Lintasan Kereta Api Banyak Rawan Longsor

Selasa, 22 Maret 2016 - 05:15 WIB
Lintasan Kereta Api...
Lintasan Kereta Api Banyak Rawan Longsor
A A A
JAKARTA - Hujan deras yang melanda wilayah Jabodetabek, Banten, Sukabumi beberapa hari terakhir membuat sejumlah lintasan kereta api menjadi rawan longsor dan pergeseran tanah.

Hingga hari ini, Daerah Operasional (Daop) 1 PT KAI, selaku penanggung jawab operasional kereta di Jabodetabek menegaskan ada 17 titik daeraha rawan longsor di wilayahnya. Belasan titik itu meliputi jalur padat KRL, seperti Manggarai-Bogor, dan beberapa titik di luar jakarta, seperti Bekasi, Bogor, Sukabumi, dan Bogor.

"Paling banyak emang di luar Jakarta. Permukaan tanahnya tidak stabil dan rawan pergeseran tanah," tutur Manager Senior Coorporate Communication Daop 1, Bambang S Prayitno kepada SINDO, Senin 21 Maret 2016.

Kejadian yang terjadi di Lintas Sukabumi-Bogor pada Minggu 20 Maret 2016 sore lalu, tepatnya antara stasiun Masengt-Bogor di Km 11+1/2 pada pukul 17.45 WIB dan Km 11+8/9 pukul 18.50 WIB adalah buktinya. Di dua lokasi itu, longsor terjadi dan membuat jalur perlintasan kereta Pangrango yang melintas menjadi terputus, kemarin.

"Di km 11+1/2, longsor bisa di evakuasi dan selesai pada pukul 19.00 WIB. Sementara di km 11+8/9 sampai sekarang tidak bisa dilalui setelah tanah longsor dengan kedalaman sekitar 10 meter," tuturnya.

Menurutnya, pihaknya telah menyebarkan informasi kepada sejumlah stasiun yang dilintasi KRL Pangrango untuk beralih ke transportasi lain sembari perbaikan jalur dilakukan olehnya sejak kemarin.

"Perbaikan diperkirakan bisa lebih dari tiga hari kedepan, dan bila cuaca pendukung semoga bisa lebih cepat selesai, petugas PT.KAI Daop 1 akan melakukan perbaikan secara maksimal siang malam," tuturnya.

Dihubungi secara terpisah, Kepala Humas PT KAI Pusat, Agus Komarudin tak menampik masih banyak perlintasan kereta api yang menjadi rawan longsor di Indonesia. Kebanyakan itu terjadi di pulai jawa, yang notabenennya merupakan daerah dengan perjalanan kereta terbanyak. "Mungkin totalnya sekitar 6.000 titik bila dihitung secara nasional," tuturnya.

Khusus di sekitar kawasan Daop 1, Agus menyakini longsor yang terjadi di kawasan itu, khususnya di Jakarta diduga kuat karena kebiasaan masyarakat di sekitar perlintasan yang kerap membuang saluran airnya ke jalur kereta.

Kondisi tanah yang tidak stabil, hingga menjadi pembuangan saluran air, membuat pergerakan tanah terjadi di beberapa kawasan, seperti Bogor, Bekasi, dan Tangerang. (Baca: Longsor, KA Pangrango Stop Beroperasi Selama 3 Hari)

Demi meminimalisirnya, sejak beberapa tahun lalu, dirinya telah melakukan sosialisasi kepada masyarakat sekitar agar tidak membuang sampah maupun air secara sembarang. "Selain itu kami juga berkoordinasi dengan dirjen perkerataapian untuk melakukan peningkatan kualitas rel di kawasan rawan," tutupnya.
(mhd)
Berita Terkait
TPT Longsor di Stasiun...
TPT Longsor di Stasiun Maseng Dipastikan Tak Ganggu Rute Kereta Api Bogor-Sukabumi
Penampakan Tebing Jalur...
Penampakan Tebing Jalur Rel Kereta Api Longsor di Bogor Menimpa 5 Rumah
Material Longsor Berhasil...
Material Longsor Berhasil Dievakuasi, Perjalanan KA Berangsur Normal
Dahsyatnya Gemuruh Longsor...
Dahsyatnya Gemuruh Longsor Rel Kereta Api di Empang Bogor, Warga Berhamburan Keluar Rumah
Kereta Penumpang Tergelincir...
Kereta Penumpang Tergelincir di Skotlandia, Tiga Tewas
Tebing Pinggir Rel Kereta...
Tebing Pinggir Rel Kereta Api Longsor di Bogor, Timpa 5 Rumah dan 6 Warga Tertimbun
Berita Terkini
Bripka Dedy Wiratama...
Bripka Dedy Wiratama yang Bekingi Kampung Narkoba Samarinda Dipecat
30 menit yang lalu
GBK Diprediksi Dipadati...
GBK Diprediksi Dipadati Puluhan Ribu Pengunjung Akhir Pekan Ini, Dishub Siapkan Rekayasa Lalin
44 menit yang lalu
Soal Aturan Baru Kemenkes,...
Soal Aturan Baru Kemenkes, Bupati Bondowoso Komitmen Lindungi Petani Tembakau
53 menit yang lalu
Mengukur Kunci Sukses...
Mengukur Kunci Sukses Daerah, RGSS Resmi Hadir
59 menit yang lalu
Lampung Kukuhkan Diri...
Lampung Kukuhkan Diri sebagai Sentra Semangka Nasional
1 jam yang lalu
PPP Banten Gelar Mukerwil...
PPP Banten Gelar Mukerwil V, Fokus Konsolidasi Hadapi Verifikasi Pemilu 2029
2 jam yang lalu
Infografis
5 Titik Rawan Perang...
5 Titik Rawan Perang Dunia III pada Tahun 2026
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved