Siti Tewas dengan Belasan Luka Tusuk, Polisi Amankan Waridin
Kamis, 06 April 2017 - 19:01 WIB
Siti Tewas dengan Belasan Luka Tusuk, Polisi Amankan Waridin
A
A
A
JAKARTA - Seorang istri bernama Siti Rohani (35), diduga dibunuh oleh suaminya, Waridin (43), di kontrakannya Jalan Pademangan IV, Gang 27, Nomor 14, RT06/01, Pademangan Timur, Pademangan, Jakarta Utara, Senin 3 April 2017. Namun, jenazah Siti baru ditemukan dua hari setelah bau mencuat dari lokasi pada Rabu 5 April 2017.
"Dalam tempo dua jam kami berhasil ungkap pelakunya ternyata suaminya, berinisial W," tutur Kapolres Metro Jakarta Utara, Kombes Pol Dwiyono, Kamis (6/4/2017) sore.
Dari kasus itu, Dwiyono mengungkapkan, pihaknya mengamankan pisau dapur bergagang kayu, baju korban berlumer darah, dan seprai. Semua barang bukti itu ditemukan setalah polisi melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP).
Kapolsek Pademangan, Kompol Cahyo mengungkapkan, kasus ini berawal bau busuk dari kamar kontrakan korban di lantai dua. Meski sudah menyengat selama seharian penuh, namun warga enggan menelusuri lantaran pintu kamar yang tertutup rapat.
Disaat bersamaan keluarga korban, Sopiah dan Suprapto datang kekontrakannya. Keduanya mendatangi kontrakan Siti lantaran tak pernah membalas pesan singkat dan mengangkat teleponnya. "Mereka kemudian membuka paksa pintu kontrakan. Dan ditemukan jenazah (Siti)," jelasnya.
Keduanya kemudian melaporkan temuan ini kepada polisi. Bahkan, polisi dengan mudah mengamankan pelaku. "Kala itu, pelaku datang ke rumah untuk ganti baju," ucapnya. Dari hasil autopsi sementara, Cahyo mengungkapkan, Siti tewas dengan 12 luka tusuk di sekujur tubuhnya.
Pemilik kontrakan, Suhaeri (40), tak menyangka dengan kejadian ini. Sebab dalam kesehariannya keduanya kerap mengumbar kemesraan, seperti jalan bareng bergandeng tangan serta saling mengumbar rasa cinta. "Makanya begitu suaminya pelaku. Kami terkejut," ucapnya.
Dari keterangan Suhaeri diketahui Siti berprofesi sebagai buruh cuci baju, sementara Waridin bekerja sebagai buruh pelabuhan. Setiap seminggu sekali, Waridin pulang ke kontrakannya untuk menjenguk istrinya.
"Dalam tempo dua jam kami berhasil ungkap pelakunya ternyata suaminya, berinisial W," tutur Kapolres Metro Jakarta Utara, Kombes Pol Dwiyono, Kamis (6/4/2017) sore.
Dari kasus itu, Dwiyono mengungkapkan, pihaknya mengamankan pisau dapur bergagang kayu, baju korban berlumer darah, dan seprai. Semua barang bukti itu ditemukan setalah polisi melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP).
Kapolsek Pademangan, Kompol Cahyo mengungkapkan, kasus ini berawal bau busuk dari kamar kontrakan korban di lantai dua. Meski sudah menyengat selama seharian penuh, namun warga enggan menelusuri lantaran pintu kamar yang tertutup rapat.
Disaat bersamaan keluarga korban, Sopiah dan Suprapto datang kekontrakannya. Keduanya mendatangi kontrakan Siti lantaran tak pernah membalas pesan singkat dan mengangkat teleponnya. "Mereka kemudian membuka paksa pintu kontrakan. Dan ditemukan jenazah (Siti)," jelasnya.
Keduanya kemudian melaporkan temuan ini kepada polisi. Bahkan, polisi dengan mudah mengamankan pelaku. "Kala itu, pelaku datang ke rumah untuk ganti baju," ucapnya. Dari hasil autopsi sementara, Cahyo mengungkapkan, Siti tewas dengan 12 luka tusuk di sekujur tubuhnya.
Pemilik kontrakan, Suhaeri (40), tak menyangka dengan kejadian ini. Sebab dalam kesehariannya keduanya kerap mengumbar kemesraan, seperti jalan bareng bergandeng tangan serta saling mengumbar rasa cinta. "Makanya begitu suaminya pelaku. Kami terkejut," ucapnya.
Dari keterangan Suhaeri diketahui Siti berprofesi sebagai buruh cuci baju, sementara Waridin bekerja sebagai buruh pelabuhan. Setiap seminggu sekali, Waridin pulang ke kontrakannya untuk menjenguk istrinya.
(mhd)