40 Turis China Terjebak di Pulau Gangga

Senin, 09 Januari 2017 - 08:37 WIB
40 Turis China Terjebak...
40 Turis China Terjebak di Pulau Gangga
A A A
MANADO - Angin kencang disertai hujan yang terjadi di Provinsi Sulawesi Utara (Sulut) membuat 40 turis asal China, terjebak di Pulau Gangga, Likupang, Minahasa Utara (Minut), Minggu (8/1/2016).

Sejak pagi hari kemarin, turis tersebut melakukan wisata di Pulau Gangga. Nahas, saat berwisata tiba-tiba angin kencang disertai hujan dan gelombang tinggi menghantam Perairan Minut dan sekitarnya. Akibatnya, para turis tidak bisa pulang ke penginapan dan terjebak di Pulau Gangga hingga malam hari.

Namun, berkat koordinasi cepat antara MM Tour selaku tour operator para turis dengan Pemerintah Provinsi Sulut, Polda Sulut, dan Satgas Pariwisata Sulut, 40 turis itu berhasil dievakuasi ke Desa Munte Likupang dan dilanjutkan ke Hotel Mercure, Tateli Manado. (Baca juga: Gelombang Tinggi di Perairan Sulut, Nelayan Diimbau Tidak Melaut).

40 Turis China Terjebak di Pulau Gangga


Evakuasi dipimpin langsung Wakil Gubernur (Wagub) Sulut Steven Kandouw dan Direktur Pengamanan Objek Vital (Pam Obvit) Polda Sulut Kombes Pol Yudi Sumartono.

Kordinator Satgas Pariwisata Sulut Dino Gobel kepada wartawan membenarkan kejadian tersebut. "Kami langsung berkoordinasi dengan Pak Wagub dan DirPam Obvit Polda Sulut saat mendapat laporan informasi tentang 40 turis tersebut," ujar Gobel.

Menurutnya, evakuasi para turis baru bisa dilakukan pukul 21.30 Wita dari Pulau Gangga menggunakan sebuah kapal ikan berbobot 58 ton atau lebih besar dari speedboat wisata yang digunakan para turis.

"Hingga pukul 23.00 wita semalam, para turis telah tiba dengan selamat di Hotel Mercure Tateli Manado," jelas Gobel.

Wagub Sulut Steven Kandouw me-warning keras mengenai kejadian tersebut. "Sudah ada pengumuman bahwa selama cuaca ekstrem jangan dulu ada paket wisata ke Pulau Bunaken dan sekitarnya," ujar Kandouw.

Menurutnya, seharusnya tidak ada aksi nekat jika sudah ada pengumuman cuaca ekstrem. "Saya harap jangan sampai terulang lagi, ini demi keselamatan turis dan kru," harapnya.

Senada, Direktur Pam Obvit Yudi Sumartono juga menegaskan hal serupa. Sumartono berharap peringatan dan imbauan cuaca ekstrem kiranya bisa ditindaklanjuti seluruh pelaku bisnis wisata dan tour operator.

"Mari cepat berkoordinasi dengan kami jika terjadi hal-hal yang tidak diinginkan jika melakukan wisata," pungkas dia.
(zik)
Berita Terkait
7 Tempat Wisata Dingin...
7 Tempat Wisata Dingin di Indonesia, Suhunya Tembus 0 Derajat Celsius
9 Rekomendasi Tempat...
9 Rekomendasi Tempat Wisata di Selangor, Malaysia
10 Rekomendasi Tempat...
10 Rekomendasi Tempat Wisata Sejuk Dekat Jakarta untuk Healing di Akhir Pekan
5 Tempat Wisata Dingin...
5 Tempat Wisata Dingin di Karanganyar, Nyaman dan Bikin Betah
10 Rekomendasi Tempat...
10 Rekomendasi Tempat Wisata Antimainstream dan Unik di Indonesia, Nomor 7 Berasa di Luar Bumi
7 Tempat Wisata Sejarah...
7 Tempat Wisata Sejarah di Malang, Menelusuri Jejak Masa Lalu
Berita Terkini
Pemerintah Serahkan...
Pemerintah Serahkan SK Hutan Adat Jambi hingga Bali Seluas 1.175 Hektare
6 menit yang lalu
Fasilitas Pengemasan...
Fasilitas Pengemasan Minyak Goreng di Surabaya Percepat Pasokan ke Indonesia Timur
9 menit yang lalu
Taruna Nusantara Cimahi-Redea...
Taruna Nusantara Cimahi-Redea Institute Kerja Sama Peningkatan Kualitas Akademik
2 jam yang lalu
Bukan Sekadar Digital,...
Bukan Sekadar Digital, Teras Kapal BRI Buktikan CX100 Danantara Hadir Nyata di Pulau Terpencil
2 jam yang lalu
Klive Beach Club Gandeng...
Klive Beach Club Gandeng Happiness Foundation Gelar CSR Kebahagiaan
2 jam yang lalu
Catat Ekspansi Signifikan,...
Catat Ekspansi Signifikan, Dyputu Studio Bekasi Jadi Subjek Penelitian Akademis
3 jam yang lalu
Infografis
Skuad Timnas Spanyol...
Skuad Timnas Spanyol di Piala Dunia 2026, Tak Ada Pemain Real Madrid
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved