Naik Motor ke Sekolah, Pelajar di Purwakarta Tidak Akan Naik Kelas

Selasa, 02 Agustus 2016 - 03:34 WIB
Naik Motor ke Sekolah,...
Naik Motor ke Sekolah, Pelajar di Purwakarta Tidak Akan Naik Kelas
A A A
PURWAKARTA - Bupati Purwakarta Dedi Mulyadi mengeluarkan surat edaran yang di dalamnya berisi tentang sanksi tegas bagi pelajar yang masih menggunakan motor ke sekolah. Salah satu sanksinya mereka tidak akan naik kelas.

Sikap tegas itu dikeluarkan pascainsiden kecelakaan lalu lintas pelajar SMK yang mengendarai motor dan menabrak enam siswa SD yang menyebrang di Jalan Raya Sukatani, Purwakarta.

Dalam kecelakaan itu satu orang korban tewas bernama Vivilia Apidah (6), siswi kelas 1 SDN 2 Sukajaya.

"Sebelum diberi sanksi tidak naik kelas, siswa yang membawa motor ke sekolah akan diberikan surat peringatan hingga ketiga kali. Jika masih nekat bawa motor hingga surat peringatan ke tiga, maka tidak ada jalan lain, siswa itu tidak akan dinaikkan," tegas Dedi, di tengah kunjungannya ke SMKN 1 Purwakarta, Senin (1/8/2016).‬

Sebelumnya, sekolah juga akan menanyakan alasan apa hingga mereka harus memaksa menggunakan motor ke sekolah.

Sebagai kepala daerah, dirinya merasa prihatin atas kecelakaan yang terjadi di Jalan Raya Sukatani tersebut. Atas kejadian itu siswa SMKN 1 Purwakarta yang menabrak enam orang siswa SD dengan motor miliknya itu terpaksa dikeluarkan dari sekolah.

‪"Kenapa harus menunggu ada korban dulu, baru peraturan ditaati. Padahal peraturan mengenai larangan pelajar membawa kendaraan sudah lama diberlakukan di Purwakarta. Sanksi bukan hanya diberikan pada siswa. Orang tua juga akan mendapatkan teguran. Begitupun sekolah akan mendapatkan sanksi," tuturnya.‬

Dedi menilai, masalah pelajar membawa motor merupakan masalah besar, karena tidak hanya dalam urusan lalulintas tetapi berdampak terhadap sosial.

"Masalah lain juga akan muncul, itu karena mudahnya mobilitas. Dampak buruk lain yang terjadi saat ini di pedesaan terjadi penurunan produksi, anak muda sudah tidak mau lagi bertani, beternak, dan waktunya dihabiskan dengan bermain motor. Sedangkan kebutuhan konsumsi sangat tinggi," imbuh Dedi.

Untuk itu, Dedi meminta kesadaran semua pihak dalam menjalankan peraturan yang dibuatnya. Sehingga kasus serupa tidak kembali terulang.

Sementara dari pantauan di lapangan, hingga Senin aktivitas pelajar membawa motor masih banyak berlalulalang di jalan di Purwakarta. Beberapa diantaranya tertangkap tangan oleh Bupati Purwakarta.
(san)
Berita Terkait
Tingkatkan Kualitas...
Tingkatkan Kualitas Pendidikan, Pemkab Langkat Hadirkan Smartboard untuk Siswa
Pendidikan Mahal, Orang...
Pendidikan Mahal, Orang Miskin Dilarang Sekolah
Momogi Berbagi Hadirkan...
Momogi Berbagi Hadirkan Edukasi dan Keceriaan bagi Siswa Sekolah Kami
Meningkatkan Literasi...
Meningkatkan Literasi di Dunia Pendidikan
OREO Berbagi Seru Hadirkan...
OREO Berbagi Seru Hadirkan Pembelajaran Berbasis Bermain untuk Siswa Purworejo
Tingkatkan Mutu Perguruan...
Tingkatkan Mutu Perguruan Tinggi, DPD Perkindo DKI Jakarta Gandeng 3 Universitas
Berita Terkini
Stafsus Menag Tinjau...
Stafsus Menag Tinjau GKJ Nusukan Solo, Jamin Kebebasan Beribadah
2 jam yang lalu
Unjuk Rasa Mahasiswa...
Unjuk Rasa Mahasiswa Bubar, Polisi Mulai Buka Jalan Jenderal Sudirman Arah Bundaran HI
4 jam yang lalu
Perumda Dharma Jaya...
Perumda Dharma Jaya Edukasi Ketahanan Pangan ke Siswa SMPN 51 Jakarta
5 jam yang lalu
Situ Rompong Tangsel...
Situ Rompong Tangsel Menyusut Tinggal 1,7 Hektare, Warga Duga Ada Maladminsitrasi
5 jam yang lalu
Roy Suryo Titip Pesan...
Roy Suryo Titip Pesan ke Massa Aksi Demo: Jangan Disusupi, Aparat Harus Humanis
6 jam yang lalu
Ada Demo Mahasiswa,...
Ada Demo Mahasiswa, Rute Transjakarta Dialihkan
6 jam yang lalu
Infografis
Batas Aman Makan Kue...
Batas Aman Makan Kue Lebaran Biar Berat Badan Tidak Naik
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved