Jatuh dari Lantai 18, Dua Pekerja Bangunan Tewas di Tempat
Minggu, 08 Mei 2016 - 08:54 WIB
Jatuh dari Lantai 18, Dua Pekerja Bangunan Tewas di Tempat
A
A
A
JAKARTA - Dua pekerja bangunan proyek pembangunan Gedung Capitol Jalan Prajurit KKO Usman Harun, Senen, Jakarta Pusat tewas saat sedang bekerja. Peristiwa tersebut terjadi pada Sabtu malam 7 April kemarin.
Kasubag Humas Polres Jakarta Pusat, Kompol Suyatno menjelaskan, kedua korban atas nama Didik Eko (20) dan Suyoto (37) tewas saat tengah memasang tiang besi.
"Diduga dua orang korban pada waktu memasang tiang besi di lantai 18," kata Suyatno kepada wartawan, Minggu (8/5/2016).
Suyatno melanjutkan, dugaan awal, keduanya tidak menerapkan prinsip Keselamatan bekerja. "Mereka terjatuh karena tidak memakai alat keselamatan atau snefling," lanjutnya.
Sementara itu menurut Kapolsek Senen Kompol Kasmono mengatakan, kondisi korban sangatlah memprihatinkan. Badannya remuk dan kepalanya pecah akibat terkena benturan yang keras.
Sejumlah pekerja yang saat itu tengah mengerjakan tugasnya, langsung berlarian mengevakuasi jazad kedua korban. "Proyek itu memang 24 jam aktif,'' kata Kasmono.
Polisi yang menerima laporan adanya kecelakaan kerja langsung mendatangi lokasi kejadian dan langsung melakukan olah tempat kejadian perkara. Saat ini korban telah dibawa ke Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo, Jakarta Pusat untuk divisum.
"Jenazah korban sudah dibawa ke RSCM. Polisi juga masih memeriksa sejumlah saksi-saksi termasuk prosedur kelayakan bekerja proyeknya,'' tandas Kasmono.
Kasubag Humas Polres Jakarta Pusat, Kompol Suyatno menjelaskan, kedua korban atas nama Didik Eko (20) dan Suyoto (37) tewas saat tengah memasang tiang besi.
"Diduga dua orang korban pada waktu memasang tiang besi di lantai 18," kata Suyatno kepada wartawan, Minggu (8/5/2016).
Suyatno melanjutkan, dugaan awal, keduanya tidak menerapkan prinsip Keselamatan bekerja. "Mereka terjatuh karena tidak memakai alat keselamatan atau snefling," lanjutnya.
Sementara itu menurut Kapolsek Senen Kompol Kasmono mengatakan, kondisi korban sangatlah memprihatinkan. Badannya remuk dan kepalanya pecah akibat terkena benturan yang keras.
Sejumlah pekerja yang saat itu tengah mengerjakan tugasnya, langsung berlarian mengevakuasi jazad kedua korban. "Proyek itu memang 24 jam aktif,'' kata Kasmono.
Polisi yang menerima laporan adanya kecelakaan kerja langsung mendatangi lokasi kejadian dan langsung melakukan olah tempat kejadian perkara. Saat ini korban telah dibawa ke Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo, Jakarta Pusat untuk divisum.
"Jenazah korban sudah dibawa ke RSCM. Polisi juga masih memeriksa sejumlah saksi-saksi termasuk prosedur kelayakan bekerja proyeknya,'' tandas Kasmono.
(sms)