Curi Dua Tandan Pisang, Dodi Menangis di Kantor Polisi
Selasa, 15 Maret 2016 - 17:16 WIB
Curi Dua Tandan Pisang, Dodi Menangis di Kantor Polisi
A
A
A
BATAM - Dodi (30) warga Gang Lestari ditangkap polisi gara-gara mencuri dua tandan pisang milik Syamsul di Perumahan Yose Sadai, Tanjunguncang. Dodi hanya bisa pasrah setelah digiring polisi ke Mapolsek Batuaji.
Di kantor polisi, Dodi menangis minta maaf kepada pemilik pisang. Dia menyesali perbuatannya karena tidak meminta terlebih dahulu. Dodi berjanji tidak akan mengulangi perbuatannya kalau dikeluarkan dari kantor polisi. "Maaf pak, saya tidak akan mengulanginya. Saya jangan dikurung pak," kata ayah satu anak ini sambil merengek.
Dodi membantah mencuri pisang itu, akan tapi ingin membelinya setelah ditebangnya. Rencananya, dua tandan pisang yang diambilnya membuat goreng kripik untuk dijualnya. Dia menuturkan baru kali ini mencuri pisang. Sebelumnya, dia sudah keliling-keliling mencari pisang. Setibanya di Perumahan Yose Sadai, dia melihat kedua tandan pisang tersebut, kemudian langsung menebangnya.
"Saya mau beli pisangnya, tapi tidak minta izin sama pemiliknya. Saya baru kali ini mencuri pisang, buat keripik. Bikin keripik buat sendiri, rencananya mau dijual," kata Dodi
Di tempat sama, Syamsul awalnya kaget melihat pohom pisangnya tiba-tiba tumbang. Penasaran melihatnya, dia langsung mendatanginya kemudian memergoki pencurinya sedang memotong tandan pisangnya. Spontan, dia langsung teriak maling dan warga sekitar langsung mendatanginya. Syamsul menuturkan, saat Dodi dipergokinya mengaku ingin membeli pisangnya. Namun, pelaknya langsung main tebang saja tanpa seizinnya.
"Tadi kaget lihat pohon pisangnya tumbang, setelah dicek. Saya lihat pencurinya sudah siap potong pisangnya. Sudah ditangkap pencurinya mengaku ingin beli pisangnya," ujar Syamsul.
Kanitreskrim Mapolsek Batuaji, Iptu M Said menuturkan anggota polisi yang berpatroli langsung menjemput pelaku sebelum dimassa warga.
"Pengakuan pelaku baru kali ini mencuri pisang, kita masih mengembangkan kasusnya," kata Said di Mapolsek Batuaji, Selasa (15/3/2016).
Di kantor polisi, Dodi menangis minta maaf kepada pemilik pisang. Dia menyesali perbuatannya karena tidak meminta terlebih dahulu. Dodi berjanji tidak akan mengulangi perbuatannya kalau dikeluarkan dari kantor polisi. "Maaf pak, saya tidak akan mengulanginya. Saya jangan dikurung pak," kata ayah satu anak ini sambil merengek.
Dodi membantah mencuri pisang itu, akan tapi ingin membelinya setelah ditebangnya. Rencananya, dua tandan pisang yang diambilnya membuat goreng kripik untuk dijualnya. Dia menuturkan baru kali ini mencuri pisang. Sebelumnya, dia sudah keliling-keliling mencari pisang. Setibanya di Perumahan Yose Sadai, dia melihat kedua tandan pisang tersebut, kemudian langsung menebangnya.
"Saya mau beli pisangnya, tapi tidak minta izin sama pemiliknya. Saya baru kali ini mencuri pisang, buat keripik. Bikin keripik buat sendiri, rencananya mau dijual," kata Dodi
Di tempat sama, Syamsul awalnya kaget melihat pohom pisangnya tiba-tiba tumbang. Penasaran melihatnya, dia langsung mendatanginya kemudian memergoki pencurinya sedang memotong tandan pisangnya. Spontan, dia langsung teriak maling dan warga sekitar langsung mendatanginya. Syamsul menuturkan, saat Dodi dipergokinya mengaku ingin membeli pisangnya. Namun, pelaknya langsung main tebang saja tanpa seizinnya.
"Tadi kaget lihat pohon pisangnya tumbang, setelah dicek. Saya lihat pencurinya sudah siap potong pisangnya. Sudah ditangkap pencurinya mengaku ingin beli pisangnya," ujar Syamsul.
Kanitreskrim Mapolsek Batuaji, Iptu M Said menuturkan anggota polisi yang berpatroli langsung menjemput pelaku sebelum dimassa warga.
"Pengakuan pelaku baru kali ini mencuri pisang, kita masih mengembangkan kasusnya," kata Said di Mapolsek Batuaji, Selasa (15/3/2016).
(sms)