Longsor di Bogor Tewaskan 1 Orang, Ini Reaksi Wakil Wali Kota
Rabu, 07 September 2016 - 23:12 WIB
Longsor di Bogor Tewaskan 1 Orang, Ini Reaksi Wakil Wali Kota
A
A
A
BOGOR - Hujan deras yang mengguyur wilayah Bogor secara merata pada Selasa malam membuat sejumlah tebing di empat lokasi di Kota Bogor mengalami longsor. Bahkan di Kampung Gang Ardio, RT 03/05, Cibogor, Bogor Tengah, Kota Bogor membuat Azhari (50) pekerja proyek pembangunan tembok penahan tebing (TPT) tewas tertimpa material beton dan bebatuan, pada pukul 01.30 WIB, Rabu (7/9/2016) dini hari tadi.
Bahkan empat orang rekannya mengalami luka-luka memar dan patah tulang sehingga harus menjalani perawatan intensif di RS Bhayangkara, Mapolres Bogor Kota. “Saat itu saya sedang tidur, tiba-tiba terdengar suara gemuruh, saya kira berasal dari pabrik es batu yang memang beroperasi 24 jam ternyata bukan,” ujar Aat Supatma, warga setempat saat ditemui di lokasi kejadian, Rabu (7/9/2016).
Mendengar suara tersebut, Aat langsung beranjak dari tempat tidur dan membangunkan keluarganya untuk keluar dari rumah karena khawatir longsor juga menimpa rumahnya. Bersama warga sekitar berusaha menyingkirkan puing-puing bebatuan dan tanah yang menimbun rumah tersebut.
"Rumah saya juga mengalami rusak tapi tidak separah rumah yang dihuni para korban. Korban itu mengontrak rumah selama bekerja membangun talud,” ujarnya.
Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Bogor, Ganjar Gunawan menjelaska, selain di Kelurahan Cibogor, sebuah proyek pembangunan talud sepanjang 10 meter dengan tinggi 3 meter yang baru selesai dikerjakan di RT 03/13, Kelurahan Gunung Batu, Bogor Barat, Kota Bogor juga mengalami longsor.
Longsor juga terjadi di RT 01/02, Kelurahan Bantarjati, Bogor Utara, longsor tebing di pemukiman padat penduduk sempat menutup saluran air. Akibatnya, kata Ganjar, satu rumah milik Ali Wijaya dengan empat jiwa terendam aliran air yang meluap.
“Petugas BPBD hingga saat ini sudah disebar dan masih melakukan upaya evakuasi dan pembersihan puing, tanah, bangunan, dan bebatuan yang menimbun rumah maupun saluran air. Kita juga sudah mendistribusikan bantuan berupa sembako, selimut kepada para korban,” ujarnya.
Wakil Wali Kota Bogor Usmar Hariman mengungkapkan, banyaknya kejadian longsor di Kota Bogor, khususnya saat hujan turun diperlukan langkah-langkah komprehensif untuk mengatasi bencana yang sering terjadi.
“Perlu segera dikeluarkan aturan atau Raperda tentang kawasan konservasi Kota Bogor atau satu tingkat di bawahnya berupa Perwali, mengacu kepada Perda 8/2011 tentang RTRW 2011-2031 untuk menyikapi dan menindaklanjuti situasi kondisi Kota Bogor rawan bencana. Khususnya bencana longsor yang seluruh kecamatan di Kota Bogor sangat rawan,” jelasnya.
Bahkan empat orang rekannya mengalami luka-luka memar dan patah tulang sehingga harus menjalani perawatan intensif di RS Bhayangkara, Mapolres Bogor Kota. “Saat itu saya sedang tidur, tiba-tiba terdengar suara gemuruh, saya kira berasal dari pabrik es batu yang memang beroperasi 24 jam ternyata bukan,” ujar Aat Supatma, warga setempat saat ditemui di lokasi kejadian, Rabu (7/9/2016).
Mendengar suara tersebut, Aat langsung beranjak dari tempat tidur dan membangunkan keluarganya untuk keluar dari rumah karena khawatir longsor juga menimpa rumahnya. Bersama warga sekitar berusaha menyingkirkan puing-puing bebatuan dan tanah yang menimbun rumah tersebut.
"Rumah saya juga mengalami rusak tapi tidak separah rumah yang dihuni para korban. Korban itu mengontrak rumah selama bekerja membangun talud,” ujarnya.
Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Bogor, Ganjar Gunawan menjelaska, selain di Kelurahan Cibogor, sebuah proyek pembangunan talud sepanjang 10 meter dengan tinggi 3 meter yang baru selesai dikerjakan di RT 03/13, Kelurahan Gunung Batu, Bogor Barat, Kota Bogor juga mengalami longsor.
Longsor juga terjadi di RT 01/02, Kelurahan Bantarjati, Bogor Utara, longsor tebing di pemukiman padat penduduk sempat menutup saluran air. Akibatnya, kata Ganjar, satu rumah milik Ali Wijaya dengan empat jiwa terendam aliran air yang meluap.
“Petugas BPBD hingga saat ini sudah disebar dan masih melakukan upaya evakuasi dan pembersihan puing, tanah, bangunan, dan bebatuan yang menimbun rumah maupun saluran air. Kita juga sudah mendistribusikan bantuan berupa sembako, selimut kepada para korban,” ujarnya.
Wakil Wali Kota Bogor Usmar Hariman mengungkapkan, banyaknya kejadian longsor di Kota Bogor, khususnya saat hujan turun diperlukan langkah-langkah komprehensif untuk mengatasi bencana yang sering terjadi.
“Perlu segera dikeluarkan aturan atau Raperda tentang kawasan konservasi Kota Bogor atau satu tingkat di bawahnya berupa Perwali, mengacu kepada Perda 8/2011 tentang RTRW 2011-2031 untuk menyikapi dan menindaklanjuti situasi kondisi Kota Bogor rawan bencana. Khususnya bencana longsor yang seluruh kecamatan di Kota Bogor sangat rawan,” jelasnya.
(whb)