Sewa Lahan Milik Pemprov DKI di Jakbar Lebih Murah dari Kontrakan Rumah

Jum'at, 10 Maret 2017 - 02:23 WIB
Sewa Lahan Milik Pemprov...
Sewa Lahan Milik Pemprov DKI di Jakbar Lebih Murah dari Kontrakan Rumah
A A A
JAKARTA - Harga sewa lahan milik Pemprov DKI Jakarta di Jakarta Barat terbilang sangat murah. Bahkan, harganya jauh lebih murah dibandingkan menyewa satu unit rumah.

Untuk diketahui, satu unit lahan seluas tiga hektare di kawasan Taman Semanan Indah, Kalideres Jakarta Barat, pihak swasta hanya dibebankan membayar uang sewa Rp15 juta per tahun. Nilai ini berbanding terbalik dengan sewa lahan seluas satu hektare milik pribadi di Duri Kosambi yang kemudian dijadikan mini market dengan harga sewa Rp1 miliar per tahun.

Hal itu terungkap saat sidang ajudikasi yang dilakukan oleh Komisi Informasi Daerah Jakarta di Gedung Graha Mental, Tanah Abang, Jakarta Pusat, Kamis, 9 Maret 2017 kemarin. Dalam sidang yang dipimpin oleh Ketua Majelis Komisioner Alamsyah Basri, dan dua anggota majelis Gede Naryana dan Nani Nurani Muksin itu terungkap ada indikasi kerugian senilai Rp327 miliar.

"Awalnya saya mau menyewa lahan di tempat itu. Tapi pihak Dinas BPKAD enggan melepas, setelah ditelusuri ternyata sewanya cukup murah," ucap pemohon sidang, Gaturi di hadapan Majelis Hakim.

Gaturi mengungkapkan saat ini tanah seluas tiga hektare itu telah terbangun sebuah sekolah internasional. Selain sudah di bangun sekolah, di belakangnya terdapat lahan lebih dari satu hektare yang diketahui berubah peruntukannya.

Lahan yang masuk dalam jalur hijau itu menjadi gedung sekolah baru berlantai lima dan telah dipergunakan oleh sekolah. "Anehnya lahan itu dibangun saat IMB belum keluar," tuturnya.

Selain di kawasan taman Semanan, terungkaplah sewa lahan murah di kawasan Kembangan lebih dari dua hektare. Di lahan itu saat ini dijadikan sekolah internasional, hanya saja untuk sewanya pemohon sendiri tidak mengetahuinya. "Makanya kami gugat ke sini karena tak transparasi," tuturnya.

Didalam sidang yang berlangsung sekitar satu jam itu, Ketua Majelis Komisioner menyayangkan dengan sikap tak terbuka Pemprov DKI. Sebab meski sudah dipanggil sebanyak tiga kali, namun Kepala Dinas BPKAD (saat ini Cipta Karya) tak kunjung memenuhi panggilan.

Pemprov DKI hanya diwakili Kasubdit Pengendalian Aset Dinas BPKAD Ukat Sukatma datang mewakili kepala dinas. Ukat sendiri dalam sidang terlihat tidak mampu mengusai dan terkejut dengan nilai sekecil itu.

"Memang tidak wajar nilai segitu, tapi saya tidak tahu kenapa. Saya orang baru," ucap Ukat kepada hakim. Ukat beralasan selama ini untuk nilai sewa tanah, pihaknya menyerahkan semuanya kepada lembaga independen jasa pelayanan publik untuk mengukur sewa itu.

Nantinya sewa itu akan direvisi setiap 10 tahun. Namun mengenai nilai yang ada saat ini, dirinya mengaku belum ada perubahan.
(whb)
Berita Terkait
Pemprov DKI Buka Pelatihan...
Pemprov DKI Buka Pelatihan Kerja untuk Pendatang Pascalebaran
Pemprov DKI Bongkar...
Pemprov DKI Bongkar 98 Tiang Monorel Mangkrak, Anggaran Rp100 Miliar
Pemprov DKI Pastikan...
Pemprov DKI Pastikan Stok Pangan Aman Jelang Ramadan
Pemprov DKI Siapkan...
Pemprov DKI Siapkan Empat Waduk untuk Antisipasi Banjir
Pemprov DKI Luncurkan...
Pemprov DKI Luncurkan Kartu Peduli Anak dan Remaja Jakarta
Pemprov DKI Cabut KJP...
Pemprov DKI Cabut KJP dan KJMU yang Tidak Tepat Sasaran
Berita Terkini
Tangis Pecah di Indramayu,...
Tangis Pecah di Indramayu, 12 Korban Kecelakaan Maut Pantura Dimakamkan, 6 Kritis Dirawat
13 menit yang lalu
11 Orang Tewas, Truk...
11 Orang Tewas, Truk Tronton Hantam Pikap Rombongan Pengantar Pengantin di Pantura Indramayu
10 jam yang lalu
Gerak Cepat! Pemkab...
Gerak Cepat! Pemkab Bogor Terjunkan Alat Berat Bersihkan Tumpukan Sampah di Kali Baru
11 jam yang lalu
BNPB Sebut 3 Daerah...
BNPB Sebut 3 Daerah di Pulau Jawa Dilanda Karhutla, Ini Lokasinya
11 jam yang lalu
Usai Jadi Tersangka,...
Usai Jadi Tersangka, Rumah Dinas Eks Jampidsus Febrie Adriansyah Sepi Tanpa Aktivitas
17 jam yang lalu
Pekan Dekranasda Tangsel...
Pekan Dekranasda Tangsel 2026, Momentum Perkenalkan Produk Lokal UMKM
18 jam yang lalu
Infografis
7 Perang Besar di Selat...
7 Perang Besar di Selat Malaka, dari Jalur Rempah hingga Medan Tempur Kekuatan Dunia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved