Berkendara Usai Tenggak Miras, Pemotor Tewas Setelah Tabrak Pohon
Kamis, 03 Maret 2016 - 16:25 WIB
Berkendara Usai Tenggak Miras, Pemotor Tewas Setelah Tabrak Pohon
A
A
A
BATAM - Raja Ardiasyah pengendara sepeda motor Honda Revo warna merah-hitam bernopol BP 2713 IM tewas di tempat setelah menabrak pohon di depan Villa Panbil, Jalan Ahmad Yani, Kamis (3/3/2016) sekira pukul 13.45 WIB.
Beruntung teman korban, Sahlan (33) hanya mengalami paha kaki kiri patah tulang. Penyebab kecelakaan ini diduga korban hilang kendali karena kondisi mabuk.
Informasi yang dirangkum, korban melaju kencang dari arah Batam Centre menuju Batuaji. Setibanya di depan Villa Panbil korban yang bekendara dengan kenang tiba-tiba menabrak pohon jalan.
Keduanya langsung terhempas ke pohon dan tepental ke tanah. Diketahui, Sahlan langsung dilarikan ke Rumah Sakit Camatha Sahidiya (RSCS) Mukakuning, sementara Raja dilarikan ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Embung Fatimah.
Kecelakaan ini menyebabkan kemacetan panjang baik dari arah Batam Centre menuju Batuaji, dan begitu juga dengan sebaliknya.
Di RSCS, Sahlan mengatakan, sebelum berangkat ke Batuaji dari rumahnya di Tanjunguma, Batuampar, mereka terlebih dulu minum alkohol.
Setelah meneguk lima botol minuman Topi Miring, mereka langsung berangkat pergi ke suatu tempat di Batuaji. Sebelum kecelakaan, sepanjang perjalanan yang mengendari adalah Raja.
Dia mengaku waktu itu berkendara dengan kencang. "Tadi memang laju dibawa Raja, tiba-tiba saja tabrak pohon," kata Sahlan.
Terpisah, petugas kamar jenazah RSUD Embung Fatimah, Umar mengatakan, korban baru datang ke rumah sakit. Keluarga korban belum ada yang datang.
Setelah melihat kondisi korban, dia menuturkan kalau korban mengalami benturan keras, sehingga menyebabkan kepalanya pecah, tulang dagu dan bahu sebelah kiri patah.
"Jasadanya baru datang dari lokasi. Korban banyak mengeluarkan bayak darah dari kepalanya, dagu dan bahu patah tulang juga," pungkasnya.
Beruntung teman korban, Sahlan (33) hanya mengalami paha kaki kiri patah tulang. Penyebab kecelakaan ini diduga korban hilang kendali karena kondisi mabuk.
Informasi yang dirangkum, korban melaju kencang dari arah Batam Centre menuju Batuaji. Setibanya di depan Villa Panbil korban yang bekendara dengan kenang tiba-tiba menabrak pohon jalan.
Keduanya langsung terhempas ke pohon dan tepental ke tanah. Diketahui, Sahlan langsung dilarikan ke Rumah Sakit Camatha Sahidiya (RSCS) Mukakuning, sementara Raja dilarikan ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Embung Fatimah.
Kecelakaan ini menyebabkan kemacetan panjang baik dari arah Batam Centre menuju Batuaji, dan begitu juga dengan sebaliknya.
Di RSCS, Sahlan mengatakan, sebelum berangkat ke Batuaji dari rumahnya di Tanjunguma, Batuampar, mereka terlebih dulu minum alkohol.
Setelah meneguk lima botol minuman Topi Miring, mereka langsung berangkat pergi ke suatu tempat di Batuaji. Sebelum kecelakaan, sepanjang perjalanan yang mengendari adalah Raja.
Dia mengaku waktu itu berkendara dengan kencang. "Tadi memang laju dibawa Raja, tiba-tiba saja tabrak pohon," kata Sahlan.
Terpisah, petugas kamar jenazah RSUD Embung Fatimah, Umar mengatakan, korban baru datang ke rumah sakit. Keluarga korban belum ada yang datang.
Setelah melihat kondisi korban, dia menuturkan kalau korban mengalami benturan keras, sehingga menyebabkan kepalanya pecah, tulang dagu dan bahu sebelah kiri patah.
"Jasadanya baru datang dari lokasi. Korban banyak mengeluarkan bayak darah dari kepalanya, dagu dan bahu patah tulang juga," pungkasnya.
(nag)