Tinggal 2 Kemungkinan, Ahok: Permintaan BPK Buah Simalakama
Rabu, 13 April 2016 - 12:58 WIB
Tinggal 2 Kemungkinan, Ahok: Permintaan BPK Buah Simalakama
A
A
A
JAKARTA - Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) mengaku ada dua kemungkinan yang terjadi pada kerugian negara sebesar Rp191 miliar dalam pembelian lahan RS Sumber Waras. Menurut dia, apakah pembelian lahan yang dilakukan Pemerintah Provinsi (Pemprov) salah atau hasil investigasi yang dilakukan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) ngaco.
"Tinggal dua saja (kemungkinan) Pemda DKI yang salah atau BPK yang salah," kata Ahok di Balai Kota DKI Jakarta, Jakarta Pusat, Rabu (13/4/2016).
Mantan Bupati Belitung Timur mengaku, bisa saja dirinya membatalkan pembelian lahan tersebut. Asalkan, kata dia, ada pengganti lokasi yang bagus dan harga tanahnya murah.
"Saya bilang sama KPK kemarin, saya juga mau membatalkan kok, ngapain gue ribut. Tapi pernah enggak anda curiga ada pengusaha mau beli dimana ada tanah begitu murah semua orang ingin tanah begitu murah. Kenapa enggak cari tanah lain kata BPK, carikan tanah di Jakarta dekat, harga NJOP, gue beli sekarang lu cariin. Jadi BPK ini ngaco," tukasnya.
Jika dijual kembali, kata Ahok, Yayasan Sumber Waras tidak akan mau membeli tanah yang dahulu dijual dengan harga murah sekarang dibelinya dengan harga mahal. Menurut dia, hal itu sesuatu yang sudah untuk dilakukan.
"Kalau jual balik harga lama dong, masa Sumber Waras mau beli harga baru. Kalau beli harga lama merugikan negara enggak? Ini tahun sudah naik nih. Kalau saya jual balik NJOP pun sudah naik. Dia mau bayar NJOP pun pasti saya kena sama BPK juga. Kenapa enggak jual harga pasar? Kalau saya mau jual harga pasar pun, DPRD enggak kasih, bisa enggak jual balik? Enggak bisa juga," paparnya.
Maka itu, menurut Ahok, permintaan BPK untuk menjual lahan Sumber Waras serba salah. Karena, saat ini kasus tersebut sudah ditangani oleh KPK. (Baca: Dituding Ngaco, Ketua BPK Tantang Ahok di Pengadilan)
"Jadi permintaan BPK ini saya bilang buah simalakama, ya kan? Sekarang BPK lepas tangan. Bilangnya apa BPK? 'Oh kami sudah selesai sekarang urusan KPK'. Nah sekarang sudah tentu profesional," tukasnya.
"Tinggal dua saja (kemungkinan) Pemda DKI yang salah atau BPK yang salah," kata Ahok di Balai Kota DKI Jakarta, Jakarta Pusat, Rabu (13/4/2016).
Mantan Bupati Belitung Timur mengaku, bisa saja dirinya membatalkan pembelian lahan tersebut. Asalkan, kata dia, ada pengganti lokasi yang bagus dan harga tanahnya murah.
"Saya bilang sama KPK kemarin, saya juga mau membatalkan kok, ngapain gue ribut. Tapi pernah enggak anda curiga ada pengusaha mau beli dimana ada tanah begitu murah semua orang ingin tanah begitu murah. Kenapa enggak cari tanah lain kata BPK, carikan tanah di Jakarta dekat, harga NJOP, gue beli sekarang lu cariin. Jadi BPK ini ngaco," tukasnya.
Jika dijual kembali, kata Ahok, Yayasan Sumber Waras tidak akan mau membeli tanah yang dahulu dijual dengan harga murah sekarang dibelinya dengan harga mahal. Menurut dia, hal itu sesuatu yang sudah untuk dilakukan.
"Kalau jual balik harga lama dong, masa Sumber Waras mau beli harga baru. Kalau beli harga lama merugikan negara enggak? Ini tahun sudah naik nih. Kalau saya jual balik NJOP pun sudah naik. Dia mau bayar NJOP pun pasti saya kena sama BPK juga. Kenapa enggak jual harga pasar? Kalau saya mau jual harga pasar pun, DPRD enggak kasih, bisa enggak jual balik? Enggak bisa juga," paparnya.
Maka itu, menurut Ahok, permintaan BPK untuk menjual lahan Sumber Waras serba salah. Karena, saat ini kasus tersebut sudah ditangani oleh KPK. (Baca: Dituding Ngaco, Ketua BPK Tantang Ahok di Pengadilan)
"Jadi permintaan BPK ini saya bilang buah simalakama, ya kan? Sekarang BPK lepas tangan. Bilangnya apa BPK? 'Oh kami sudah selesai sekarang urusan KPK'. Nah sekarang sudah tentu profesional," tukasnya.
(mhd)