Buku SD Memuat Banci Jadi Imam Menuai Protes

Minggu, 06 Maret 2016 - 19:27 WIB
Buku SD Memuat Banci...
Buku SD Memuat Banci Jadi Imam Menuai Protes
A A A
PALEMBANG - Beredarnya buku paket siswa kelas II Madrasah Ibtidaiyah (tingkat SD) di Kota Palembang yang memperbolehkan banci sebagai imam salat menjadi kontroversial bagi masyarakat.

Karena untuk bacaan siswa kelas II tingkat SD notabene berumur 7 tahun kata-kata banci atau dikenal wanita pria (waria) dalam istilah tersebut dikhawatirkan tidak bisa diserap oleh para siswa.

Buku dengan sampul putih judul FIQIH kurikulum 2008 penerbit Yudhistira pada halaman 82 pelajaran syarat menjadi imam itu menuai kontroversi.

Hal tersebut disikapi oleh Pengamat pendidikan sekaligus Ketua Dewan Pendidikan Sumatera Selatan (Sumsel) Prof Sirozi mengatakan, buku agama sangat rentan mengalami kesalahan karena banyak paham ajaran atau mazhab.

Dia menilai hal itu seharusnya tidak terjadi karena siswa tingkat SD hanya butuh pemahaman dan pengalaman.

"Itu saja sudah cukup, karena apabila bersifat kontroversial janganlah menjadi buku paket anak SD. Pemahaman mereka juga tidak sampai. Seperti sekarang GLBT itu juga sangat kontroversial sekarang, berat dan anak kecil takutnya salah mengartikan," kata Sirozi.

Dia berharap Kementerian Pendidikan dan Kementerian Agama meninjau ulang kembali menyebarnya buku tersebut di tingkat sekolah dasar madrasah ibtidaiyah.

Karena apabila respon dari masyarakat tidak digubris dikhawatirkan akan berdampak buruk bagi generasi muda.

"Saya tidak meminta buku itu ditarik atau dimusnahkan. Tetapi dinas pendidikan segera melakukan verifikasi dan meninjau buku tersebut. Kalau benar ada kesalahan tentunya barulah mereka menarik semua buku tersebut," pungkasnya.

Kerisauan beredarnya buku paket bermula dari seorang wali murid bernama Yenni warga Talang Kelapa.

Ketika itu, Sabtu malam 5 Maret dia memantau anaknya yang sekolah di salah satu SD Islam belajar. Dia terkejut melihat ada kata banci di dalam buku agama milik anaknya.

"Kenapa ada banci di buku Islam anak SD, saya baca mungkin benar maksudnya. Tapi saya takut anak SD tidak mengerti apa lagi anak saya ini masih kelas 2 loh," timpalnya.

Karena khawatir Yenni memposting buku itu ke jejaring sosial FB dan juga dilampirkan kepada akun Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) Widodo sekitar pukul 20.00 WIB. Akhirnya para netizen heboh dan banyak meminta dinas menarik buku tersebut dari peredarannya.
(sms)
Berita Terkait
Isu Bank Bermasalah,...
Isu Bank Bermasalah, Nasabah Diminta Jangan Termakan Hoaks
Agar Lebih Awet dan...
Agar Lebih Awet dan Tidak Menguning, Ini Tips Merawat Buku
Kemewahan Bukan Jaminan...
Kemewahan Bukan Jaminan Kebahagiaan
Mewaspadai Pembunuh...
Mewaspadai Pembunuh Budaya di Jemari Kita
Tentang Pernikahan Orang...
Tentang Pernikahan Orang Tionghoa dengan Orang Indonesia
Berdamai dengan Hati,...
Berdamai dengan Hati, Mengelola Kesehatan Mental Remaja
Berita Terkini
Anggota DPRD Jakarta...
Anggota DPRD Jakarta Sebut Flyover Latumenten Bisa Kurangi Macet 40%
11 menit yang lalu
Sisir TKP Kasus Penganiayaan,...
Sisir TKP Kasus Penganiayaan, Polda Jabar Ungkap Taufik Hidayat Pukul YTR dengan Helm dan Besi
1 jam yang lalu
FKM UI Gelar Pelatihan...
FKM UI Gelar Pelatihan K3 dan Kesiapsiagaan Kebakaran untuk Guru SMPN 107 Jakarta
1 jam yang lalu
Pemprov DKI Bakal Bangun...
Pemprov DKI Bakal Bangun Tanggul 1,48 Kilometer di Kali Grogol Kemanggisan
1 jam yang lalu
Anggota Satresnarkoba...
Anggota Satresnarkoba Polres Katingan Kalteng Gugur Ditembak saat Gerebek Bandar Narkoba
2 jam yang lalu
Bea Cukai dan BNN Gagalkan...
Bea Cukai dan BNN Gagalkan Penyelundupan 3,37 Ton Ganja dari Thailand
2 jam yang lalu
Infografis
6 Pulau yang Jadi Target...
6 Pulau yang Jadi Target Invasi Darat AS di Iran
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved