Gerindra Jadi Motor Penggerak untuk Lawan Ahok di Pilgub DKI
Rabu, 02 Maret 2016 - 04:20 WIB
Gerindra Jadi Motor Penggerak untuk Lawan Ahok di Pilgub DKI
A
A
A
JAKARTA - DPD Partai Gerindra DKI Jakarta diperkirakan akan menjadi motor untuk melawan Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) dalam Pilgub DKI Jakarta 2017 mendatang.
Peneliti senior Indonesia Public Institute Karyono Wibowo mengatakan, meskipun Jakarta menjadi etalase politik nasional namun kekuatan politik lokal juga tetap menonjol. Apalagi, dalam setiap Pilkada DKI, koalisi di level nasional seringkali dikesampingkan lantaran para tokoh politik lokal memiliki kedekatan khusus.
Artinya, lanjut Karyono, meskipun kewenangan menetukan calon ada di Dewan Pimpinan Pusat (DPP) dan Ketua Umum Partai, tapi Dewan Pimpinan Daerah (DPD) memiliki kekuatan besar untuk memilih calonnya. "Lawan Ahok dipastikan akan dimotori oleh Partai Gerindra. Ketua DPD Partai Gerindra M. Taufik belakangan ini rajin mengumpulkan para petinggi parpol di Jakarta untuk menyusun strategi melawan Ahok," ungkap Karyono saat dihubungi, Selasa 1 Maret 2016 kemarin.
Karyono menuturkan, kelincahan M Taufik dalam berpolitik dibuktikan dengan merapatnya Boy Sadikin ke Partai Gerindra setelah mengundurkan diri dari Ketua DPD PDI Perjuangan. Karyono memprediksi, Partai Gerindra akan berkoalisi dengan PKS, Partai Persatuan Pembangunan dan PAN. Koalisi tersebut tentunya akan menjadi lawan kuat Ahok.
Koalisi yang dikomandoi Partai Gerindra tersebut, lanjut Karyono tentunya akan menyasar pemilih dari kalangan Islam. Sebagaimana diketahui berdasarkan hasil sensus BPS 2010 jumlah penduduk beragama Islam di Jakarta mencapai 82%.
Kalau saja koalisi ini bisa meyakinkan pemilik suara mayoritas itu tentu, peluang Ahok untuk menang lagi akan susah "Dikabarkan Boy Sadikin merapat ke Gerindra lantaran PDI Perjuangan memilih Ahok. Apalagi Ahok memiliki kedekatan dengan Ketua Umum Megawati," tuturnya.
Karyono mengatakan, PDI Perjuangan sebagai satu-satunya partai politik yang bisa mengusung pasangan calon gubernur dan wakil tanpa harus berkoalisi akan memberikan tiketnya kepada Ahok dan Djarot Syaiful Hidayat pada Pilkada 2017.
Langkah PDI Perjuangan ini juga akan diikuti partai politik organik Koalisi Indonesia Hebat, yakni Partai Hanura, Nasdem, Demokrat dan PKB. Ahok juga diketahui dekat dengan para petinggi Partai Golkar. Karena itu bukan tidak mungkin, partai beringin juga bergabung sebagai pendukung Ahok.
"Ini akan menjadi kombinasi menarik antara partai berideologi Islam dengan nasionalis. Kelincahan M Taufik dalam berpolitik tentunya akan keuntungan bagi koalisi ini," ujarnya.
Peneliti senior Indonesia Public Institute Karyono Wibowo mengatakan, meskipun Jakarta menjadi etalase politik nasional namun kekuatan politik lokal juga tetap menonjol. Apalagi, dalam setiap Pilkada DKI, koalisi di level nasional seringkali dikesampingkan lantaran para tokoh politik lokal memiliki kedekatan khusus.
Artinya, lanjut Karyono, meskipun kewenangan menetukan calon ada di Dewan Pimpinan Pusat (DPP) dan Ketua Umum Partai, tapi Dewan Pimpinan Daerah (DPD) memiliki kekuatan besar untuk memilih calonnya. "Lawan Ahok dipastikan akan dimotori oleh Partai Gerindra. Ketua DPD Partai Gerindra M. Taufik belakangan ini rajin mengumpulkan para petinggi parpol di Jakarta untuk menyusun strategi melawan Ahok," ungkap Karyono saat dihubungi, Selasa 1 Maret 2016 kemarin.
Karyono menuturkan, kelincahan M Taufik dalam berpolitik dibuktikan dengan merapatnya Boy Sadikin ke Partai Gerindra setelah mengundurkan diri dari Ketua DPD PDI Perjuangan. Karyono memprediksi, Partai Gerindra akan berkoalisi dengan PKS, Partai Persatuan Pembangunan dan PAN. Koalisi tersebut tentunya akan menjadi lawan kuat Ahok.
Koalisi yang dikomandoi Partai Gerindra tersebut, lanjut Karyono tentunya akan menyasar pemilih dari kalangan Islam. Sebagaimana diketahui berdasarkan hasil sensus BPS 2010 jumlah penduduk beragama Islam di Jakarta mencapai 82%.
Kalau saja koalisi ini bisa meyakinkan pemilik suara mayoritas itu tentu, peluang Ahok untuk menang lagi akan susah "Dikabarkan Boy Sadikin merapat ke Gerindra lantaran PDI Perjuangan memilih Ahok. Apalagi Ahok memiliki kedekatan dengan Ketua Umum Megawati," tuturnya.
Karyono mengatakan, PDI Perjuangan sebagai satu-satunya partai politik yang bisa mengusung pasangan calon gubernur dan wakil tanpa harus berkoalisi akan memberikan tiketnya kepada Ahok dan Djarot Syaiful Hidayat pada Pilkada 2017.
Langkah PDI Perjuangan ini juga akan diikuti partai politik organik Koalisi Indonesia Hebat, yakni Partai Hanura, Nasdem, Demokrat dan PKB. Ahok juga diketahui dekat dengan para petinggi Partai Golkar. Karena itu bukan tidak mungkin, partai beringin juga bergabung sebagai pendukung Ahok.
"Ini akan menjadi kombinasi menarik antara partai berideologi Islam dengan nasionalis. Kelincahan M Taufik dalam berpolitik tentunya akan keuntungan bagi koalisi ini," ujarnya.
(whb)