Delapan Kasus Pembunuhan di Semarang Belum Terungkap, Ini Tanggapan Polisi
Minggu, 24 April 2016 - 16:39 WIB
Delapan Kasus Pembunuhan di Semarang Belum Terungkap, Ini Tanggapan Polisi
A
A
A
SEMARANG - Kapolrestabes Semarang Kombes Pol Burhanudin membenarkan memang ada kasus-kasus pembunuhan di wilayah hukumnya yang belum terungkap.
"Bukan tidak bisa diungkap, tapi belum terungkap. Saat ini, penyelidikan tentu terus berjalan, ditangani, baik yang ditangani kami maupun polsek-polsek jajaran," ungkapnya, Minggu (24/4/2016).
Pihaknya, terutama Satuan Reserse Kriminal, berupaya terus mencari bukti kuat. Sehingga ketika menetapkan tersangka, sudah didukung alat bukti yang cukup. "Tidak gegabah menetapkan tersangka," lanjutnya.
Dia mengiyakan, dalam beberapa kasus memang menemui kendala. Contoh, penemuan mayat perempuan di Mijen, tepatnya di kebun tebu. Sejauh ini, identitasnya belum bisa diungkap maupun siapa pelakunya.
"Ada info awal kalau korban itu PRT (pekerja rumah tangga) tapi tidak ada bukti lain soal itu. Identitasnya belum ada. Jadi kami imbau, jika ada keluarga yang merasa kehilangan anggota keluarganya, bisa melapor ke kami," tandasnya.
Diberitakan sebelumnya, berdasarkan catatan KORAN SINDO, Polrestabes Semarang masih punya utang delapan kasus pembunuhan. Kasus itu terjadi dari sekitar empat tahun terakhir. Kasus pembunuhan yang sejauh ini belum terungkap, terbanyak terjadi pada tahun 2015 dengan empat kasus.
"Bukan tidak bisa diungkap, tapi belum terungkap. Saat ini, penyelidikan tentu terus berjalan, ditangani, baik yang ditangani kami maupun polsek-polsek jajaran," ungkapnya, Minggu (24/4/2016).
Pihaknya, terutama Satuan Reserse Kriminal, berupaya terus mencari bukti kuat. Sehingga ketika menetapkan tersangka, sudah didukung alat bukti yang cukup. "Tidak gegabah menetapkan tersangka," lanjutnya.
Dia mengiyakan, dalam beberapa kasus memang menemui kendala. Contoh, penemuan mayat perempuan di Mijen, tepatnya di kebun tebu. Sejauh ini, identitasnya belum bisa diungkap maupun siapa pelakunya.
"Ada info awal kalau korban itu PRT (pekerja rumah tangga) tapi tidak ada bukti lain soal itu. Identitasnya belum ada. Jadi kami imbau, jika ada keluarga yang merasa kehilangan anggota keluarganya, bisa melapor ke kami," tandasnya.
Diberitakan sebelumnya, berdasarkan catatan KORAN SINDO, Polrestabes Semarang masih punya utang delapan kasus pembunuhan. Kasus itu terjadi dari sekitar empat tahun terakhir. Kasus pembunuhan yang sejauh ini belum terungkap, terbanyak terjadi pada tahun 2015 dengan empat kasus.
(zik)