Dokter Cantik Tewas Diinjak Gajah Jantan

Rabu, 11 Mei 2016 - 15:57 WIB
Dokter Cantik Tewas...
Dokter Cantik Tewas Diinjak Gajah Jantan
A A A
WONOGIRI - Dua ekor gajah di Taman Satwa Waduk Gajah Mungkur, Kabupaten Wonogiri, Jawa Tengah mengamuk saat dibawa jalan-jalan oleh dokter hewan dan sang pawang yang biasa merawatnya.

Akibat amukan gajah itu, dokter Esthi Oktavia Wara Hapsari yang biasa merawat gajah tersebut langsung tewas di lokasi kejadian akibat terkena tusukan gading.

Sedangkan seorang pawang Febri Wicaksono mengalami luka akibat dibanting hewan yang memiliki bobot lima ton ini. Hingga berita ini diturunkan, polisi masih melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP).

Menurut keterangan Arif, satu dari tiga pawang yang selamat dari amukan gajah, peristiwa terjadi pada pukul 07.00 Wib. Saat itu, gajah dikeluarkan dari kandang untuk jalan-jalan mengenal lingkungan, sekaligus dilakukan pemeriksaan kesehatan.

Dalam perjalanan itu, dokter Esthi menghadang gajah jantan yang sedang berjalan dengan jarak sekitar dua meter dengan maksud memotret. Tetapi tanpa diduga, gajah tersebut menyerang dengan kepalanya sehingga korban terjatuh.

Dalam serangan pertama, korban bisa terselamatkan karena berada diantara kedua gading gajah dan sang gajah juga sempat mundur hingga lima meter. Saat korban hendak bangkit, sang gajah menyerang kembali hingga korban tewas.

Sementara itu, menurut dokter Pratikto di RSUD Wonogiri, korban mengalami patah tulang rusuk dan luka-luka berdarah di bagian punggung dan dada, diduga akibat tusukan gading gajah.

Sampai di rumah sakit, korban diketahui sudah meninggal dunia. Diperkirakan, korban tewas dalam perjalanan ke rumah sakit akibat kehabisan darah.

Kedua gajah ini merupakan pasangan berumur sekitar 30 tahun. Jantannya bernama Panamtu dengan bobot 5,5 ton dan betinanya bernama Sari dengan berbobot 4,5 ton. Keduanya baru dua minggu dititipkan di Taman Satwa Waduk Gajah Mungkur.

Kini, Badan Konservasi dan Sumberdaya Alam (BKSA) Provinsi Jawa Tengah dari Taman Gucci, Kabupaten Tegal lantaran belum mengantongi surat ijin konservasi.
(san)
Berita Terkait
Kesulitan Pakan, Satwa...
Kesulitan Pakan, Satwa Kebun Binatang Bandung Dapat Sumbangan Warga
Selamatkan Satwa dengan...
Selamatkan Satwa dengan Berkunjung ke Bandung Zoological Garden
Macan Tutul Penguasa...
Macan Tutul Penguasa Gunung Sawal Ciamis Kini Stabil di Bonbin Bandung
Tidak Mudik Lebaran,...
Tidak Mudik Lebaran, Warga Sidoarjo Ini Ajak Anaknya Mengenal Satwa KBS
Selamatkan Satwa Liar,...
Selamatkan Satwa Liar, Pemerintah Siapkan Stimulus bagi Lembaga Konservasi
Donasi untuk Kebun Binatang...
Donasi untuk Kebun Binatang Bandung Mulai Mengalir
Berita Terkini
KH Hasanuddin Kriyani...
KH Hasanuddin Kriyani Resmi Menjadi Sesepuh Pondok Buntet Pesantren
2 jam yang lalu
Perindo Apresiasi Inisiatif...
Perindo Apresiasi Inisiatif Danantara Bangun Pengolahan Sampah Jadi Energi Listrik di Denpasar Raya
2 jam yang lalu
Peningkatan Kualitas...
Peningkatan Kualitas SDM Jadi Syarat Pembangunan Jakarta Menuju Kota Global
5 jam yang lalu
Terowongan Arah Utara...
Terowongan Arah Utara MRT Jakarta Bundaran HI-Kota Rampung Digali, Tembus hingga Kedalaman 28 Meter
5 jam yang lalu
Jampidsus Febrie Adriansyah...
Jampidsus Febrie Adriansyah Mundur, Rumahnya di Jaksel Tak Lagi Dijaga Khusus TNI
6 jam yang lalu
Pemberdayaan UMKM Sawit,...
Pemberdayaan UMKM Sawit, BPDP Raih Penghargaan Medbun Awards
8 jam yang lalu
Infografis
Khamenei Tewas, 4 Nama...
Khamenei Tewas, 4 Nama Masuk Bursa Calon Pemimpin Tertinggi Iran
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved