Hendak Diselundupkan ke Pesawat, Pemilik Peluru Masih ABG
Rabu, 10 Agustus 2016 - 20:27 WIB
Hendak Diselundupkan ke Pesawat, Pemilik Peluru Masih ABG
A
A
A
JAKARTA - Penumpang pesawat di Bandara Halim Perdana Kusuma, Jakarta Timur yang membawa peluru mengaku mendapatkan peluru itu dari temannya. Setelah diselidiki, ternyata teman pelaku tersebut masih ABG.
Kapolsek Makasar, Kompol Bambang mengatakan setelah melakukan interogasi terhadap Alfat Adli Mulya Harjaya (18), diketahui bahwa peluru-peluru itu akan digunakan sebagai hiasan kalung.
"Jadi dia ini alasannya untuk bikin bandul kalung, biasa lah anak muda, gaya-gayaan. Jadi enggak ada maksud untuk berbuat tindak kejahatan," kata Bambang kepada wartawan, Rabu (10/8/2016).
Bambang melanjutkan, pelaku baru kali ini kedapatan membawa peluru aktif dalam sebuah perjalanan khususnya penerbangan. Namun demikian pihaknya masih akan mendalami pengakuan pelaku. (Baca: Bawa Peluru ke Pesawat, Warga Bekasi Dibekuk di Bandara Halim)
Sementara itu saat ditanya mengenai asal peluru, Bambang menjelaskan peluru tersebut diperoleh Alfat dari temannya yang berinisial RMF (15).
Saat ini Bambang juga masih menelusuri asal peluru yang didapatkan Rangga termasuk kemungkinan apakah orangtua keduanya merupakan anggota TNI/Polri atau bukan.
"Itu masih kita selidiki dan dalami (apakah orangtuanya anggota TNI/Polri atau bukan). Namun orangtua temannya ini (RMF), bapaknya memang anggota Perbakin," jelasnya.
Sebelumnya diberitakan seorang calon penumpang Citilink tujuan Solo dengan jadwal penerbangan pukul 13.55 WIB, Alfat Adli Mulya Harjaya (18) diamankan petugas Bandara Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur, Selasa 9 Agustus 2016 sekira pukul 11.30 WIB.
Petugas mengamankan Alfat lantaran kedapatan membawa sebanyak 10 butir peluru aktif kaliber 5,56 mm saat menjalani pemeriksaan barang bawaan dengan sinar x-ray oleh petugas Avsek Bandara Halim Perdanakusuma.
Kapolsek Makasar, Kompol Bambang mengatakan setelah melakukan interogasi terhadap Alfat Adli Mulya Harjaya (18), diketahui bahwa peluru-peluru itu akan digunakan sebagai hiasan kalung.
"Jadi dia ini alasannya untuk bikin bandul kalung, biasa lah anak muda, gaya-gayaan. Jadi enggak ada maksud untuk berbuat tindak kejahatan," kata Bambang kepada wartawan, Rabu (10/8/2016).
Bambang melanjutkan, pelaku baru kali ini kedapatan membawa peluru aktif dalam sebuah perjalanan khususnya penerbangan. Namun demikian pihaknya masih akan mendalami pengakuan pelaku. (Baca: Bawa Peluru ke Pesawat, Warga Bekasi Dibekuk di Bandara Halim)
Sementara itu saat ditanya mengenai asal peluru, Bambang menjelaskan peluru tersebut diperoleh Alfat dari temannya yang berinisial RMF (15).
Saat ini Bambang juga masih menelusuri asal peluru yang didapatkan Rangga termasuk kemungkinan apakah orangtua keduanya merupakan anggota TNI/Polri atau bukan.
"Itu masih kita selidiki dan dalami (apakah orangtuanya anggota TNI/Polri atau bukan). Namun orangtua temannya ini (RMF), bapaknya memang anggota Perbakin," jelasnya.
Sebelumnya diberitakan seorang calon penumpang Citilink tujuan Solo dengan jadwal penerbangan pukul 13.55 WIB, Alfat Adli Mulya Harjaya (18) diamankan petugas Bandara Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur, Selasa 9 Agustus 2016 sekira pukul 11.30 WIB.
Petugas mengamankan Alfat lantaran kedapatan membawa sebanyak 10 butir peluru aktif kaliber 5,56 mm saat menjalani pemeriksaan barang bawaan dengan sinar x-ray oleh petugas Avsek Bandara Halim Perdanakusuma.
(ysw)