Polda Akan Panggil Admin Sosmed Jakmania untuk Selamatkan Persija
Selasa, 28 Juni 2016 - 18:25 WIB
Polda Akan Panggil Admin Sosmed Jakmania untuk Selamatkan Persija
A
A
A
JAKARTA - Polda Metro Jaya akan memanggil sejumlah admin media sosial The Jakmania untuk bersama-sama menyelamatkan Persija. Pemanggilan dilakukan untuk memberikan edukasi sehingga suporter The Jakmania lebih bersikap antikekerasan.
Direktur Krimsus Polda Metro Jaya Kombes Pol Fadil Imran mengatakan, penyidik telah menangkap delapan suporter yang melakukan kekerasan di Stadion Utama GBK. Berdasarkan penulusuran polisi, para pelaku itu membangun budaya kolektif di dunia maya yang akhirnya membawa kerusuhan suporter beberapa waktu lalu itu.
"Mereka tidak saling kenal, tapi menjadi satu karena membangun identitas yang sama di dunia maya dan membangun komunikasi. Kemudian tumbuh berkembang menjadi budaya kekerasan. Makanya, kami akan panggil sejumlah admin sosial media Jakmania, kami ingin meberikan edukasi dan pendampingan agar mereka memanfaatkan dunia maya ini secara beradab dan bertika," kata Fadil Imran pada pada wartawan di Polda Metro Jaya, Selasa (28/6/2016).
Namun, kata Fadil, bagi suporter yang terbukti di penyidikan itu turut serta menghasut di dunia maya akan disidik secara tuntas. Itu merupakan salah satu ciri spesifik era keterbukaan informasi di masa sekarang.
"Solidaritas tidak terbangun begitu saja, mereka bangun melalui identitas bendera, seragam dan intens bersosialisasi di dunia maya. Bagi mereka yang menggunakan dunia maya melakukan penghasilan jangan harap bisa lepas dari hukum. Kita akan ungkap siapa orang dibalik ini. Kita selamatkan Persija," tutupnya.
Direktur Krimsus Polda Metro Jaya Kombes Pol Fadil Imran mengatakan, penyidik telah menangkap delapan suporter yang melakukan kekerasan di Stadion Utama GBK. Berdasarkan penulusuran polisi, para pelaku itu membangun budaya kolektif di dunia maya yang akhirnya membawa kerusuhan suporter beberapa waktu lalu itu.
"Mereka tidak saling kenal, tapi menjadi satu karena membangun identitas yang sama di dunia maya dan membangun komunikasi. Kemudian tumbuh berkembang menjadi budaya kekerasan. Makanya, kami akan panggil sejumlah admin sosial media Jakmania, kami ingin meberikan edukasi dan pendampingan agar mereka memanfaatkan dunia maya ini secara beradab dan bertika," kata Fadil Imran pada pada wartawan di Polda Metro Jaya, Selasa (28/6/2016).
Namun, kata Fadil, bagi suporter yang terbukti di penyidikan itu turut serta menghasut di dunia maya akan disidik secara tuntas. Itu merupakan salah satu ciri spesifik era keterbukaan informasi di masa sekarang.
"Solidaritas tidak terbangun begitu saja, mereka bangun melalui identitas bendera, seragam dan intens bersosialisasi di dunia maya. Bagi mereka yang menggunakan dunia maya melakukan penghasilan jangan harap bisa lepas dari hukum. Kita akan ungkap siapa orang dibalik ini. Kita selamatkan Persija," tutupnya.
(whb)