Gadis Pangandaran Ini Lumpuh Total 17 Tahun
Kamis, 30 Maret 2017 - 23:02 WIB
Gadis Pangandaran Ini Lumpuh Total 17 Tahun
A
A
A
PANGANDARAN - Nasib nahas menimpa pasangan suami istri (pasutri) Sumiati (46) dan Rosidin (43), warga Dusun Mekarsari, Desa Cimindi, Kecamatan Cigugur, Kabupaten Pangandaran lantaran anak gadisnya bernama Irma Sukmawati (17), mengalami lumpuh total di seluruh anggota badannya sejak usia tujuh bulan.
"Kami tidak tahu penyakit apa yang diderita anak kami, namun pihak medis memvonis penyakit ini disebabkan salah pemberian obat saat mengikuti imunisasi waktu usia Irma masih tujuh bulan," kata Sumiati, Kamis (30/3/2017).
Dia menambahkan, setelah anak keduanya ini mengikuti imunisasi 17 tahun silam, keesokan harinya Irma mengalami kejang. Setelah itu langsung dibawa berobat dan dokter pemeriksa menyatakan ada yang salah menyuntikkan obat waktu imunisasi.
"Sejak itu kami harus melakukan pengobatan secara rutin dan Irma harus mengonsumsi obat setiap hari hingga saat ini."
Sumiati menjelaskan, jika pihak keluarga terlambat memberikan obat kepada Irma, secara otomatis Irma mengalami kejang dan pada bagian bibirnya berwarna biru. Sedangkan untuk mencukupi kebutuhan obat, keluarga harus mengeluarkan uang ratusan ribu dalam satu minggu.
"Kebutuhan untuk obat dalam satu minggu terkadang mencapai Rp800 ribu, sementara kondisi ekonomi kami sangat kekurangan, bahkan kami harus menjadi buruh serabutan demi memenuhi kebutuhan persediaan obat Irma," jelas Sumiati.
Selain itu, sejak empat tahun lalu Irma harus dipasang selang plastik pada lubang hidung kanannya. "Jika Irma minum dan makan harus disuntikkan lewat selang plastik yang terpasang pada lubang hidung karena jika makan minum lewat mulut selalu tumpah."
Saat ini Sumiati berharap ada bantuan kursi roda dari pemerintah agar Irma bisa didudukkan di situ. Sebab, saat ini Irma hanya terbaring di tempat tidur dan tidak bisa berbuat apa-apa.
"Kami tidak tahu penyakit apa yang diderita anak kami, namun pihak medis memvonis penyakit ini disebabkan salah pemberian obat saat mengikuti imunisasi waktu usia Irma masih tujuh bulan," kata Sumiati, Kamis (30/3/2017).
Dia menambahkan, setelah anak keduanya ini mengikuti imunisasi 17 tahun silam, keesokan harinya Irma mengalami kejang. Setelah itu langsung dibawa berobat dan dokter pemeriksa menyatakan ada yang salah menyuntikkan obat waktu imunisasi.
"Sejak itu kami harus melakukan pengobatan secara rutin dan Irma harus mengonsumsi obat setiap hari hingga saat ini."
Sumiati menjelaskan, jika pihak keluarga terlambat memberikan obat kepada Irma, secara otomatis Irma mengalami kejang dan pada bagian bibirnya berwarna biru. Sedangkan untuk mencukupi kebutuhan obat, keluarga harus mengeluarkan uang ratusan ribu dalam satu minggu.
"Kebutuhan untuk obat dalam satu minggu terkadang mencapai Rp800 ribu, sementara kondisi ekonomi kami sangat kekurangan, bahkan kami harus menjadi buruh serabutan demi memenuhi kebutuhan persediaan obat Irma," jelas Sumiati.
Selain itu, sejak empat tahun lalu Irma harus dipasang selang plastik pada lubang hidung kanannya. "Jika Irma minum dan makan harus disuntikkan lewat selang plastik yang terpasang pada lubang hidung karena jika makan minum lewat mulut selalu tumpah."
Saat ini Sumiati berharap ada bantuan kursi roda dari pemerintah agar Irma bisa didudukkan di situ. Sebab, saat ini Irma hanya terbaring di tempat tidur dan tidak bisa berbuat apa-apa.
(zik)