Anies Minta Pemimpin Taat Hukum dan Tidak Memusuhi Warga

Kamis, 26 Januari 2017 - 01:03 WIB
Anies Minta Pemimpin...
Anies Minta Pemimpin Taat Hukum dan Tidak Memusuhi Warga
A A A
JAKARTA - Calon Gubernur (cagub) DKI Jakarta 2017 nomor urut 3, Anies Baswedan menilai pemimpin tidak boleh menjadikan rakyat sebagai musuh. Pemerintah yang melanggar hukum bisa menjadi ancam peradaban manusia.

"Kebijakan pemimpin di Jakarta selama ini tidak didasari kesepakatan. Perundingan antara pemerintah dan rakyat menjadi buntu, karena ketimpangan kekuasaan," kata Anies di kawasan Taman Sari, Jakarta barat, Rabu (25/1/2017).

Anies menjelaskan, dalam mengambil sebuah kebijakan Itu perlu ada fasilitator antarwarga dan pemimpin yang berbeda pandangan. Nantinya, fasilisator akan memberikan alternatif solusi, agar dua pihak yang berbeda dan punya pandangan masing-masing itu, bersatu.

Selama ini, lanjut inisiator Indonesia Mengajar tersebut, banyak asumsi yang timbul bahwa pemerintah itu harus tegas. Namun, yang terjadi saat ini bukanlah ketegasan, melainkan otoriter.

Menurutnya, ketegasan dan otoriter itu sangat bertolak belakang. "Tegas dan otoriter berbeda. Ororiter itu keputusan ada di tangan pemimpin. Kalau tegas itu, artinya keputusan bersama dijalankan dengan teguh, bersama-sama," katanya.

Dengan kepemimpinan otoriter, kata Anies, pelanggaran hukum berpotensi terjadi. Akibatnya, peradaban manusia terancam. Padahal, fungsi pemerintah itu menegakan hukum yang telah disepakati warga.

Dalam kesempatan itu, Anies juga menyampaikan bantahanya bila cuma "menghadirkan" angka-angka saat debat gubernur putaran pertama. Menurutnya, dirinya hanya memaparkan temuan data yang relevan.

Misalnya saja ketika dirinya menerangkan 44 pos kewirausahaan (One Kecamatan One Center Entrepreneurship/OK OCE) dan 200 ribu pengusaha baru. Lalu, angka kemiskinan, pengangguran, dan pendididikan di Jakarta.

"Semua itu data yang relevan kok, bukan sekadar data yang berderet. penjelasannya bukan cuma menderetkan data sebagai bentuk presentasi. Namun, menggunakan narasi untuk mempresentasikan data dan angka tersebut," katanya.
(ysw)
Berita Terkait
Baru Sandi Diyakini...
Baru Sandi Diyakini Figur Kuat yang Bikin Anies Baswedan Tak Bisa Santai
Cerita Sandi Uno Maju...
Cerita Sandi Uno Maju Pilgub Jakarta, Sempat Tak Pede Lawan AHY dan Ditolak Usulkan Anies Jadi Cagub
Sandi Ikhlaskan Rp50...
Sandi Ikhlaskan Rp50 Miliar Utang Anies, Gus Choi Nasdem: Ya Bagus Dong
Hendri Satrio Sebut...
Hendri Satrio Sebut Perjanjian Anies-Sandi soal Rp50 Miliar Sudah Selesai karena Menang Pilgub Jakarta
Pemuda Pancasila Deklarasi...
Pemuda Pancasila Deklarasi Dukung Anies Baswedan di Pilgub Jakarta
Ini Dia Rahasia Dapur...
Ini Dia Rahasia Dapur Kemenangan Anies-Sandi di Pilgub 2017
Berita Terkini
11 Orang Tewas, Truk...
11 Orang Tewas, Truk Tronton Hantam Pikap Rombongan Pengantar Pengantin di Pantura Indramayu
8 jam yang lalu
Gerak Cepat! Pemkab...
Gerak Cepat! Pemkab Bogor Terjunkan Alat Berat Bersihkan Tumpukan Sampah di Kali Baru
8 jam yang lalu
BNPB Sebut 3 Daerah...
BNPB Sebut 3 Daerah di Pulau Jawa Dilanda Karhutla, Ini Lokasinya
9 jam yang lalu
Usai Jadi Tersangka,...
Usai Jadi Tersangka, Rumah Dinas Eks Jampidsus Febrie Adriansyah Sepi Tanpa Aktivitas
15 jam yang lalu
Pekan Dekranasda Tangsel...
Pekan Dekranasda Tangsel 2026, Momentum Perkenalkan Produk Lokal UMKM
15 jam yang lalu
Komitmen Berkelanjutan,...
Komitmen Berkelanjutan, Tracon Industri Kolaborasi Tanam 500 Mangrove di Karawang
17 jam yang lalu
Infografis
Profil Ayatollah Ali...
Profil Ayatollah Ali Khamenei, Pemimpin Tertinggi Iran yang Tewas Diserang AS dan Israel
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved