Kisah Karomah Syekh Burhanuddin Ulakan

Minggu, 03 Juli 2016 - 05:00 WIB
A A A
Suatu ketika Pono dibawa Syekh Abdurrauf ke surau besar dan kemudian menyuruhnya membuka lembaran kitab dan Syekh Abdurrauf mengajarkannya sekali dan kenyataannya seluruh isi dari kitab tersebut telah dikuasai oleh Pono.

Hingga akhirnya berhasil lulus dengan baik dan sempurna. Lalu Pono ini menyendiri (berkhalwat) selama 40 hari di gua hulu Sungai Aceh, di kaki Gunung Peusangan.

Setelah dirasa cukup menerima ilmu pengetahuan dari Syekh Abdurrauf maka tibalah saatnya Pono dikembalikan ke Pariaman guna mengembangkan agama yang dia pelajari selama ini. Dengan begitu Syekh Abdurrauf memberinya gelar Syekh Burhanuddin.

Syekh Burhanuddin dilepas Syekh Abdurrauf dengan disertai 70 orang yang akan mengawalnya selama dalam perjalanan. Rombongan ini dipimpin oleh Panglima yang bernama Katib Sangko.

Alasan Syekh Abdurrauf membekali Syekh Burhanuddin pengawal karena dia yakin nanti akan mendapat tantangan berat sebab kala itu masyarakat Pariaman masih kental memeluk agama Hindu Budha sehingga banyak tukang –tukang sihir akan merintangi karena mereka tidak senang kesenangannya di usik dan ganti.

Akhirnya rombongan Syekh Burhanuddin tiba di Pulau Angso dimuka Pantai Pariaman. Tibanya Syekh Burhanuddin menyulut kemarahan para tukang sihir di tempat itu sehingga mereka mengeluarkan segala kepandaiannya untuk mengusir rombongan Syekh Burhanuddin.

Sehingga terjadilah perkelahian yang memakan banyak korban baik dari rombongan Katik Sangko maupun pihak penyihir.

Tempat tersebut kemudian dikenal dengan nama Ulakan yaitu tempat penolakan kedatangan Rombongan Syekh Burhanuddin.

Berita perkelahian yang memakan korban ini sampai ke para jagoan di Tujuh Koto sehingga mereka segera menyusul untuk menangkap Katib Sangko. Namun rombongan Katib Sangko sangat kuat sehingga para jagoan tersebut tewas.

Peristiwa ini membuat Kalik-Kalik jantan seorang tokoh masyarakat setempat gelap mata sementara rombongan Katib Sangko juga banyak yang tewas.
Komentar
Copyright © 2023 SINDOnews.com
berita/ rendering in 0.1006 seconds (10.177#12.26)