Atasi Kemacetan, Pemkot Bogor Gelar Operasi Angkot Bodong

Selasa, 27 September 2016 - 02:44 WIB
Atasi Kemacetan, Pemkot...
Atasi Kemacetan, Pemkot Bogor Gelar Operasi Angkot Bodong
A A A
BOGOR - Setelah dinobatkan sebagai kota terburuk kedua bagi pengendara, Pemkot Bogor semakin gencar melakukan pembenahan. Salah satunya menindak angkot yang beroperasi tanpa dilengkapi surat izin.

Kepala Dinas Lalu Lintas Angkutan dan Jalan (DLLAJ) Kota Bogor Rakhmawati mengatakan,volume angkot yang berjumlah 3.412 unit memang selayaknya dikurangi, lantaran sudah tak relevan lagi dengan kondisi saat ini. "Dalam waktu dekat ini kita akan melalukan razia atau penertiban terhadap angkot-angkot yang tak layak jalan maupun tak memiliki kelengkapan surat-surat kendaraan alias bodong," kata Rakhmawati kepada wartawan Senin, 26 September 2016 kemarin.

Menurit Rakhmawati, rencananya operasi tersebut digelar di enam titik dengan melibatkan TNI, Polri dan Satpol PP Kota Bogor. Adapun titik razia yakni, di jalur Sistem Satu Arah (SSA), Jalan Juanda depan BTM-Kantor Pajak, Taman Topi, Jalan Pahlawan depan makam Dreded, Jalan Pajajaran (bundaran Lippo Plaza Bogor), dan Jalan Dr. Sumeru.

Rakhmawati menjelaskan, target operasi itu bukan cuma terahdap angkot, tapi seluruh angkutan umum yang beroperasi di Kota Bogor yakni angkutan kota, bus AKDP, AKAP, dan taksi. "Mereka yang kedapatan tidak memiliki kelengkapan surat berkendara akan ditindak tegas. Kendaraan akan dikandangkan sementara, sampai pemiliknya melengkapi surat-surat kendaraannya,” ujarnya.

Meski demikian, petugas hanya bisa menindak angkutan yang berpelat F (Bogor) saja. Sedangkan yang diluar Bogor hanya akan dikenakan sanksi tilang. "Ini demi terciptanya kelancaran lalu lintas dan tertib administrasi,” tegasnya.

Ditempat terpisah, Dosen Universitas Pakuan Bogor Budi Arief meuturkan, masalah kemacetan disebabkan sistem tata kelola transportasi di Kota Bogor masih semerawut, di antaranya dalam sistem kejar setoran oleh sopir angkot. Kondisi tersebut membuat angkot menjadi tidak tertib dalam beroperasi dijalanan.

"Oleh sebab itu, sistem gaji setiap bulan dan angkot berhenti di shelter mau tidak mau harus segera dijalankan. Kontrolnya kan ada pada UU No 22/2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan,” katanya.
(whb)
Berita Terkait
Berlakukan Ganjil Genap...
Berlakukan Ganjil Genap Motor dan Mobil dari Jumat hingga Minggu
PPKM Darurat, Kebun...
PPKM Darurat, Kebun Raya Bogor Ditutup Hingga 20 Juli 2021
Darurat Covid-19, Pemkot...
Darurat Covid-19, Pemkot Bogor Terapkan WFH 100 Persen
Pemkot Bogor Buka Hotline...
Pemkot Bogor Buka Hotline Penanganan Jenazah Corona
Kota Bogor Terapkan...
Kota Bogor Terapkan Ganjil-Genap, Ini 11 Titik Lokasi Check Point
Antibodi Tinggi, Wali...
Antibodi Tinggi, Wali Kota Bogor Bima Arya Gagal Divaksin
Berita Terkini
Dudung Sidak Pasar Induk...
Dudung Sidak Pasar Induk Kramat Jati, Ini Hasilnya
37 menit yang lalu
Bobby Nasution Dukung...
Bobby Nasution Dukung Kongres HMI ke-33 Digelar di Sumatera Utara
3 jam yang lalu
Aksi Pelemparan ke KRL...
Aksi Pelemparan ke KRL Masih Terjadi, KAI Commuter Ingatkan Pelaku Bisa Dipenjara 15 Tahun
3 jam yang lalu
Gunung Merapi Luncurkan...
Gunung Merapi Luncurkan Awan Panas Guguran Sejauh 2.000 Meter
5 jam yang lalu
Gempa M7,8 Filipina...
Gempa M7,8 Filipina Picu Tsunami di Indonesia, Alarm Zona Megathrust yang Terlupakan
5 jam yang lalu
Ada FIFA Matchday Indonesia...
Ada FIFA Matchday Indonesia Vs Mozambik, Masyarakat Diimbau Hindari Kawasan GBK
6 jam yang lalu
Infografis
5 Makanan yang Bisa...
5 Makanan yang Bisa Atasi Stres Akibat Kesepian
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved