonaktifkan itu karena pesertanya ada yang meninggal dunia dan beralih ke peserta mandiri. Dengan demikian masih tersisa kuota sebesar 621 jiwa dan diperuntukan bagi bayi yang lahir tahun 2017.
(whb)
Berita Terkait
Berlakukan Ganjil Genap...
Berlakukan Ganjil Genap Motor dan Mobil dari Jumat hingga Minggu
PPKM Darurat, Kebun...
PPKM Darurat, Kebun Raya Bogor Ditutup Hingga 20 Juli 2021
Darurat Covid-19, Pemkot...
Darurat Covid-19, Pemkot Bogor Terapkan WFH 100 Persen
Pemkot Bogor Buka Hotline...
Pemkot Bogor Buka Hotline Penanganan Jenazah Corona
Kota Bogor Terapkan...
Kota Bogor Terapkan Ganjil-Genap, Ini 11 Titik Lokasi Check Point
Antibodi Tinggi, Wali...
Antibodi Tinggi, Wali Kota Bogor Bima Arya Gagal Divaksin
Berita Terkini
BMKG Catat 10 Daerah...
BMKG Catat 10 Daerah dengan Suhu Harian Tertinggi, Makassar Sentuh 35,5 Derajat Celsius
14 menit yang lalu
Gunung Merapi Semburkan...
Gunung Merapi Semburkan Awan Panas Guguran hingga 2 Km Pagi Ini
53 menit yang lalu
Tangis Pecah di Indramayu,...
Tangis Pecah di Indramayu, 12 Korban Kecelakaan Maut Pantura Dimakamkan, 6 Kritis Dirawat
1 jam yang lalu
11 Orang Tewas, Truk...
11 Orang Tewas, Truk Tronton Hantam Pikap Rombongan Pengantar Pengantin di Pantura Indramayu
11 jam yang lalu
Gerak Cepat! Pemkab...
Gerak Cepat! Pemkab Bogor Terjunkan Alat Berat Bersihkan Tumpukan Sampah di Kali Baru
12 jam yang lalu
BNPB Sebut 3 Daerah...
BNPB Sebut 3 Daerah di Pulau Jawa Dilanda Karhutla, Ini Lokasinya
12 jam yang lalu
Infografis
5 Rudal Paling Mematikan...
5 Rudal Paling Mematikan di Dunia, Satan II Rusia Bisa Hancurkan Banyak Kota Sekaligus
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved