Polisi Diminta Dalami Unsur Kelalaian Korban Tewas Lomba Makan Ayam

Minggu, 13 Maret 2016 - 22:24 WIB
Polisi Diminta Dalami...
Polisi Diminta Dalami Unsur Kelalaian Korban Tewas Lomba Makan Ayam
A A A
JAKARTA - Kepolisian Jakarta Barat wajib telusuri dugaan indikasi kelalaian terkait meninggalnya Freedi Djajadi (45) peserta lomba makan ayam cepat berhadiah Rp5 miliar di restoran KFC kawasan Taman Indah Semanan, Cengkareng Jakarta Barat.

Pasalnya, sesaat sebelum bapak satu anak itu mengikuti perlombaan makan cepat lima potong ayam goreng. Pihak event orgnaizer tidak melakukan perekaman medis yang menyatakan Freedi dalam kondisi sehat.

Kriminolog Universitas Indonesia Josias Simon menilai, sekalipun saat ini kepolisian telah memeriksa 11 orang saksi dan bukti rekaman video terhadap peristiwa itu. Namun hal itu tidak dapat menjadi bukti kuat tahapan penyidikan.

"Transparansi pengelola dan event menjadi dasarnya. Seharusnya kan ada bukti rekaman medis yang mendasari bahwa peserta itu sehat jasmani, kalau cuman surat pernyataan enggak kuat," jelas Josias kepada KORAN SINDO, Minggu (13/3/2016).

Terlebih Josias menyakini adanya kejanggalan dalam kasus ini, karena pihak penyelenggara dalam hal ini tidak menyebarkan informasi secara detail tentang gelaran acara tersebut, termasuk tata cara pelaksanaan.

"Kalau memang hadiahnya Rp5 miliar, seharusnya pengelola menyebarkan banner, spanduk, hingga brosur di mana pun. Justru saya baru tahu kalau ini ada, pas ada kasus," tuturnya.

Selain itu, Josias juga menandai dengan tidak adanya persiapan secara matang yang dilakukan penyelenggara. Hal ini terbukti dengan tidak adanya dokter maupun tim medis yang menjaga bila sewaktu-waktu insiden terjadi dalam gelaran acara ini.

Kasat Reskrim Polres Jakarta Barat AKBP Didik Sugiarto mengaku masih melakukan pendalaman. "Belum keluar hasil autopsi penyebab pasti tewasnya Freedi dari Rumah Sakit Polri. Sehingga belum dapat disimpulkan kasus ini," ujarnya.

Terpisah, Event Organizer perlombaan tersebut, Chief Programming Ofiicer 02 Accion, Budi Raharja Sulaiman dengan tegas membantah pihaknya di sebut lalai. Kepada KORAN SINDO, Budi menyatakan setiap peserta harus memenuhi persyaratan yang diajukan penyelenggara, mulai dari persyaratan umur hingga menyatakan diri bahwa peserta sehat secara jasmani dan rohani.

"Kami juga telah melakukan pertolongan pertama dengan memberikan air mineral saat korbannya mengalami sesak nafas," jelas Budi ketika dikonfirmasi Minggu pagi.

Budi beropini, Freedi tewas setelah mengalami sesak nafas lantaran tersenggak potongan tulang yang menghambat salah satu organ pernafasannya. Kondisi demikian akhirnya menjadi penyebab dia tewas."Jadi sebelumnya dia berusaha mengunyah potongan ayam sebanyak-sebanyak," jelasnya.
(whb)
Berita Terkait
Razia Produk Makanan...
Razia Produk Makanan Berbahaya
5 Makanan Paling Berbahaya...
5 Makanan Paling Berbahaya di Dunia, Nomor 4 Lebih Beracun dari Sianida
Ini Bagian Tubuh Ular...
Ini Bagian Tubuh Ular yang Bisa Dikonsumsi Manusia
Ratusan Kilogram Makanan...
Ratusan Kilogram Makanan Berpengawet Mayat Dimusnahkan
Cegah Peredaran Makanan...
Cegah Peredaran Makanan Berbahaya, BPOM Sulbar Periksa Sampel Takjil
BPOM Tarik Peredaran...
BPOM Tarik Peredaran Es Krim Haagen-Dazs dari Pasaran
Berita Terkini
Polda Metro Jaya: Korban...
Polda Metro Jaya: Korban Penipuan Hanania Travel Capai 1.430 Orang
7 jam yang lalu
PN Jaktim Tutup Area...
PN Jaktim Tutup Area Parkir Jelang Sidang Perdana Dokter Tifa Besok
7 jam yang lalu
TMII: Temuan Benda di...
TMII: Temuan Benda di Anjungan Sumbar Bukan Bom Tapi Mortir Peninggalan Lama
9 jam yang lalu
HUT ke-80 Bhayangkara,...
HUT ke-80 Bhayangkara, Kapolri Bedah Rumah Guru Ngaji Tak Layak Huni di Palembang
9 jam yang lalu
Perkuat Kerja Sama Perbatasan...
Perkuat Kerja Sama Perbatasan RI-Malaysia, Ditjen Bina Adwil Kenalkan Bridge System
10 jam yang lalu
Ratusan Peserta Ramaikan...
Ratusan Peserta Ramaikan AllPack Surabaya dan East Beauty Pack Expo 2026
11 jam yang lalu
Infografis
15 Perang yang Melibatkan...
15 Perang yang Melibatkan Tentara AS, Pernah Kalah karena 60.000 Pasukan Tewas Sia-sia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved