Tak Kapok, PKL Tanah Abang Kucing-kucingan dengan Satpol PP
Kamis, 16 Juni 2016 - 15:15 WIB
Tak Kapok, PKL Tanah Abang Kucing-kucingan dengan Satpol PP
A
A
A
JAKARTA - Petugas Satpol PP Jakarta Pusat melakukan penertiban Pedagang Kaki Lima (PKL) yang nekat menggelar dagangnnya di sepanjang trotoar Tanah Abang, Jakarta Pusat.
Razia tersebut padahal sudah sering dilakukan, namun, pedagang seolah-olah kucing-kucingan dengan petugas. Jika ada petugas, para pedagang akan tertib, apabila tidak ada petugas mereka bebas menjajakan dagangannya di tempat yang bukan semestinya.
Kasatpol PP Jakarta Pusat Iyan Sophyan Hadi mengungkapkan akan segera melakukan penertiban kembali PKL Tanah Abang.
"Segera kita tertibkan. Anak buah langsung melingkar (keliling razia Tanah Abang)," kata pria yang biasa disapa Iyan ini di Jakarta, Kamis (16/6/2016).
Salah seorang pedagang menjelaskan, alasan mereka tetap berdagang di trotoar. Hal itu dilakukan demi menyambung hidup anak dan istri. (Baca: Penertiban PKL Tanah Abang Jangan Seporadis)
"Mau enggak mau kan harus dagang buat kebutuhan hidup. Kalau ada petugas, tinggal kami angkut ke belakang lagi saja dagangannya," kata Gunawan, pedagang baju di Tanah Abang, Jakarta Pusat.
Pada tahun lalu mendekati Hari Raya Idul Fitri, para pedagang juga tetap berdagang. Meskipun kerap dirazia petugas, pedagang memilih berdagang dengan sistem kucing-kucingan.
Razia tersebut padahal sudah sering dilakukan, namun, pedagang seolah-olah kucing-kucingan dengan petugas. Jika ada petugas, para pedagang akan tertib, apabila tidak ada petugas mereka bebas menjajakan dagangannya di tempat yang bukan semestinya.
Kasatpol PP Jakarta Pusat Iyan Sophyan Hadi mengungkapkan akan segera melakukan penertiban kembali PKL Tanah Abang.
"Segera kita tertibkan. Anak buah langsung melingkar (keliling razia Tanah Abang)," kata pria yang biasa disapa Iyan ini di Jakarta, Kamis (16/6/2016).
Salah seorang pedagang menjelaskan, alasan mereka tetap berdagang di trotoar. Hal itu dilakukan demi menyambung hidup anak dan istri. (Baca: Penertiban PKL Tanah Abang Jangan Seporadis)
"Mau enggak mau kan harus dagang buat kebutuhan hidup. Kalau ada petugas, tinggal kami angkut ke belakang lagi saja dagangannya," kata Gunawan, pedagang baju di Tanah Abang, Jakarta Pusat.
Pada tahun lalu mendekati Hari Raya Idul Fitri, para pedagang juga tetap berdagang. Meskipun kerap dirazia petugas, pedagang memilih berdagang dengan sistem kucing-kucingan.
(mhd)