Ditinggal ke Poso, Putra Sertu Bagus Terus Menangis
Senin, 21 Maret 2016 - 17:53 WIB
Ditinggal ke Poso, Putra Sertu Bagus Terus Menangis
A
A
A
BOGOR - Kepergian Sersan Satu (Sertu) Bagus Rizka Perdana, teknisi Pusat Penerbangan Angkatan Darat (Puspenerbad) Pondok Cabe, Tangerang Selatan, menyisakan kesedihan bagi keluarganya.
Sebelum ke Poso, almarhum sempat pamit kepada Novia Nurwidati (26), istrinya dan Nouval Raihan Perdana, anak semata wayangnya yang baru berusia lima bulan.
Almarhum juga sempat izin kepada Miarti (56), ibu mertuanya. "Kita baru dapat kabar setelah melihat TV, bahwa menantu saya jadi salah satu korban kecelakaan heli TNI yang jatuh di Poso. Ada telepon dari komandan menantu saya, bahwa Bagus menjadi korban heli jatuh," ungkap Miarti saat ditemui di rumah duka, Senin (21/3/2016).
Lebih lanjut ia mengungkapkan, sejak menikah dengan anaknya 2,5 tahun lalu, Sertu agus tinggal dirumahnya.
"Jadi sebelum berangkat ke Poso, Jumat (18/3) selain pamit ke istri dan anaknya sempat pamit juga ke saya dan bilang mau tugas. Bahkan anak saya sempat mengantar ke Lapangan Udara Pondok Cabe. Tidak tahu tugas dalam rangka apa," ujarnya sambil menggendong anak korban yang terus menangis.
Ia mengaku terpukul dan tidak punya firasat apa-apa terkait kejadian yang menimpa menantunya. Tapi tidak biasanya, saat ditinggal ayahnya, Nouval merengek dan menangis terus.
"Firasat sih tidak ada, cuma sejak pamit ditinggal tugas ke Poso, cucu saya ini menangis terus. Biasanya sih nggak begitu."
Bahkan, anaknya yang ikut mengantar almarhum sebelum bertolak ke Poso di Pondok Cabe pulang tidak biasanya hingga larut malam.
"Katanya sih lama di Pondok Cabe sebelum berangkat ke Poso, foto-foto dulu sama suaminya karena jarang ke bandara."
Ia mengaku terakhir komunikasi dengan menantunya melalui layanan pesan singkat, SMS. "Terakhir pas dia sampai di sana (Sulawesi) sempat SMS saya, bahkan sempat bilang nanti mau lanjut pakai bus ke Poso. Itu terakhir kalinya komunikasi sama saya."
Miarti tak menyangka komunikasi via SMS itu merupakan komunikasi terakhir dengan menantunya. "Tapi kita ikhlaskan saja, semuanya ini musibah yang tak diduga."
Meski jenazah korban tidak dibawa ke rumah duka di Kampung/Desa Cijujung, Sukaraja, Kabupaten Bogor, suasana rumah yang selama ini jadi tempat tinggal Sertu Bagus Rizka Perdana terus dikunjungi kerabat, keluarga, dan tetangganya.
Bahkan, sejak semalam sejumlah anggota dari Komando Distrik Militer (Kodim) 0621 Kabupaten Bogor juga sempat mendirikan tenda khas TNI berwarna hijau.
Tak hanya itu, persis di samping rumahnya terdapat satu karangan bunga dukacita dari Komandan Puspenerbad Brigjen TNI Benny Susianto.
Sebelum ke Poso, almarhum sempat pamit kepada Novia Nurwidati (26), istrinya dan Nouval Raihan Perdana, anak semata wayangnya yang baru berusia lima bulan.
Almarhum juga sempat izin kepada Miarti (56), ibu mertuanya. "Kita baru dapat kabar setelah melihat TV, bahwa menantu saya jadi salah satu korban kecelakaan heli TNI yang jatuh di Poso. Ada telepon dari komandan menantu saya, bahwa Bagus menjadi korban heli jatuh," ungkap Miarti saat ditemui di rumah duka, Senin (21/3/2016).
Lebih lanjut ia mengungkapkan, sejak menikah dengan anaknya 2,5 tahun lalu, Sertu agus tinggal dirumahnya.
"Jadi sebelum berangkat ke Poso, Jumat (18/3) selain pamit ke istri dan anaknya sempat pamit juga ke saya dan bilang mau tugas. Bahkan anak saya sempat mengantar ke Lapangan Udara Pondok Cabe. Tidak tahu tugas dalam rangka apa," ujarnya sambil menggendong anak korban yang terus menangis.
Ia mengaku terpukul dan tidak punya firasat apa-apa terkait kejadian yang menimpa menantunya. Tapi tidak biasanya, saat ditinggal ayahnya, Nouval merengek dan menangis terus.
"Firasat sih tidak ada, cuma sejak pamit ditinggal tugas ke Poso, cucu saya ini menangis terus. Biasanya sih nggak begitu."
Bahkan, anaknya yang ikut mengantar almarhum sebelum bertolak ke Poso di Pondok Cabe pulang tidak biasanya hingga larut malam.
"Katanya sih lama di Pondok Cabe sebelum berangkat ke Poso, foto-foto dulu sama suaminya karena jarang ke bandara."
Ia mengaku terakhir komunikasi dengan menantunya melalui layanan pesan singkat, SMS. "Terakhir pas dia sampai di sana (Sulawesi) sempat SMS saya, bahkan sempat bilang nanti mau lanjut pakai bus ke Poso. Itu terakhir kalinya komunikasi sama saya."
Miarti tak menyangka komunikasi via SMS itu merupakan komunikasi terakhir dengan menantunya. "Tapi kita ikhlaskan saja, semuanya ini musibah yang tak diduga."
Meski jenazah korban tidak dibawa ke rumah duka di Kampung/Desa Cijujung, Sukaraja, Kabupaten Bogor, suasana rumah yang selama ini jadi tempat tinggal Sertu Bagus Rizka Perdana terus dikunjungi kerabat, keluarga, dan tetangganya.
Bahkan, sejak semalam sejumlah anggota dari Komando Distrik Militer (Kodim) 0621 Kabupaten Bogor juga sempat mendirikan tenda khas TNI berwarna hijau.
Tak hanya itu, persis di samping rumahnya terdapat satu karangan bunga dukacita dari Komandan Puspenerbad Brigjen TNI Benny Susianto.
(zik)