Pengelola Bandara Soetta Kecewa dengan Sikap Wali Kota Tangerang
Kamis, 03 Maret 2016 - 00:43 WIB
Pengelola Bandara Soetta Kecewa dengan Sikap Wali Kota Tangerang
A
A
A
TANGERANG - PT Angkasa Pura II pengelola Bandara Internasional Soekarno-Hatta memaklumi permintaan Wali Kota Tangerang Arief R Wismansyah yang secara mendadak meminta rencana pengubahan Jalan Perimeter Utara dan Selatan diurungkan terlebih dahulu.
Director of Operations & Engineering PT Angkasa Pura II Djoko Murjatmodjo mengatakan, seharusnya permintaan penundaan tersebut dilakukan sejak jauh-jauh hari. “Kecewa ada pasti, tetapi kita maklumi saja, namanya wilayah bandara ini ada di Kota dan Kabupaten Tangerang. Mungkin Wali Kota khawatir ketika diberilakukan satu arah akan menyebabkan kemacetan di Kota Tangerang,” ujarnya, Rabu 2 Maret 2016 kemarin.
Djoko menuturkan, bersama Polres Bandara Soekarno-Hatta sengaja ingin mengubah dari dua jalur menjadi satu jalur di jalan alternatif milik PT Angkasa Pura II karena seringngnya kecelakaan di ruas jalan tersebut.
“Saat ini kan yang terjadi karena setiap hari ada saja korban kecelakaan di sana (Perimeter). Setelah dianalisa, ini ternyata orang banyak lewat sini karena seakan dipaksa harus ke bandara dulu, makanya bandara ini menjadi padat,” ujarnya.
Juru Bicara Pemkot Tangerang Wahyudi Iskandar mengatakan, Wali Kota Tangerang Arief R Wismansyah memang sengaja mengirimkan surat kepada Polres Metro Tangerang dan PT Angkasa Pura II termasuk ke Kementerian Perhubungan karena pihaknya membutuhkan waktu untuk menerapkan aturan satu arah.
“Sifatnya bukan menolak, tapi penundaan. Artinya nanti akan terjadi, tetapi menunggu ada rapat pembahasan lainnya kedepan,” ujarnya.
Director of Operations & Engineering PT Angkasa Pura II Djoko Murjatmodjo mengatakan, seharusnya permintaan penundaan tersebut dilakukan sejak jauh-jauh hari. “Kecewa ada pasti, tetapi kita maklumi saja, namanya wilayah bandara ini ada di Kota dan Kabupaten Tangerang. Mungkin Wali Kota khawatir ketika diberilakukan satu arah akan menyebabkan kemacetan di Kota Tangerang,” ujarnya, Rabu 2 Maret 2016 kemarin.
Djoko menuturkan, bersama Polres Bandara Soekarno-Hatta sengaja ingin mengubah dari dua jalur menjadi satu jalur di jalan alternatif milik PT Angkasa Pura II karena seringngnya kecelakaan di ruas jalan tersebut.
“Saat ini kan yang terjadi karena setiap hari ada saja korban kecelakaan di sana (Perimeter). Setelah dianalisa, ini ternyata orang banyak lewat sini karena seakan dipaksa harus ke bandara dulu, makanya bandara ini menjadi padat,” ujarnya.
Juru Bicara Pemkot Tangerang Wahyudi Iskandar mengatakan, Wali Kota Tangerang Arief R Wismansyah memang sengaja mengirimkan surat kepada Polres Metro Tangerang dan PT Angkasa Pura II termasuk ke Kementerian Perhubungan karena pihaknya membutuhkan waktu untuk menerapkan aturan satu arah.
“Sifatnya bukan menolak, tapi penundaan. Artinya nanti akan terjadi, tetapi menunggu ada rapat pembahasan lainnya kedepan,” ujarnya.
(whb)