Jenazah Korban Heli Jatuh di Poso Akan Diautopsi di RS Polri
Senin, 21 Maret 2016 - 11:55 WIB
Jenazah Korban Heli Jatuh di Poso Akan Diautopsi di RS Polri
A
A
A
JAKARTA - Seluruh korban dalam Insiden jatuhnya helikopter Bell 412 EP, dengan nomor penerbangan HA 5171 di atas perkebunan Kelurahan Kasiguncu, Kecamatan Poso Pesisir, Kabupaten Poso, Sulawesi Tengah akan langsung diterbangkan ke Jakarta hari ini.
Kepala Dinas Penerangan TNI Angkatan Darat Brigjen TNI Sabrar Fadhilah mengatakan mulanya jenazah tersebut akan tiba di Lanud Halim Perdana Kusuma sekira pukul 10.00 WIB namun hal tersebut masih tentatif.
"Jenazah tiba di Halim diperkirakan jam 10 pagi ini, namun itu kan baru perkiraan. Karena mungkin disana ada kendala seperti pengumpulan berita dan lain-lain bisa saja mundur dari perkiraan itu," kata Sabrar kepada wartawan, Senin (21/3/2016).
Sabrar menambahkan, semua jenazah diterbangkan ke Jakarta karena ada rencana setelah Jenazah tersebut tiba di Lanud Halim, akan langsung dibawa ke RS Polri Kramatjati Jakarta Timur untuk proses identifikasi dan autopsi.
"Memang ada rencana untuk jenazah kita bawa ke RS Polri Kramatjati, karena kan kalau disana untuk proses identifikasi dan sebagainya terbatas, jadi ada rencana untuk di bawa ke RS Polri. Itu baru rencananya ya," tambahnya.
Sebelumnya diberitakan helikopter buatan Kanada hasil pengadaan tahun 2012 itu diduga jatuh, karena faktor cuaca buruk. Pihak TNI masih mencari penyebab pasti jatuhnya helikopter tersebut.
Kepala Dinas Penerangan TNI Angkatan Darat Brigjen TNI Sabrar Fadhilah mengatakan mulanya jenazah tersebut akan tiba di Lanud Halim Perdana Kusuma sekira pukul 10.00 WIB namun hal tersebut masih tentatif.
"Jenazah tiba di Halim diperkirakan jam 10 pagi ini, namun itu kan baru perkiraan. Karena mungkin disana ada kendala seperti pengumpulan berita dan lain-lain bisa saja mundur dari perkiraan itu," kata Sabrar kepada wartawan, Senin (21/3/2016).
Sabrar menambahkan, semua jenazah diterbangkan ke Jakarta karena ada rencana setelah Jenazah tersebut tiba di Lanud Halim, akan langsung dibawa ke RS Polri Kramatjati Jakarta Timur untuk proses identifikasi dan autopsi.
"Memang ada rencana untuk jenazah kita bawa ke RS Polri Kramatjati, karena kan kalau disana untuk proses identifikasi dan sebagainya terbatas, jadi ada rencana untuk di bawa ke RS Polri. Itu baru rencananya ya," tambahnya.
Sebelumnya diberitakan helikopter buatan Kanada hasil pengadaan tahun 2012 itu diduga jatuh, karena faktor cuaca buruk. Pihak TNI masih mencari penyebab pasti jatuhnya helikopter tersebut.
(nag)